
Suasana di ruang tengah menjadi tegang , Kayla yang terkejut mendengar suara amih teriak , menangis. Ia memangil bubu , Mala menggendongnya dan membawanya ke kamar.
" Bu Najwa ..maaf , tapi lebih baik kita serahkan saja urusan ini pada mereka, biar mereka yang menentukan !" Saran Bunda.
" Tidak..kalau tergantung mereka , mereka tidak akan pergi bulan madu, lalu hubungan Hasbi dan Mala selamanya akan seperti ini. Mereka suami istri, tapi Hasbi memperlakukannya seperti babysitter yang cuma mengasuh Kayla !"
" Amih tahu tidak boleh ikut campur tapi amih tidak bisa diam saja melihat Mala selalu menangis sendirian , kasihan Mala. "
" Amih benar, amih tidak perlu ikut campur. Mala sudah tahu resikonya ketika akan menikah denganku ! aku sudah bilang padanya aku punya istri , dan anak, aku juga sangat mencintai istriku, aku juga bilang kalau aku akan memperlakukan dia layaknya seorang teman . Dia sudah tahu itu ..dia tahu resikonya jika menikahiku. Memangnya apa yang diharapkan dari menikahi pria yang sudah beristri !" Hasbi berbicara dengan lantang mengeluarkan segala yang dipendamnya.
" Kebahagiaan ! bahkan kini aku tak punya kebahagiaan.Mala menangis sendirian, lalu bagaimana dengan Fathi ? dia juga menangis sendirian. Aku tahu walau dia tersenyum hatinya terluka. Aku harus bagaimana amih, bersama siapapun aku , akhirnya aku akan tetap menyakiti mereka ! Aku tak pernah membayangkan hidupku akan seperti ini !" lanjut Hasbi.
"Amih..tolong amih ! coba katakan bagaimana caranya agar tidak ada yang terluka dari perkawinan ini. Aku sudah sering memikirkan ini setiap saat , tapi aku tak menemukan jawabannya ! " Hasbi mengeluarkan air matanya.
" Mas..sudah mas..istigfar mas, Jika kau menanyakan takdir yang telah Allah gariskan, maka kau tak akan pernah menemukan jawabannya mas. Jangan mempertanyakan takdir tapi jalani saja takdir itu ! Ikhlas menerima qadar baik dan buruk . Kadang memang terasa berat dan sakit , kita kembalikan semua pada Allah mas. Bagaimana Allah akhirnya menyelesaikan semua masalah ini, itu adalah yang terbaik. Jalani saja takdir mas sesuai dengan ketentuanNya . Jadilah suami untuk Mala bukan hanya teman mas !" Fathi mencoba menenangkan Hasbi dan menasehatinya.
" Maaf .. maafkan aku Fathi , aku memang suami yang brengsek aku telah menyakitimu. Maaf ." Hasbi memeluk Fathi dan menangis.
" Aku harus bagaimana ? bisakah aku memutar waktu Fathi ?"
" Tidak mas..sudah mas..jangan begini ! Aku baik-baik saja , kita baik-baik saja ..percayalah semua kesakitan ini akan berlalu !" Fathi merenggakan pelukan Hasbi dan menatap wajahnya .
" Bagaimana ? bagaimana caranya berlalu ? 10 atau 50 tahun lagi sama saja , kalian istriku dan aku akan selalu dalam posisi yang serba salah !"
" Kalau begitu lepaskan ! lepaskan salah satu yang menjadi bebanmu !" Fathi terdiam dan menatap Hasbi yang berurai air mata.
__ADS_1
"lepaskan aku mas..aku adalah beban terbesarmu !" Hasbi kembali mendekap Fathi.
" Tidak..apa yang kau katakan ! jangan Fathi..jangan pergi dariku, atau aku akan mati. Maafkan aku telah melukaimu , jangan tinggalkan aku ..aku mencintaimu Fathi , aku mencintaimu " Hasbi mengeratkan pelukannya.
" Fathi bawalah Hasbi ke kamar kalian istirahatlah. Biarkan Hasbi tenang dulu jangan banyak bicara apa lagi membahas perpisahan .Tenangkan dulu diri kalian masing-masing , Sholatlah agar hati kalian tenang. Ayah dan bunda pulang dulu ya ."
" Iya ayah ..maaf kalian harus melihat semua ini, Fathi baik-baik saja kalian tidak usah khawatir. Hati-hati di jalan yah..bun, maaf tidak bisa mengantar ke depan ."
