Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 9 Kedatangan Mertua


__ADS_3

Mala menunggu di meja makan bersama dengan Kayla.


Mala bingung kenapa mereka lama sekali, apa yang mereka bicarakan ? Apakah mas Hasbi tidak setuju dengan kesepakatan yang Mala dan Fathi buat ?.


Apakah mas Hasbi tidak ingin tidur berdua dengannya?


Mala bingung dan banyak pikiran negatif di otaknya .


Terdengar suara langkah kaki, mereka akhirnya muncul.


" Maaf Mala kami lama ." ucap Fathi.


" ah iya kak..tidak apa-apa ." Mala tersenyum .


Fathi dan Hasbi duduk berseberangan , Hasbi duduk disamping Mala, sedangkan Fathi duduk di hadapan Hasbi.


Melihat Mala yang sulit makan karena menggendong Kayla, Fathi berinisiatif mengambil Kayla dari gendongan Mala.


" Sini biar aku gendong Kayla !" Mala membiarkan Fathi menggendong Kayla.


" Mas mau makan apa ? biar aku ambilkan !" Tanya Mala.


" Terserah kau saja , semuanya terlihat enak ." Mala mengambilkan semua jenis makanan.


Fathi sempat mencuri lirik pada mereka, dalam batinnya, hati dan ego sedang berdebat, Mala juga istrinya, sudah hak dan kewajibannya melayani suaminya ..eh bukan.. suami mereka.


Namun ego menolaknya dan melarang Hasbi dan Mala untuk berdekatan , cemburunya membuat Fathi merasakan amarah dan sakit hati ingin rasanya berteriak pada Mala untuk tidak mendekati suaminya.


Fathi menepis semua perasaan negatifnya dan menekan egonya dia tidak boleh kalah oleh amarah .


Ini resiko setiap istri yang bersedia maupun tidak di poligami . Harus punya stok kesabaran lebih, harus menekan rasa cemburu dan jangan egois . Sulit memang dan tidak semua mau atau mampu termasuk dirinya. Tapi ini takdirnya ia bisa apa selain menerimanya dan membuat takdir ini nyaman untuknya.


Entah bagaimana akhir dari kisahnya nanti, ia pasrahkan pada Allah Zat yang menggenggam hidupnya.


" Mamama.." Suara Kayla membuyarkan lamunan Fathi .


" Apa sayang.. pinter ..udah bisa panggil mamah ya ..Kay mau apa?" Kayla hanya menanggapinya dengan menggerak-gerakan tanganya sampai tangan mungilnya tak sengaja menyenggol sendok makan Fathi hingga terjatuh , dan ada sedikit nasi tercecer.


" Eits.. sayang , semangat amat sampai jatuh sendoknya hem ." Fathi menciumi pipi Kayla.


Mungkin Kayla tak ingin mamahnya terus memperhatikan Hasbi dan Mala, ia tak mau mamahnya bersedih dan mencoba mengalihkan perhatiannya. Pikiran Fathi seperti itu.


Setelah mengambil sendok yang baru, Fathi melanjutkan makannya.


" Aku sudah selesai makannya , aku berangkat dulu sudah siang !" Fathi dan Mala bangkit lalu mengikuti Hasbi ke depan.


Fathi yang menggendong Kayla , memberi tangan Kayla untuk salim pada papahnya , lalu Hasbi mencium pipi Kayla.


Bergantian kini Fathi yang mencium tangan Hasbi dan Hasbi mencium pipi serta kening Fathi.


Mala juga mencium tangan Hasbi lalu menundukkan kepala berharap Hasbi mau mencium keningnya. Fathi mengalihkan pandangannya pada Kayla.


Hasbi menengok pada Fathi dia tahu Fathi tidak ingin melihatnya mencium kening Mala , Hasbi kembali menatap Mala lalu dia pergi seraya mengucap salam .


Fathi dan Mala menjawab salam Hasbi . Setelah mobil Hasbi tak terlihat lagi, Mala pergi ke dapur untuk membereskan bekas makan mereka, dengan menahan rasa sakit karena secara tidak langsung dia mendapat penolakan dari Hasbi di depan Fathi, itu membuatnya sangat malu .


Fathi sendiri sebenarnya tidak melihat apapun karena dia sedang melihat Kayla pada saat itu. Jadi dia tidak tahu apa yang terjadi.


Fathi menutup pintu dan hendak membereskan rumah , dia meletakkan Kayla di baby walker dan dikaitkan pada kaki meja dengan tali panjang agar Kayla tetap bisa berjalan tapi tidak bisa jauh atau meluncur ke luar.

__ADS_1


Fathi menyapu rumah sambil sesekali mengajak Kayla bercanda. Saat Fathi ke belakang untuk mengambil kain pel Mala mengambil Kayla dan membawanya ke kamar.


Fathi yang kembali ke ruang tengah terkejut karena tidak melihat Kayla, dia mencari Kayla ke kamar Mala .


Tok...Tok...


" Mal, apa Kayla bersamamu ?"


" iya kak, Kayla di sini !" Teriak Mala tanpa membukakan pintu .


" Oh..syukurlah !" Fathi kemudian kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan pekerjaannya.


Setelah semuanya beres ,Fathi beristirahat duduk di sofa depan televisi.


Tok...tok..


Fathi berjalan kedepan untuk membukakan pintu .


"Assalamu'alaikum ," suara dari luar terdengar seperti suara amih.


" Wa'alaikumsalam " Fathi bergegas membukakan pintu.


Ceklek...


" Amih , apa kabar ?" Tanya Fathi seraya mencium tangan amih.


