Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Extra Bab. Mimpi ?


__ADS_3

Pesawat itu terjatuh dengan sangat keras di tengah lautan. Pesawat terbelah menjadi dua.


Sultan terbangun tepat ketika dia masuk ke dalam air matanya terbuka nafasnya terengah di lihat jam yang menghiasi dinding kamar hotelnya. Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. "Mimpi apa aku barusan, Jangan sampai itu terjadi ya Allah. Berilah hambaMu ini perlindungan. Semoga hamba selamat sampai di Indonesia. Amiiin " Gumamnya sambil mengusap wajahnya. Sultan segera bangun dan mandi setelah itu ia mengepak barang untuk pulang . Ia termenung sejenak lalu menelepon ke agen penjualan tiket untuk menanyakan adakah tiket pesawat hari ini ke Indonesia. Akhirnya Sultan mendapatkan tiket pesawat jam setengah 7. Ia segera bergegas atau akan ketinggalan pesawat. Dia terlebih dahulu menelepon pilot pesawat pribadinya untuk memberi tahu kalau dia akan berangkat menggunakan pesawat komersil, bukan pesawat pribadi. Sultan juga menyuruh agar pesawatnya di cek secara keseluruhan sebelum berangkat pulang ke Indonesia.


Meski heran pilot itu mengiyakan saja.


Sultan pun segera keluar kamar untuk check out.


Mamah..Mah..Mah bangun...Mah.." Kayla teris membangunkan mamahnya yang tertidur di depan tv.


Fathi membuka matanya dan nafasnya terengah.


" Astagfirullah mimpi apa itu? Semoga suamiku baik-baik saja. Amiin " Gumamnya seraya mengusap wajahnya.


" Aduh sayang maafin Mamah ya Mamah tertidur. "


" Ini lihat gambar Kayla ."


" Iya."


" Udah yuk kita siap-siap sholat Isya dulu "


Tring...


Suara notifikasi terdengar ada chat dari suaminya. Suaminya berangkat pulang naik pesawat komersil. Kenapa tidak pakai pesawat pribadi?


Adzan Isya terdengar. Fathi mengambil wudhu. kemudian Fathi sholat untuk mendo'akan suaminya, agar selamat dalam perjalanan pulang.


Sultan sendiri sudah naik dalam pesawat di kelas bisnis. Ia berdo'a semoga selamat sampai tujuan. Mimpinya semalam membuat dia takut. Dia terus melafadzkan do'a dalam hatinya dan berdzikir kepada Allah.


Pesawat sudah berada di cakrawala membelah mega. Terjadi guncangan kecil atau turbelensi Sultan memegang erat kursinya. Perjalanan kali ini membuatnya stress.


Sementara itu teknisi yang memeriksa pesawat pribadi Sultan. Menemukan kerusakan pada pesawatnya, bukan kerusakan alami tapi kerusakan yang disengaja. Pesawatnya telah di sabotase. Ia memberikan laporan pada Erik, karena Sultan masih dalam perjalanan. Teknisi itu sengaja memberi tahukannya dengan segera karena sabotase ini menandakan ada penyusup atau pengkhianat. Sebab tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam pesawat. Untunglah Tuan Sultan tidak menaiki pesawat ini. Bila itu terjadi maka mungkin dia sudah hilang berada entah di mana.


Sang Pilot pun merasa bersyukur dan berterima kasih dalam hati kepada Sultan karena dia tidak menaiki pesawat itu. Apalagi istrinya sedang hamil saat ini. Ia terhindar dari malapetaka.


Erik yang baru saja ingin tidur langsung bangun dan menelepon orang kepercayaan Sultan untuk menyelidikinya.


Fathi tidak bisa tidur ia merasa gelisah. Kayla sendiri sudah tertidur pulas. Sekarang sudah jam 11 malam. Fathi mengambil wudhu dan mengaji dia membaca yasin untuk menenangkan hatinya dan keselamatan Sultan. Ia mengusap perutnya.

__ADS_1


Setelah beberapa jam Sultan akhirnya merasakan ketenangan sekarang jam 11 lewat . Sebentar lagi waktunya makan siang. Ia teringat mimpinya. Rasanya dia tidak ingin makan. Dia ingat tadi sebelum naik pesawat, dia sempat membeli roti dan minuman. Ia membuka tas yang memang sengaja ia tidak taruh di bagasi. Ia membuka rotinya dan memakannya.


Datang pramugari yang membawa makan siang. Sultan hanya melihat wajahnya sekilas lalu beralih menatap jendela.


