
Mala memperhatikan Hasbi dan Fathi yang saling lirik , ada apa dengan mereka ?.
Hasbi berangkat kerja, amih dan apih sudah pulang, bersama dengan keluarga omnya Hasbi.
Kini tinggal mereka bertiga, Kayla sudah bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah. Kayla di dudukkan di atas baby Walker.
Mereka sedang berada di ruang keluarga, menonton Tv .
Mala sedang asyik menonton. Fathi sedang bermain bersama Kayla .
Kayla menangis ingin keluar dari baby walker ia ingin di gendong Fathi.
Mala melihat Kayla yang menangis.
" Kak Fathi , Kayla kenapa ?"
" Tidak apa-apa Mal, cuma minta di gendong , sepertinya dia udah bosan main di baby walker ." Fathi menggendong Kayla .
Mala kembali menonton. Ia ingin sekali bertanya pada Fathi tentang yang dilihatnya tadi di meja makan .
Mala merasa hubungannya dengan Hasbi beberapa bulan ini semakin dekat , mas Hasbi memilih tidur bersamanya bukan bersama Fathi. Ia juga tidak tahu alasannya.
Ini memang tidak sesuai dengan kesepakatan mereka dan tidak adil untuk Fathi. Kadang ia merasa bersalah pada Fathi, namun disaat bersamaan ia juga merasa senang . Ia tidak mau munafik , ia memang bahagia saat Hasbi lebih memilihnya di banding Fathi. Apalagi Kayla juga bersama mereka persis seperti mereka pertama menikah sebelum Fathi sadar dari komanya.
Ia pikir ada sesuatu di antara mereka dan ia berharap dengan sesuatu itu membuat mereka pisah , mungkin terdengar jahat tapi bukankah harapan seorang istri itu menjadi satu -satunya.
Apakah pikirannya salah ? melihat gerak-gerik mereka tadi seperti ada sesuatu yang ingin di sampaikan tapi tidak jadi. Kemala menjadi penasaran . Haruskah dia bertanya pada Fathi.
Kemala melirik Fathi yang sedang tertawa bersama Kayla. Sudah lama ia tak melihat Fathi bersama Kayla karena ia memang membatasi kebersamaan mereka. Biasanya ia akan berada di kamar tapi berhubung ia penasaran akan sesuatu ia terpaksa berdiam di sini.
Fathi juga biasanya akan bersikap jutek tapi sekarang kenapa ia terlihat ramah dan ceria. Oh..apakah karena semalam mereka tidur bersama , mungkin karena Fathi sudah di suntik vitamin oleh Hasbi, ia jadi ceria.
"Aku saja yang sering tidur bersamanya cuma tidur doang gak ngapa -ngapain, cih..malang benar nasibku, semua orang pasti berpikir aku sudah bolong, nyatanya belum, aku adalah istri perawan. Tapi baguslah tidak ada yang tahu ..aku pasti malu kalau orang tahu..!" pikir Kemala.
" Kak Fathi..kelihatannya hari ini berbeda, apa karena semalam tidur dengan mas Hasbi ya ?" Mala tersenyum menggoda Fathi.
__ADS_1
Wajah hati berubah merah..dia malu kalau ingat semalam.
" Syukurlah kak, aku kasihan sama kakak yang selalu tidur sendiri. Mas Hasbi kan selalu memilih tidur bersamaku. Makanya semalam aku suruh dia tidur bersama kakak. Aku gak enak..kak Fathi juga kan istrinya ." Ia berusaha memanas-manasi Fathi.
Fathi bertambah merah wajahnya, namun kali ini merah karena marah. Benarkah..Hasbi ke kamarnya disuruh oleh Mala.
" Tanpa kau tegaskan pun semua orang tahu aku istrinya, bahkan orang sekampung juga tahu aku istrinya. 5 tahun pernikahan kami tidak akan membuatnya lupa hanya karena wanita malang yang terpaksa di nikahinya. Hasbi bahkan bilang padaku sangat merindukan aku, kau tahu? di rumah ini ! semua tempat sudah kami coba ..di tempat kau duduk, kami sering melakukannya , tadi pagi pun mas Hasbi memelukku sambil aku memasak, dia bilang ingin bercinta denganku seperti dulu bebas di manapun . Tapi aku bilang sekarang ada hati yang harus di jaga jangan membuat istri yang lain merasa iri karena tak mampu !"
