Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Berziarah


__ADS_3

Setelah acara lamaran dadakan Lionell mereka semua sekarang sedang berbincang.


Mala menceritakan, kisah tentang awal mula ia bertemu orang tua Lion.


Mala dan Hasbi juga menceritakan orang tua Lion dan memberi tahu di mana mereka menguburkan mereka.


Lion menangis dan memeluk Mala, berterima kasih kepada orang tuanya yang telah begitu mencintainya, walau dia bukan anak kandung mereka.


"Besok Lion ingin mengunjungi makam mereka boleh, Bu? Bersama dengan Kayla."


"Boleh sayang. Kamu tahu Bubu merasa lega setelah kamu mengetahui semuanya dan ternyata kamu tidak marah pada kami."


"Tidak mungkin aku marah pada Bubu dan Papah, yang begitu menyayangi aku."


"Kewajiban kamu nak untuk mendo'akan mereka sebagai seorang anak. Kamu bebas berkunjung ke makam orang tuamu." Hasbi menasehati Lion.


"Iya Pah."


"Kay, mau kan besok kita ke makam orang tuaku."


"Iya, Yon."


...****...

__ADS_1


Hari ini mereka berencana sepulang sekolah akan mengunjungi makam orang tua Lion. Teman-teman Lion mau ikut.


Mereka sedang berada di parkiran menunggu Alfa.


"Yon, Alfa lama banget, ke mana sih, tuh anak?" tanya Rio.


"Piket mungkin," jawab Lion.


"Gue mah kalau piket, gue tinggalin," celetuk Ogi.


" Lo sama Alfa, beda! Alfa bertanggung jawab kalau lo bertanggung malu." Lion dan Rio tertawa.


"Kurang asem lo." Ogi cemberut.


"Maaf, gue telat. Piket dulu," ucap Alfa.


"Kita berangkat sekarang yuk, kita harus jemput Kayla dulu di kampus!" ucap Lion


"Kuy!" ucap Ogi. Mereka semua menaiki kendaraan masing-masing. Lion dan Alfa naik mobil, sedangkan Rio dan Ogi naik motor.


Mereka pergi ke kampus lebih dulu, untuk menjemput Kayla.


Sampai di sana Kayla sudah menunggu di dekat gerbang kampus. Mereka lalu pergi ke makam.

__ADS_1


Kayla pernah ikut ke makam orang tua Lion, jadi dia tahu di mana makamnya.


Lion dan kawan-kawan sekarang sudah berada di depan pusara ke dua orang tuanya . Mereka dikuburkan berdampingan.


Lion bersimpuh di depan pusara ibunya lalu menaburkan bunga, dia memejamkan mata dan memanjatkan do'a. Semua ikut berdo'a.


Lalu Lion beralih ke makam ayahnya dan menaburkan bunga kemudian memanjatkan do'a untuk mereka.


"Ayah ... Bunda, terima kasih sudah berjuang untuk melahirkan aku. Yang kalian lakukan tidak pernah dapat aku balas, hanya do'a yang bisa ku panjatkan untuk kebahagiaan kalian. Maaf kan aku yang baru mengetahui tentang kalian. Aku sayang kalian walau kita tidak pernah bertemu. Dalam tubuhku mengalir darah kalian. Berbahagialah di sana tidak usah mengkhawatirkan aku, karena aku sudah bahagia di sini. Bubu dan Papah sangat menyayangiku seperti anak sendiri. Aku sangat beruntung bertemu mereka dan itu karenamu Bunda." Lion berhenti sejenak karena dia sudah tak kuasa menahan tangis.


Kayla menepuk-nepuk punggung Lion.


"Bunda, aku ke sini bersama Kayla dan sahabat-sahabat baikku. Kayla adalah orang yang kucintai. Restui kami Bunda, Ayah. Aku sudah melamarnya. Kayla juga anak Papah. Aku juga rindu ayah. Datanglah kalian dalam mimpiku. Aku ingin melihat wajah kalian sekali saja." Lion sangat berharap dapat bertemu orang tuanya.


Lion terdiam sambil menghapus air mata di pipinya.


"Bunda, Ayah, kenalkan aku Kayla. Tadinya aku adalah kakaknya Lion, tapi sekarang aku jadi kekasihnya Lion. Bunda, Ayah restui kami. Lion adalah pria yang baik, terima kasih sudah melahirkan pria sebaik dia."


Semua bergantian mengenalkan dirinya. Setengah jam mereka di sana.


Kini mereka dalam perjalanan. Lion mengajak mereka ke kafe untuk merayakan atau syukuran karena lamarannya di terima. Istilahnya Pj atau PL ( Pajak Lamaran).


Lion lupa satu hal masih ada lagi yang harus di mintai restu yaitu Amih dan Apih. Semoga mereka merestui Lion dan Kayla.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2