" Iya ..ayah mengerti sudah kamu pergilah ajak Hasbi ke kamar !" Fathi mengangguk, dan berlalu pergi bersama Hasbi yang masih memeluknya.
" Bu Najwa, saya mohon janganlah menekan mereka , kondisi mereka saat ini sedang tidak baik , pernikahan mereka sedang retak karena seseorang memaksa masuk . Jika tak hati -hati bertindak pernikahan ini bisa hancur bukan hanya 1 bahkan ke 3 nya bisa terpuruk !" Ujar ayah.
" Iya bu Najwa , apalagi Hasbi sebagai suami yang sangat mencintai istrinya, yang selalu menjaga perasaannya dan selalu berusaha membuat Fathi bahagia, tiba-tiba secara tidak langsung harus dipaksa untuk menyakiti istrinya. Dia pasti sangat dilema bu Najwa. Pikirkan 3 perasaan di sini, bukan hanya 1, bukan hanya Mala saja !" Amih diam tidak menanggapi ucapan bunda.
" Baiklah bu Najwa kami permisi, terima kasih atas undangannya. Tolong pikirkan baik-baik apa yang kami katakan ! Assalamu'alaikum " Pak Kamil dan Bu Siti beranjak pulang.
Mala mendengarkan semuanya . Ia duduk di atas kasur termenung dan meneteskan air mata. Ia menghapus air matanya.
" Mengapa semua terasa sulit tapi Fathi begitu tegar . Jika aku menjadi Fathi mungkin aku sudah lama ingin bercerai atau memaksa Mas Hasbi untuk menceraikan istri keduanya atau aku akan menyiksa istri kedua agar dia sendiri yang memilih mundur. Tapi Fathi berbeda dia justru ingin berdamai denganku, membuat kesepakatan denganku dan menyarankan mas Hasbi agar mau melakukan kewajibannya padaku , terbuat dari apa hatinya. " gumam Mala.
Aku akan berbicara pada amih nanti untuk tidak menekan mas Hasbi, kasian dia.
Sementara di kamar Fathi. Hasbi sedang tiduran sambil terus memeluk Fathi .Ia tidak mau melepaskannya apalagi setelah Fathi mengucapkan minta dilepaskan. Tidak ..tentu tidak akan pernah dia melepaskan Fathi.
" Fathiyah.. apakah kamu benar-benar ingin agar aku menjadi suami sesungguhnya untuk Mala ? Apakah karena aku tidak mau melakukan itu dengan Mala kamu jadi ingin pisah denganku ?"
__ADS_1
Fathi diam tidak menjawab karena sesungguhnya dia tidak rela , tapi itu sudah kewajiban suaminya. Dia ingin berpisah karena memang dia tidak ingin dipoligami . Fathi tidak menjawab ia hanya meneteskan air mata.
" Jika memang itu yang kau inginkan, jika memang itu akan membuatmu tetap berada di sisiku, maka akan ku kabulkan !"
Hasbi bangkit dan turun dari ranjang , ia akan ke kamar Mala.
Fathi diam melihat Hasbi. ia menangis.. saat Hasbi akan membuka pintu. Fathi segera bangkit dan menarik tangan Hasbi.
" Tidak mas... tidak.. aku harus bagaimana mas... ini menyiksaku !" Fathi menangis tersedu. Hasbi memeluknya mereka terduduk di lantai saling berdekapan.
" Ya Allah maafkan aku, sulit sekali untuk rela mengijinkannya bergaul dengan maduku . maafkan aku ya Allah, Bimbing aku , kuatkan aku." batin Fathi.
Hasbi menguraikan dekapannya ia menghapus air mata Fathi..
" Sssh..jangan menangis..kau tahu hatiku sakit melihatmu menangis, terlebih itu karena aku. Aku tidak akan menghianatimu, kau tahu aku begitu mencintaimu. Walaupun Mala istriku kau tahu mengapa aku menikahinya. Aku tidak akan pernah menyentuhnya Fathi ..hanya kamu !"
" sst ..mas jangan bicara seperti itu ku mohon !"
" Baiklah.. !"
Hasbi kemudian mencium kedua kelopak mata Fathi bergantian . lalu ia mencium pipi kanan Fathi , hidung dan terakhir bibir pink itu.
Hasbi menggendong Fathi dan menciumnya kembali...lalu ia duduk di tepi tempat tidur dengan
Fathi berada dalam pangkuannya. Kegiatan pun berlanjut..
__ADS_1
...----------------...