
Sebulan sudah berlalu setelah acara resepsi Sultan dan Fathi, sekarang Fathi tinggal bersama Sultan.
Mereka tinggal di Surabaya, karena Sultan sedang membangun cabang usaha di sana. Ia akan tinggal sampai beberapa tahun ke depan. Hingga dapat orang terpercaya untuk mengurus cabangnya.
Fathi tidak protes ia akan ikut ke manapun suaminya pergi.
Hasbi dan Mala sedih karena mereka tidak bisa bertemu dengan Kayla lagi.
Mala dan Hasbi sedang sarapan bersama. Hubungan mereka diam ditempat Mala hanya melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri menyiapkan makan dan mengurus segala keperluan Hasbi. Setelah sarapan mereka berangkat dengan mobil masing-masing. Berbeda saat kerja di hotel ia tidak mau memakai mobilnya. Sekarang setelah menjadi sekretaris ia memakai mobilnya. Rumah bekas Fathi Hasbi kontrakkan.
Semenjak Fathi pindah ke Surabaya Hasbi semakin gila kerja untuk mengalihkan pikirannya dari rasa kesepian dan rindunya pada Fathi dan Kayla.
Hani yang menjaga jarak dengannya tidak ia pusingkan. Ternyata nama Fathi masih bertahta di hatinya.Tidak semudah itu untuk berpaling dan menghapus namanya.
Hasbi merasa perutnya sakit, keringat dingin keluar. Ia menahannya karena daat ini ia sedang rapat. Sampai rapat selesai dan semua orang keluar Hasbi tetap duduk . Ia rasanya tak sanggup berdiri.
" Pak Hasbi kenapa?" Salah satu kepala divisi yang ikut rapat bertanya. Sebab ia melihat wajah Hasbi yang pucat.
" Saya tidak apa-apa. Terima kasih Pak. " Hasbi mencoba berdiri tapi ia merasa buminya berputar dan gelap. Hasbi terjatuh lunglai di lantai.
" PAK HASBI !" Kepala divisi itu segera memanggil bantuan. Mereka menggotong Hasbi ke klinik perusahaan.
" Apa? Hasbi pingsan ?" Ryan di telepon oleh kepala divisi. Ia bergegas keluar menuju klinik.
" Hani tolong batalkan jadwal saya hari ini undur untuk besok ya. " Ucap Ryan pada Hani lalu pergi.
" Iya Pak." Jawab Hani heran. Ia pun segera melihat jadwal Ryan .
Sampailah Ryan di klinik kantor.
" Pak Hasbi perlu di rawat di rumah sakit sepertinya dia sakit thypus. Ini baru perkiraan dari hasil pemeriksaan sementara. Untuk lebih jelasnya diperlukan pemeriksaan lanjutan dan lab. Karena itu dia harus di rawat di rumah sakit." Dokter menjelaskan.
" Baikah terima kasih dokter."
"Iya Pak..permisi. "
Dokter melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan Hasbi dan Ryan .
Hasbi berbaring masih tidak sadarkan diri di brankar.
" Kau terlalu berusaha keras untuk melupakan mereka Hasbi, kau hanya menyiksa dirimu." Ujar Ryan. Ryan menelepon Hani.
__ADS_1
" Tolong telepon istri Hasbi dan katakan Hasbi pingsan di kantor. Minta ia datang ke kantor."
" Baik Pak ." Hani menutup teleponnya.
" Hasbi pingsan ? "Gumam Hani.
Ia lalu segera mencari kontak istri Hasbi di buku telepon Hasbi yang terletak di meja kerjanya.
" Halo selamat pagi. " Ucapnya begitu sambungan di angkat.
" Pagi..dengan siapa?"
" Maaf ini benar istri Hasbi?"
" Iya. Maaf ini siapa ya?" Pikiran buruk sudah menggelayuti Mala. Apakah ini selingkuhan Hasbi.
" Saya rekan kerja Hasbi di kantor. Hasbi pingsan sekarang dia berada di klinik kantor. Bisakah anda datang ke sini ?"
" Apa? Pingsan ? Baiklah saya akan segera datang. Terima kasih mbak. "
Mala segera menutup telepon dan membereskan barangnya. Ia masuk ke ruangan Reyhan.
" Apa suami kamu pingsan ?"
" Iya Pak."
" Baiklah..silahkan rawat suami kamu dengan baik. Saya izinkan kamu pulang."
" Terima kasih Pak..permisi ."