" Alhamdulillah baik sayang, bagaimana kabarmu ?" smih bertanya balik .


" Masuk ...mih , kabar kami semua Alhamdulillah baik." Ucap Fathi seraya menutup pintu lalu melangkah ke sofa bersama amih .


" Silahkan duduk dulu mih, mau minum apa ? "


" Iya mih, Fathi tinggal dulu ya ." Fathi beranjak ke dapur.


" Bagaimana mereka, apakah mereka akur ? Dimana Mala dan Kayla ?" Gumam amih.


Tak lama Fathi muncul dari belakang, membawa nampan berisi Air teh dan kue .


" Silahkan dinikmati mih, selagi hangat minumannya !" Fathi lalu duduk setelah meletakkan nampan di atas meja.


" Terima kasih... hm..teh buatan kamu memang enak , bikin amih ketagihan dan suka kangen teh buatan kamu ." Amih meminum teh diselingi dengan memakan kue.


" Alhamdulillah di kangenin amih," Ucap Fathi sambil tersenyum .


" Oh ya di mana Kayla dan Mala ?" tanya amih.


" Mala ada di kamar bersama Kayla ."


" Oh..padahal amih kangen sama Kayla ."


" Kalau begitu biar Fathi panggil ya, sebentar mih !" Fathi berlalu ke kamar Mala.


" Iya ..."


Tok...tok..


" Mal, ada amih di depan , dia mau ketemu kamu sama Kayla !"


" Iya kak sebentar, nanti aku ke sana !" Teriak Mala dari dalam.

__ADS_1


" Kenapa dia gak buka pintu ? " Gumam Fathi lalu beranjak pergi kembali ke ruang tengah.


" Sebentar amih, Mala sebentar lagi ke sini !" Fathi kalu duduk .


Amih tersenyum seraya menganggukkan kepala. Tak berapa lama Mala datang bersama Kayla.


" Aduh cucu amih, makin cantik aja !" Amih mendekati Mala dan menggendong Kayla. Lalu Mala mencium tangan amih.


" Apa kabar mih ?"


" Alhamdulillah baik , kabarmu ?"


" Alhamdulillah baik mih. "


Mereka duduk bersama dan mengobrol. Amih memperhatikan Mala, wajah Mala terlihat sembab seperti habis menangis. Ada apa dengannya? Ini masih pagi dan kenapa dia menangis , apakah karena Fathi? apa Fathi berlaku baik pada Mala ? .


Amih merasa penasaran , nanti dia akan berbicara dengan Fathi berdua .


" Kayla sayang, kangen amih gak ..hem..." Amih mecium perut Kayla dan wajah Kayla, Kayla tertawa ceria.


" Wanginya cucu amih ." lanjutnya.


" Amih maaf, Fathi tinggal sebentar ya mau ke kamar mandi dulu !" Fathi beranjak ke kamar mandi yang ada di dapur.


" Iya, hm.. Mala titip Kayla sebentar amih mau ngambil minum lagi !"


" Biar Mala saja yang ambilkan amih !"


" Tidak usah biar amih aja ." Amih beranjak ke dapur.


Amih duduk diruang makan , menunggu Fathi.


Ceklek...pintu kamar mandi terbuka.


" Amih .. kok di sini ada apa?" Tanya Fathi begitu melihat Amih di dapur.


" Amih sengaja menunggu kamu , amih.. ingin bicara !"


" Bicara apa mih, sepertinya penting ?"


" Begini, wajah Mala terlihat sembab sepagi ini ada apa ? apa kalian bertengkar ?"


" Astagfirullah , kenapa amih bilang kita bertengkar ? Fathi tidak tahu kenapa wajah Mala sembab , dan kami tidak bertengkar .Begitu mas Hasbi pergi Mala langsung ke kamar sampai amih datang baru Mala keluar !"


" Maaf, bukannya amih menuduh, tapi tidak mungkin Mala menangis tanpa sebab , amih cuma ingin tahu apa sebabnya , amih khawatir hubungan di antara kalian tidak baik . Syukurlah kalau kalian tudak bertengkar. "


" Amih tidak ada yang baik- baik saja dari hubungan ini , tapi bukan berarti kami harus bertengkar adu mulut atau jambak-jambakan. Dan menangis sudah seperti sahabat kami wanita yang mengalami poligami, jika Mala bersedih Fathi mengerti karena kadang Fathi juga seperti itu. Coba jika amih berada di posisi kami, melihat suami memberi perhatian pada Wanita lain di hadapan kita, mungkin kami tersenyum tapi batin kami menangis . "


" Maaf bukan amih tidak mengerti kalian, amih tahu pasti berat menjadi kamu Fath, tapi coba pahami dan menerima semua takdir dengan ikhlas. Juga cobalah menerima Mala, anggap dia adik kamu !" Fathi tersenyum pahit. Mudah untuk berbicara Fathi yakin jika amih yang mengalami ini pasti amih akan meminta cerai saat itu juga atau selalu menyiksa madunya. Jangan bilang mengerti atau tahu perasaan kami , karena amih tak akan mengerti . Dan Fathi juga sudah menerima takdir ini juga Mala. Mengapa amih berpikir buruk tentangnya ?.


" Amih..do'akan saja agar kami bertiga dapat melalui semua ini dengan baik , menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah ."


" Ya ..tentu amih selalu berdo'a untuk kebahagiaan kalian . "


" Terima kasih, ayo amih kita kembali ke dalam . "


" Ayo.. nanti Mala curiga kita lama di dapur !"


Mereka kembali ke ruang tengah.

__ADS_1


__ADS_2