Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Restu Sultan


__ADS_3

Kayla terkejut mendengar pengakuan Lion. Sebenarnya selama ini dia juga merasakan hal yang sama, namun dia menepis semuanya. Karena umur Lion lebih muda darinya. Dia juga merasa orang gua mereka tidak mungkin mengijinkan.


"Sejak kapan kau mencintaiku?" tanya Kayla.


"Sudah lama aku kagum padamu, aku pikir karena kau Kakakku wajar jika aku mengagumimu. Tapi semakin hari perasaan itu berubah, aku selalu rindu bila tidak bertemu, ketika aku kelas SMA aku menyadari kalau aku mencintaimu."


"Apa kau pikir orang tua kita akan merestui kita bersama?"


"Pasti! Aku mengenal mereka Kay, yang penting untuk mereka adalah kita bahagia. Mereka akan mendukung kita."


"Tapi ...."


"Kay, apa kau mencintaiku?" Kayla terdiam.


"Busyet si Lion, langsung nge gas aja dia," celetuk Ogi.


Plak


"Ganggu suasana romantis aja lo!" Teman yang lain langsung memukul kepala Ogi.


"Kay?"


"Iya, aku juga mencintaimu." Senyum Lion mengembang. Ingin rasanya ia memeluk Kayla tapi tunggu dia halal dulu.


"Ayo, kita pulang." Lion langsung pergi menuju motornya.


"Woy, gue balik dulu. Thanks ya buat semuanya." Lion berteriak pamit pada teman-temannya.


"Iya Yon, jangan lupa tar cerita gimana kelanjutannya." Ogi juga ikut berteriak.


Lion hanya mengacungkan jempolnya.


"Kak, pamit dulu ya. Makasih." Alfa pamit pada teman-teman Lion.


"Iya Al, hati-hati."


"Kita ke rumah kamu ya, barusan aku sudah telepon Bubu agar ke rumah kamu" ajak Lion.

__ADS_1


"Iya."


Alfa dan Kayla naik motor. Mereka pergi ke rumah Kayla.


Teman-teman Lion memperhatikan kepergian mereka.


...***...


Mala dan Hasbi baru sampai ke rumah Fatih.


"Ada apa ya Mas, Lion nyuruh kita ke sini? Apa dia tidak mau tinggal dengan kita?" tanya Mala.


"Tidak tahu ayo kita ke dalam."


Brum ...


Suara motor terdengar, ternyata itu adalah Lion dan Alfa.


"Bubu!" teriak Kayla. Lalu ia menghampiri Mala dan memeluknya.


Lion menghampiri Mala dan mencium tangannya juga mencium tangan Hasbi.


"Tidak sayang, jangan berterima kasih. Itu sudah kewajiban Bubu dan Papah merawatmu. Karena kamu adalah anak kami. Anak yang kami sayangi."


Lion memeluk Bubu dan papahnya.


"Lion?" Keluar Fatih.


"Syukurlah nak, kamu kembali. Kami sangat khawatir."


"Terima kasih, Tante."


"Ayo semua masuk. Kenapa di luar?" Fatih mengajak mereka masuk.


Sekarang mereka berkumpul di ruang tamu.


"Sebelumnya, ada yang ingin Lion sampaikan tapi tunggu Om Sultan dulu."

__ADS_1


"Papah di sini!" Datang Sultan dan ikut bergabung duduk di dekat Fatih.


"Mau bicara apa? Sepertinya penting sekali."


"Hm ... sebenarnya Lion mau minta izin untuk melamar Kayla."


"Hah." Semua terbengong melihat ke arah Lion.


"Apa?" Sultan akhirnya bereaksi walau telat.


"Maaf, tapi takutnya saya salah dengar, bisa kamu ulangi!"


"Aku ingin melamar Kayla."


"Aku tahu, mungkin terdengar lucu tapi aku serius. Lion memang masih sekolah, tapi dua tahun lagi akan Lion buktikan kalau Lion akan sukses. Lion takut nanti Kayla keburu ada yang lamar. Makanya Lion ngomong sekarang."


" Oke, Om restui kamu. Kita lihat apakah dalam dua tahun ini, perasaan kamu tidak berubah pada Kayla. Om juga mau lihat usaha kamu untuk sukses. Tapi jika dalam dua tahun ternyata perasaanmu berubah katakan saja."


"Tidak akan Om! Perasaan aku ini bukan cinta monyet. Tapi cinta sejati."


"Yang paling penting, apa Kayla mencinti kamu?"


"Iya Pah, aku mencintai Lion!" Kayla langsung menjawab pertanyaan Sultan.


"Kamu menyukai berondong, Kay?"


"Emang kenapa Pah? Lion dewasa dan bisa melindungi Kay."


"Baiklah, terserah kalian. Tapi Papah minta kalian jaga batasan."


"Baik Om, terima kasih."


"Jika kamu masih panggil Om, akan Papah cabut ijinnya!"


"Jangan Pah!" teriak Lion.


Mereka semua tertawa. Lion merasa malu. Dia lalu melirik Kayla dan tersenyum bahagia. Dia akan berjuang keras untuk sukses serta membahagiakan Kayla.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2