Pramugari yang tersenyum genit itu langsung cemberut begitu Sultan mengalihkan tatapannya.


Ia menaruh makan siang dan minuman di meja kecil. Lalu pergi.


Sultan sama sekali tidak menyentuh makanan dan minuman itu. Dia hanya memakan roti yang dibawanya.


Fathi tertidur dalam zikirnya. Ia kemudian terbangun, sudah jam setengah 4, masih ada waktu untuk tahajud walau cuma 2 rakaat.


***


Alhamdulillah , Sultan akhirnya sampai di Indonesia jam 7 pagi, dengan selamat. Erik menjemputnya. Dalam perjalanan Erik menceritakan semua laporan teknisi pesawat itu. Sultan tentu shock luar biasa ternyata mimpi itu menyelamatkannya . Sultan menceritakan mimpinya pada Erik.


" Jadi Tuan bermimpi malamnya kalau pesawat yang tuan tumpangi jatuh di atas laut ?"


" Iya, itu seperti nyata. Saya langsung pesan tiket pesawat. Sebenarnya kalau bukan karena saya rindu keluarga, saya tidak mau bepergian naik pesawat. Lalu saya pikir mungkin kalau pesawat komersil gak apa-apa. Saya juga membeli banyak makanan untuk bekal . Saya tidak mau makan makanan dari maskapai. "


" Alhamdulillah Allah sangat menyayangi tuan, Dia memberi petunjuk lewat mimpi itu. Kalau tuan naik pesawat pribadi sudah bisa dipastikan mimpi itu akan menjadi kenyataan. Begitu tuan menyuruh Pilot untuk mengecek pesawat, ia langsung menelepon teknisi. Dan teknisi itu menemukan kalau pesawat sudah di sabotase. Saya sudah menelepon Arsen untuk menyelidikinya. "


" Iya tuan. Oh ya tuan, Pilotnya menitipkan pesan pada saya. Katanya terima kasih. Karena tuan dia terhindar dari bahaya, dia masih di beri kesempatan untuk bersama istrinya. Istrinya sedang hamil 7 bulan. "


" Itu bukan karena saya tapi karena Allah. Sampaikan juga selamat atas kehamilan istrinya."


" Baik tuan akan saya sampaikan"


Mobil sampai di kediaman Sultan.


" Erik, kamu tidak masuk dulu."


" Tidak tuan terima kasih , saya akan langsung ke kantor. "


" Terus nanti siapa yang bawain bawaan saya ke dalam. Ayo cepat ! Aku tidak sabar bertemu Fathi."


" Huh..ternyata nyuruh ke dalam ada maunya !" Cibir Erik.


Sultan tidak perduli dia segera berlari mencari keluarganya.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum Mamah sayang..Kayla..Papah pulang !" Sultan masuk sambil berteriak.


" Papah.." Kayla berlari dari dapur lalu memeluk kaki ayahnya. Sultan menggendong Kayla.


" Mana Mamah ?"


"Masak Papah. Mamah macak banyak. "


" Ini simpan di mana tuan ?"


" Simpan di situ aja terima kasih . Kau boleh pergi !"


" Makan dulu Erik sebelum kamu pergi !" Suara Fathi menimpali perkataan Sultan. Sultan langsung menghampiri Fathi dan memeluknya. Dalam hati ia sangat bersyukur masih di beri kesempatan untuk terus bersama istri dan anak-anaknya.


" Alhamdulillah rezeki anak soleh. Iya Bu makasih ."


" Katanya kamu mau pergi ke kantor?"


" Kata tuan saya di suruh masuk dulu ."


" Udah jangan ribut. Ayo sayang kamu pasti lapar. Aku masak banyak pagi ini. "


" Kamu tidak tahu sayang seberapa laparnya aku. Makananmu pasti habis !"


" Iya Bu..kebetulan saya tidak sempat sarapan ."


" Ya sudah ayo..kita langsung saja serbu ke meja makan !"


" Iya Kayla juga lapar.."


Semua tertawa dan mereka menuju ke ruang makan. Tersaji banyak hidangan . Sultan dan Erik makan dengan sangat lahap.


...----------------...


Hehe..Shock therapi buat readers.. ternyata itu hanya mimpi Sultan atau petunjuk buat Sultan.


jangan lupa like komen jika berkenan lemparkan author bunga ...😁 Terima kasih buat semuanya.


Author ada rekomen bacaan yang bagus buat kalian. Di baca ya, sambil nunggu author up nanti siang.

__ADS_1



__ADS_2