Mala segera pulang. Ia tidak heran Hasbi bisa pingsan fisiknya tak sanggup mengikuti skema kerjanya. Bekerja berat, kurang tidur tanpa di ikuti makan yang teratur, Hasbi hanya makan ketika sudah sangat terasa lapar, dan minum air putih hanya setelah makan saja.
****
Hasbi sekarang sudah berada di rumah ia tidak mau di rawat di rumah sakit. Hasbi sadar saat Mala datang . Ia hanya minta obat pada dokter.
Malam ini Mala tidak bisa tidur karena Hasbi panas tinggi. Ia mengompres Hasbi. Hasbi sering mengigau menyebut nama Fathi dan Kayla. Mala merasa jengah dan kesal.
" Kamu keterlaluan Hasbi. Aku yang merawatmu, selalu di sampingmu, bukan Fathi. Sadarlah dia sudah melupakanmu dan tak perduli padamu. " Mala bicara pada Hasbi.
Hasbi yang tertidur membuka mata. Antara sadar dan tidak ia melihat Fathi sedang merawatnya.
__ADS_1
" Fathi kamu di sini. Aku rindu sekali." Hasbi lalu menarik tangan Fathi dan memeluknya. "
" Kamu panas Hasbi. Jangan sakit cepat sembuh. " Ucap Fathi.
" Kalau kamu ada di sini, aku akan cepat sembuh. "
Hasbi lalu mencium Fathi. Ia menjatuhkan Fathi ke sisinya dan berbaring di atas Fathi.
Mala yang merasa terluka meronta. Hatinya sakit Hasbi menganggapnya sebagai Fathi. Bahkan Hasbi menciumnya karena menganggap ia adalah Fathi.
Ia dapat merasakan kulit Hasbi yang panas. Ia berusaha untuk melepaskan kungkungan Hasbi tapi walau sakit tenaga Hasbi begitu kuat.
" Lepas Hasbi..lepas ..sadarlah aku Mala bukan Fathi." Mala berteriak pada Hasbi.
" Tenanglah Fathi. Aku begitu mencintaimu..kenapa kau pergi jauh dan membawa Kayla juga."
" Kau begitu cantik aku rindu dengan harum kulitmu." Hasbi menaikkan daster yang di pakai Mala. Ia mulai menyentuh Mala mulai dari perut dan membelainya...Mala berontak ia tidak mau melakukannya karena Hasbi hanya menyebut nama Fathi. Ia tidak sudi.
Namun Mala hanya seorang wanita. Tenaganya kalah besar dari Hasbi yang sudah kalap.
Ia melewati malam itu dengan tangisan dan erangan Hasbi. Permainan Hasbi begitu lama. Jika Hasbi melakukannya secara sadar ia pasti bahagia dan menikmati. Walau ia mendapat pelepasannya tapi hatinya sakit.
Hasbi tertidur setelah puas melepaskan nafsunya.
Mala menangis dan bangkit ia memakai baju daster yang sudah terkoyak. Ia lalu beranjak dari kamar itu. Ini adalah malam tragedi baginya.
Saat pagi. Mala datang ke kamar Hasbi dan menaruh makanan di meja samping tempat tidur Hasbi.
Ia menyentuh kening Hasbi dan panasnya sudah turun. suhunya sudah normal lagi.
Mala membangunkan Hasbi hingga Hasbi bangun. Ia menyuruh Hasbi makan dan ia menyiapkan obat Hasbi lalu pergi dari kamar itu. Ia tidak ingin terlalu lama di dekat Hasbi.
Hasbi makan sendiri dan meminum obat. Ia teringat mimpinya semalam. Ia meraaa mimpi itu sangat nyata karena ia dapat merasakan kulit Fathi yang halus juga ia dapat merasakan puncaknya. Hasbi tersenyum. Ia lalu minum obat. Hasbi beranjak bangun hendak ke kamar mandi ia terkejut mendapati dirinya yang polos. Ya ampun ia bermimpi sampai melepas bajunya. Baru kali ini mimpinya seperti itu. Sensasinya terasa nyata. Hasbi mengambil celananya yang ada di atas kursi lalu memakainya.
Hasbi akan mandi junub. Ia berjalan perlahan ke kamar mandi karena masih merasa pusing.
Sedangkan Mala ia sedang sarapan sendiri.
Ia sudah menelepon pada Reyhan dan meminta izin untuk hari ini, karena suaminya masih sakit. Reyhan mengizinkannya.
...----------------...
__ADS_1