
Fathiyah sedang memasak untuk makan siang. Ia akan membawa makan siang ke kantor Sultan.
Ia mengajak Kayla. Ia berangkat di antar supir. Sampailah ia ke Perusahaan suaminya.
Ia melangkah masuk dengan anggun. Kayla berjalan kaki di tuntun Fathi. Ia membalas senyum setiap karyawan yang tersenyum padanya dan mengucapkan selamat pagi.
Fathi lalu masuk ke dalam elevator, kotak besi yang akan membawanya naik ke lantai atas.
Sampailah ia di lantai 5 di mana ruangan suaminya berada. Kayla berjalan mendahului Fathi. Dia senang berjalan-jalan.
Di lihatnya meja sekretaris suaminya kosong. Fathi langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Ia membuka pintunya lalu Fathi menjatuhkan barang bawaannya.
Suara barang jatuh membuat dua orang yang berada dalam ruangan terkejut dan melihat ke pintu. Si wanita yang sedang duduk di pangkuan Sultan langsung bangun salah tingkah.
" Permisi.." Si sekretaris bergegas akan keluar.
" Tunggu dulu jangan keluar dan duduk di sofa !" Fathi berkata dengan tegas.
" Ah..iya Bu. " Jawab sekretaris itu gugup.
Fathi mendekati sekretaris itu dan duduk di depannya. Jika saja tidak ada Kayla ia pasti sudah menampar wanita ini.
Sultan berdiri dan ikut duduk di samping istrinya. Fathi melirik Sultan dan memutar bola matanya.
" Apa Aa tidak salah tempat duduk ?" Sarkas Fathi.
" Tidak ." Sultan menjawab seraya menggelengkan kepala.
" Ayo lanjutkan apa yang tadi kalian lakukan. Anggap saja saya tidak ada. Saya ingin melihat orang sedang bermesraan !" Fathi menyender dan melipat tangan di dada. Kayla mengikuti gerakan Fathi.
" Maaf Bu, tapi ini semua cuma salah paham." Jawab sekretaris yang bernama Wulan itu.
" Salah paham ketika aku melihat ya." Ucap Fathi.
Pengalaman membuat Fathi tidak mudah percaya pada siapapun.
" Fathi sayang, ini cuma salah paham. Tadi ia tidak sengaja jatuh terduduk dipangkuanku." Sultan mencoba menjelaskan.
" Ada ya tidak sengaja tapi jatuh nya pas sekali di pangkuanmu ." Fathi mencoba bicara dengan tenang walau kini hatinya sedang emosi.
" Sudahlah aku ke sini mau mengantarkan makan siang buatmu dan menemani kamu makan. Tapi rupanga sudah ada yang menemanimu. Nampaknya aku hanya mengganggu jadi aku pulang saja. Silahkan kalian nikmati makan siang yang aku bawa.!" Fathi beranjak mengambil bekal makan siangnya yang tadi terjatuh untungnya tidak tumpah. Ia meletakkannya diatas meja.
" Sayang.. jangan salah paham."
" Lepaskan tanganmu !" Fathi melepaskan cekalan tangan Sultan. Ia langsung menggendong Kayla dan beranjak ke luar.
Sultan mengejar Fathi namun ada yang memegang tangannya.
" Pak..saya minta maaf. Saya betul-betul tidak sengaja dan membuat Ibu Fathi salah paham. Saya akan membantu menjelaskan pada Ibu Fathi. "
" Lepaskan tangan saya. Kamu tidak berhak menyentuhnya. Dan jangan kamu pikir saya bodoh tidak bisa menilai wanita seperti apa kamu. Bereskan semua barangmu, hari ini kamu saya pecat !" Sultan langsung berlari keluar.
" Kamu liat istri saya ?" Tanya Sultan pada security dengan nafasnya yang cepat.
__ADS_1
" Iya Pak beliau sudah naik mobil bersama anak Bapak."
" Ya sudah..Oh iya tolong kamu ke ruangan saya dan seret sekretaris saya keluar. Jangan pernah biarkan dia menginjak kantor ini lagi. Cepat usir dia !"
" Siap Pak..!" Dua security berlari masuk lift.
" Aku lebih baik pulang menyusul Fathi." Sultan pun pergi ke ruangannya untuk mengambil tas dan dompetnya yang tertinggal di ruangannya.
" Lepas..lepaskan saya. Kalian kurang ajar sekali menyentuh saya !" Sultan mendengar teriakan Wulan.
" Pak Sultan yang menyuruh kami, ayo cepat Ibu harus segera ikut kami keluar dari kantor ini dan jangan pernah datang lagi ke sini !" Security menarik tangan Wulan.
Sultan datang dan melewati mereka menuju ruangannya ia mengambil tasnya dan bekal makan fathi yang tidak tersentuh. lalu keluar ruangan dan mengunci pintunya.
" Pak Sultan, maafkan saya. Ini cuma salah paham saya tidak sengaja melakukannya. Saya akan bantu jelaskan pada Ibu Fathi agar tidak salah paham lagi !" Wulan berteriak bicara pada Sultan yang hanya melewatinya dan terus berlalu.