Fathi tersenyum miring pada Mala, ia berlalu sambil membawa Kayla ke kamarnya.
" Mau di bawa ke mana Kayla kak ? sini biar sama Mala !"
" Aku ibunya, kau nonton saja biar ibunya yang mengasuh Kayla. Ingat ya Mala ! siapa tahu kamu lupa statusmu..Kau hanya istrinya Hasbi bukan ibunya Kayla !"
Kemala merasa tertampar , ia memang bukan ibunya Kayla . Fathilah yang lebih berhak , tapi selama ini ia yang merawatnya.
Ia sangat menyayangi Kayla , ia juga ibunya walau tidak melahirkannya. Jika ada amih di sini , amih pasti akan membelanya. Tapi amih baru saja pulang ia tak ingin merepotkan amih , amih pasti lelah setelah acara kemarin .
Fathi sudah kekamarnya bersama Kayla . Ia sendirian di ruang tamu. Harusnya tadi ia tidak memancing amarah Fathi saat tidak ada amih.
Disinilah sekarang Mala berada setelah dari salon yang menghabiskan waktu 2 jam , ia langsung ke kantor Hasbi.
" Selamat siang mba , bisa bertemu dengan Hasbi Mubarak ?"
" Dengan mba siapa dan ada keperluan apa ? maaf apa mba sudah membuat janji ?"
" Saya Kemala , saya belum membuat janji, bisa tolong hubungi mas Hasbinya dan bilang saya ingin bertemu !"
" Ok..sebentar ya mba saya tanyakan dulu !"
" Baik terima kasih ."
Mala menunggu resepsionis tersebut menghubungi Hasbi, ia sudah berusaha menelepon Hasbi tapi tidak aktif.
" Maaf mba tapi mas Hasbi sedang keluar ."
__ADS_1
" Oh..begitu ya , kira-kira lama tidak ya mba ?"
" kurang tahu ya mba , mungkin lama kan beliau pergi makan siang bersama bos ."
" Oh..ya sudah, terima kasih mba, selamat siang ."
" Siang mba ,"
" Itu kan istri keduanya Hasbi ya, ih amit-amit pelakor , dia gak tahu malu lagi datang ke kantor Hasbi !" Mereka mulai berbisik -bisik tapi Mala yang belum jauh mendengar apa yang mereka katakan .
" Kasian mba Fathi, dia baik , ramah, cantik lagi ...jauh cantiknya dari pada pelakor itu."
" Iya gue sumpahin pernikahannya gak akan bahagia karena sudah merebut kebahagiaan orang lain. Menikah di atas tangis istri pertama kejam banget !"
Perkataannya semakin tajam , hatinya semakin tersayat perih. Bagaimana bisa mereka berkata sekejam itu. Mereka tak tahu apapun. Tanpanya mungkin Hasbi dan Kayla sudah tidak ada dunia ini . Harusnya mereka berterima kasih padanya.
Keputusannya untuk datang ke tempat ini adalah keputusan yang salah.
Kemala berjalan cepat meninggalkan kantor Hasbi. Sia-sia ia menghabiskan waktu di salon.
Sementara Hasbi saat ini berada di restoran sunda . Ia sedang makan siang bersama seorang wanita dan balita.
" Sayang.. kamu makan yang banyak , akhir-akhir ini aku lihat makan kamu cuma sedikit." Ucap Hasbi.
" Iya mas , Kayla juga makan ya ..aaa." Kayla membuka mulutnya ia sudah bisa makan nasi . Kebetulan di sini nasinya pulen.
" Ayo aa...kamu juga makan, kamu suapin Kayla , aku suapin kamu !" Fathi tersenyum dan membuka mulutnya.
Tadi sewaktu dia keluar kamar untuk membuat susu Kayla, tidak ada Mala, ia tidak tahu Mala pergi ke mana .
Tiba-tiba ia terpikir untuk makan siang bersaman Hasbi dan membicarakan masalah kepindahan mereka agar tidak tertunda lagi , ia merasa kesal dengan Mala.
Ia menelepon Hasbi dan Hasbi menjemputnya sekitar jam 11 lewat. Hasbi tidak mengizinkannya pergi sendiri walau dengan mobil on line.
...----------------...
__ADS_1