
Tok..tok..
" Kak Mala, dipanggil mas Hasbi !"
Fathi tidak bergeming iya hanya tersenyum miring.
"Bahkan kau suruh Mala yang memanggilku bukan kamu yang datang sendiri mas ."
" Kenapa hanya karena kejadian itu yang bahkan aku rasa itu bukan salahku , kalian membuatku seperti aku ini pembawa sial untuk Kayla , kalian menjauhkan Kayla dariku. Bahkan kamu menghukumku mas, dengan sengaja membuatku cemburu dan sakit hati !"
Fathi menghapus air mata yang menetes dipipinya, lalu ia ke kamar mandi untuk berwudhu .
Fathi keluar kamar dan menuju ruang keluarga, di sana sudah berkumpul keluarga Hasbi dan Mala yang ternyata masih mempunyai bibi, adik dari mamanya Mala.
Orang tua Fathi tidak datang , mereka akan datang pada hari H nanti.
" Fathi .. sini sayang , duduk sini !" Amih memanggil Fathi begitu melihatnya berjalan ke arah mereka.
" iya amih.." Fathi menghampiri amih dan duduk di sampingnya.
Ia melirik suaminya yang sedang asyik tertawa bersama Mala, Kayla dan anak bibinya entah siapa namanya.
Ah..seharusnya ia di kamar saja toh di sini pun ia diabaikan.
" Fathi kamu sudah ada pakaiannya yang seragam sama Kayla dan Mala ya !"
" Sudah kok amih " Ya dua minggu yang lalu amih meminta Fathi untuk membuat seragam . Ia hanya diberi bahan dengan warna yang sama seperti Mala dan Kayla untuk dijahit agar sesuai seleranya, sedangkan pakaian Kayla sudah dijahit dengan model yang sama seperti Mala. Satu lagi yang membuatnya merasa terluka.
Biarlah ia kumpulkan luka-luka ini hingga menutupi rasa cintanya pada Hasbi di hatinya, akhirnya tak kan ada lagi Hasbi, ia sudah hilang bersama luka yang menumpuk.
" Baguslah !... undangan ada berapa kemarin kita bikin Mal ?"
" Apa mih, undangan ...kalau gak salah cuma 80 aja, plus anak panti 20 jadi ada 100 mih !"
" Fathi snack nya sudah disiapkan ?"
" Sudah , snack sama balon. Tinggal dibungkus !"
__ADS_1
" Ya udah..sekarang ambil kita cicil bungkus , jangan dadakan nanti repot !"
" Iya.." Fathi mengambil beberapa snack dibantu oleh saudara Hasbi.
" Kak Fathi kita bikinnya di belakang aja yuk jangan di ruang keluarga !" Ucap Risma salah satu sepupu Hasbi. Risma tidak suka melihat Mala dan Hasbi mereka keterlaluan .
" Boleh..yuk kita bawa ke belakang aja !"
Mereka membawanya ke belakang.
Fathi dan Risma bersama yang lainnya mulai membungkus snack -snack ke dalam plastik transparan dan dihias pita. Mereka akan membuat lebih dari 100 bungkus, sebab kadang yang datang melebihi undangan .
Mereka bekerja sambil tertawa , Sepupu Hasbi memang menyenangkan mereka semua humoris membuat Fathi terhibur dan melupakan kesedihannya.
Mereka baru bisa membuat 50 bungkus, dan akan dilanjutkan besok karena aekarang sudah jam 11 malam . Tak terasa waktu berjalan bila dilalui dengan tawa dan suka ria. Semua snack disimpan di kamar Fathi .
" Fathi !" Fathi dan yang lain berhentu merapikan snack di kamar Fathi.
" Iya mas ada apa?"
" Nanti kalian tidur di kamar Fathi aja ya , biar aku tidur sama Mala !"
" Tapi kak Hasbi, boleh Kayla tidur sama kami ?" tanya Risma .
" Pasti tidak boleh " batin Fathi.
" Maaf tapi Kayla sudah tidur, nanti dia rewel kalau dipindahkan atau dibangunkan !"
" Teruslah seperti ini mas agar semakin mudah aku menghilangkan perasaanku padamu !" pintanya tanpa suara hanya terucap di hati.