***
Sultan sedang dalam perjalanan pulang. Ponselnya berbunyi ia menepikan mobilnya.
" Halo ."
" Halo Pak..maaf saya Jono Pak. Ini Ibu masuk rumah sakit Pak."
" Apa ??? Rumah sakit mana? saya segera ke sana ." Setelah supir Fathi memberi tahu di mana rumah sakitnya Sultan segera pergi ke sana.
Sultan langsung berlari masuk ke IGD ia mencari Fathi. Ia melihat supirnya yang sedang menggendong Kayla.
" Begini Pak. Begitu Bu Fathi naik mobil dia mijit kepala sepertinya pusing lalu gak lama dia pingsan. Jadi saya bawa Ibu ke sini. Saking paniknya saya sampai lupa menelepon Bapak, maaf pak."
" Tidak apa-apa. Justru apa yang kamu lakukan benar lebih dulu menyelamatkan Ibu Fathi."
" Sini Kayla sama Papah ." Sultan mengambil Kayla dari gendongan Jono.
" Mama sakit pah ." Kayla memberi tahu papahnya dengan wajah sedih.
" Iya sayang..mamahnya lagi diobatin dokter. Kita berdo'a saja supaya mamah cepet sembuh ya."
" Iya Pah..Ya Allah sembuhkan Mamah Kayla amiiin." Kayla mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
" Amiin ." Sultan ikut mengaminkan do'a Kayla. Karena do'a anak kecil itu mustajab.
" Udah Pah."
" Pinter...anak Papah." Sultan mencium pipi Kayla.
" Keluarga Nyonya Fathi !" Perawat memanggil keluarga pasien.
" Iya Sus..saya suaminya."
" Mari Pak, dokter sudah selesai memeriksa pasien." Perawat menuntun Sultan ke meja dokter. Sultan memberi Kayla pada supirnya.
" Bawa saja ke mobil, tidak baik Kayla lama-lama di sini." Perintah Sultan pada supirnya. Ia lalu menyusul perawat tadi.
__ADS_1
" Bapak suaminya ibu Fathi?" Tanya dokter.
" Iya Dok."Jawab Sultan
" Baik..silahkan duduk !" Sultan duduk didepan dokter.
" Begini Pak..Ibu Fathi tidak apa-apa dia hanya pingsan karena mungkin lelah dan banyak pikiran.Juga faktor kehamilannya yang membuat dia pingsan. Saya sarankan agar Ibu Fathi dijaga jangan terlalu lelah dan stress ya Pak. " Dokter menerangkan keadaan Fathi.
" Apa Dok ?? Istri saya hamil ? " Sultan terkejut mendengar istrinya hamil.
" Iya..Pak. Bapak belum tahu istrinya hamil. Ibu Fathi hamil sudah 2 bulan untuk lebih jelasnya silahkan ke dokter kandungan ya pak. "
" Iya dok terima kasih.."
Perawat mengantar Sultan ke tempat Fathi.
" Sayang aku khawatir banget sama kamu ." Sultan langsung memeluk Fathi.
" Jangan Mas kamu jauh -jauh dari aku ! huek...huek...." Fathi menahan mualnya. Ia tidak kuat dengan bau Sultan.
" Kamu kenapa sayang ? sus.. panggil dokter !"
" Tidak apa-apa Pak ..Ibu Fathi sedang mengalami mual. Orang hamil sensitif terhadap bau. Ibu Fathi sekarang sedang sensitif dengan ..maaf Pak.. Bau Bapak."
" Oh..begitu ya Sus.." Sultan menggaruk belakang kepalanya dia jadi malu.
" Emang gue bau badan apa ya ?" batin Sultan.
Lalu ia mencium bajunya sendiri juga ketiaknya tapi wangi bau parfumnya masih sama seperti tadi pagi. Perawat tersenyum menahan tawa melihat kelakuan Sultan.
" Maaf Pak bukan bau badan tapi mungkin Ibu tidak tahan mencium Wangi parfum Bapak." Ucap perawat itu.
" Oh..padahal dulu Fathi bilang ini favoritnya." Gumamnya.
" Sus apakah sudah boleh pulang paaiennya?" Tanya Sultan.
" Sudah Pak silahkan ." Jawab Perawat itu.
" Ayo sayang kita pulang." Ajak Sultan.
" Jangan dekat-dekat." Fathi tetap tidak mau di dekati Sultan
Fathi turu dari brankar..dan melangkah sendiri ia lalu berhenti dan menengok ke belakang.
" Jangan dekat-dekat ! Jarak 2 meter !" Peringatan Fathi. Lalu ia melangkah lagi.
Sampailah mereka di mobil. Lalu Fathi masuk ke mobil yang dibawa Sultan dan duduk di belakang.
" Kamu naik mobil yang satu lagi. Jono suruh ke sini sama Kayla. Huek...huek.." Fathi mencegah Sultan yang mau masuk ke mobil.
" iya sayang.." Sultan pasrah ia pindah ke mobil yang dibawa Fathi. Dari pada Fathi muntah. Ia tidak mau Fathi dan anaknya kenapa-napa."
...----------------...
__ADS_1