" Baiklah mas, selamat malam !" Fathi tersenyum manis .Ia langsung menutup pintu.
" Kak..maaf !"
" Hah..."
" Kurang ajar , cowok brengsek , bang***, buaya darat .....hah !" Terakhir Risma mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan .
__ADS_1
Fathi dan ke tiga sepupu Hasbi yang lain bengong melihat Risma .Kemudian mereka tertawa.
" Lo kenapa Ris..kesurupan penunggu dapur ya !" ucap Puji
" Iya..penunggunya tuh baru pergi ! Maaf... kak Fathi aku kesel banget abisnya !" Fathi terkekeh .
" Kamu ada -ada aja Ris.. tapi baguslah kata -kata kamu mewakili yang saya ingin ucapkan !"
" Hahaha..." Mereka tertawa bersama .
Setidaknya malam ini ada pelipur lara yang sejenak menghangatkan hatinya yang terasa dingin.
"Kak Fathi kalau aku jadi kakak sudah aku hempaskan kak Hasbi , emang cowok dia doang !" Fathi tersenyum menanggapi ucapan Risma.Ia yang paling kesal dengan
Hasbi.
" Kamu bisa bilang begitu , karena tak mengerti masalahnya dan tak merasakan menjadi aku, Hasbi dan Mala. Jangan kau lihat dari satu sisi tapi coba lihat dari sisi Hasbi juga sisi Mala." Fathi mengatakannya sambil tersenyum lembut.
Mereka sedang dalam posisi duduk di tempat tidur.
" Awalnya kakak pasti terluka ingin berpisah tak mau di madu, tapi kakak sadar ujian kehidupan, ujian rumah tangga pasti ada , lantas kenapa kakak tidak menerima ujian ini . Dari kakak lahir sampai sekarang, semua yang kakak dapat baik ilmu , spiritual maupun mental dan pengalaman mungkin untuk menghadapi ujian ini, kakak akan hadapi . Jika akhirnya nanti kakak tidak sanggup , kakak tidak menyesal karena sudah berusaha menghadapi ujian pahit.
Kita tidak tahu 5 menit kemudian apa yang akan terjadi. Kakak tidak mau nanti ketika sudah pisah lalu berandai-andai, andai dulu aku masih bertahan, andai dulu aku terus bersama mas Hasbi dan mengusir pelakor itu..andai dulu begini andai dulu begitu ... kakak tidak mau seperti itu. kakak berpisah karena kakak sudah berusaha, jadi kalau ada yang bilang coba andai dulu kamu bertahan sedikit lagi..kakak bisa bilang aku udah bertahan selama mungkin yang aku yakin kalian tidak akan sanggup !"
" Kak Fathi keren ..!"
" Kakak tidak keren , karena dulu kakak kira dengan kakak menempatkan diri di sisi mereka , kakak bisa merasakan jadi mereka dan mencoba berdamai , tapi kakak dikhianati, mereka tak mau melihat dari sisi kakak dan mencoba merasakan jadi kakak , mereka tak perduli perasaan kakak.. bahkan amih pun sangat menginginkan mereka bersama , kakak seperti cuma pajangan, kakak merasa cuma karena status kakak sebagai ibu Kayla mereka masih mempertahankan kakak . Jika bukan mungkin kakak sudah terhempas . Kakak bertahanpun karena Kayla. Walaupun sepertinya Kayla tidak butuh kakak sebab ada Mala yang merawatnya. Kakak yang butuh dia sebagai alasan kakak untuk hidup . " Fathi menderaikan air mata , Risma dan saudara sepupunya sudah sejak tadi tak kuasa menahan air mata.
" Kenapa kalian nangis ?.. udah malem tidur yuk , tolong matikan lampu ya ."
Fathi tidur bersama Risma di atas , Puji dan kedua sepupunya tidur di bawah beralas matras tebal .
Fathi belum bisa memejamkan matanya.
Ia bertekad akan meminta kepada Hasbi untuk pindah dari rumah ini, biar dia saja yang pergi. Lagipula rumah ini, memberikan kenangan buruk baginya.
...----------------...
__ADS_1
"