Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 66


__ADS_3

DUAR.....


DUAR..


Tiba-tiba hujan turun..Kilat menyambar. Suara petir terdengar. Mala cepat-cepat menutup semua jendela. Padahal ia akan berangkat kerja tapi cuaca ekstrim membuatnya malas. Andai dia tidak bertukar shift dengan temannya. Ia sudah dalam perjalanan pulang sekarang. Seharusnya ia shift pagi sekarang tapi ia tukar jadi sore karena ia takut bertemu dengan Reyhan. Memorinya kembali pada kejadian kemarin


Flash back on


Pertemuannya dengan Rey kemarin mengejutkannya. Rey datang ke hotel dengan istri dan anaknya. Mereka chek in lalu pergi ke kamarnya. beberapa puluh menit kemudian, Rey turun lagi dan mengajaknya bicara. Tentu ia menolaknya karena tidak enak di lihat temannya.


Entah bagaimana saat ia pulang, Rey sudah menunggunya di tempat ia biasa menunggu Mobil on line.


Rey memaksa untuk ia ikut dengannya. Ia mengancam akan mengadu pada atasan Mala kalau Mala telah menggodanya. Mau tak mau ia akhirnya ikut dengan Rey.


Reyhan membawanya ke restoran.


" Kemala, kenapa kamu bekerja?" Tanya Rey.


" Ya untuk mengisi waktu luang. Aku bosan di rumah ." Jawab Mala.


" Tapi kenapa harus jadi resepsionis? Kamu bisa menjadi sekretaris.." Mala terkekeh.


" Kamu meledekku Rey ! Kamu tahu susah bagiku untuk mendapatkan posisi itu. Waktu itu aku menjadi sektetarismu karena kamu yang mengangkatku. Aku bisa bekerja tanpa proses lamar melamar. Jadi sekarang ketika aku harus melamar, aku baru tahu ternyata sangat susah." Ucap Mala


Rey terkekeh dan bersandar pada kursi lalu melipatkan tangan di dada. " Kamu berhenti saja kerja di hotel itu dan jadi sekretarisku !"


Mala tersenyum sinis. " Kenapa aku harus mau menjadi sekretarismu?"


" Aku serius Mala ! Jadi sekretarisku lagi tanpa ada proses lamaran. "


" Maaf , aku tidak bisa. Aku tidak mau mendekati api !"


" Oh..jadi kamu takut aku mengajakmu bermain api? Kenapa kau berpikir begitu? Kenapa kau tidak berpikir kalau aku tulus ingin membantumu? Sebagai penebus dosaku padamu dulu."


" Eh.. Aku tidak berpikir begitu ! Aku hanya tak ingin memancing masalah. Suamiku pasti tidak akan suka, Itu saja ."


" Benarkah? Biar aku yang bicara padanya. Dia pasti mengerti. Yang kulakukan hanya bentuk penebusan dosa, karena telah meninggalkanmu di saat kau terpuruk, itu saja ."

__ADS_1


" Seperti kau yang memanfaatkan dan mengikat Hasbi atas dasar hutang budi. Aku siap kau manfaatkan dan kau ikat aku atas dasar menebus dosaku. "


" Hentikan Rey ! Hentikan semua omong kosong ini !" Mala berdiri dan beranjak pulang.


Rey mengejar Mala. Ia mencegah Mala pulang. " Ok ! No talk anymore [ Tidak ada pembicaraan lagi ] Kita cuma makan aja ya .."


Mala tetap memaksa pulang. Namun Rey bersikeras agar Mala makan dulu. Mala kembali duduk. Mereka makan tanpa ada yang bicara.


" Aku pulang Rey sudah jam 5 ." Ucap Mala.


" Ayo..kita pulang. Aku akan mengantarmu !"


" Tidak Rey, aku pulang sendiri saja. Terima kasih." Mala pamit lalu berjalan cepat ke luar.


Rey berjalan cepat menyusul Mala. Tanpa kata ia menggenggam tangan Mala dan menarik Mala ke mobilnya.


" Naik..jangan membantahku !"


" Kau dan sifat pemaksamu Rey ."


" Kau tahu aku dengan baik Mala, jadi naiklah !"


" Aku akan mengajakmu ke suatu tempat sebentar."


Mobil terus melaju. Mala diam hanya menatap jalanan. Mobil Rey mulai berjalan perlahan. Mala melihat sekitar.. kenapa banyak makam di sini? Batinnya bertanya-tanya. Lalu ia melihat ke arah Rey.


" Turunlah ada yang ingin ku tunjukkan padamu !"


Mala turun. Ia mengikuti ke mana Rey berjalan. Lembayung senja terlihat. di atas pemakaman, menjadi atap bagi para penghuni makam.


Mala terus menyusuri jalan disela-sela makam. Rey berhenti di depan makam bertuliskan Paula Angelina. Mala menutup mulutnya tidak percaya.


" Rey ini..?" Tanya Mala


" Iya Mal, Mami telah meninggal 7 bulan yang lalu. Sebelum meninggal ia sangat ingin bertemu denganmu. Tapi aku tidak mau mengganggumu. Kau telah bahagia dengan pernikahanmu. Mami sangat menyesal karena telah memaksaku menikah dengan Ria. Mami bilang padaku untuk meminta maaf padamu atas namanya. Ia pasti senang sekarang karena kamu kemari mengunjunginya."


" Mami.. kenapa mami pergi begitu cepat? Maafkan Mala juga Mi. Karena Mala menghancurkan mimpi Mami. Mala tidak bisa menjadi menantu Mami dan memberikan Mami cucu. Padahal dulu kita sering berandai-andai kalau Mami akan mempunyai cucu banyak dari Mala dan Rey. Maaf Mami. Maafkan Mala." Mala menangis di atas pusara orang yang sudah dianggapnya seperti ibu kandung.

__ADS_1


" Mami menangis ketika aku menikah dengan Ria, dia teringat padamu. Karena itu aku mencarimu. Aku ingin bilang padamu untuk bersabar sampai aku punya anak dari Ria aku akan menikah denganmu. Aku bukan jahat Mala. Tapi aku mencintaimu, aku tidak perduli pada keadaanmu tapi kau tahu tradisi keluargaku yang mengharuskan aku memiliki keturunan Mala. Maafkan aku"


" Sudahlah Rey, semua sudah berlalu. Kita jalani hidup masing-masing. Kau sudah bahagia dengan keluargamu, begitu juga denganku. Aku juga sudah mamaafkan semua kesalahanmu dan Mami, dia tidak bersalah apapun. Mami hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu menjaga penerus keluarganya. Terima kasih Rey sudah membawaku ke sini. Aku bisa bertemu Mami walau beda alam. Aku yakin Mami melihatku dari atas sana, dia sedang tersenyum. Mami tidurlah dengan damai aku baik-baik saja dan bahagia. " Mala berdo'a sebentar lalu mengusap air matanya. Ia bangkit.


"Rey..ayo kita pulang matahari mulai tenggelam, Sebentar lagi gelap. "


Mala mulai beranjak pergi meninggalkan rumah terakhir Mami Reyhan. Setelah pergi dari makam. Rey tidak langsung membawanya pulang. Ia mengajak Mala ke tempat mereka dulu sering berkencan dan menghabiskan malam. Yaitu ke rooftop digedung perusahaan Rey.


" Kenapa kau bawa aku kemari Rey. Aku harus segera pulang. Sebentar lagi Hasbi pulang kerja dan aku belum masak makan malam. "


" Apa kau bahagia Mala?"


" Apa maksudmu? Tentu aku bahagia." Terdengar nada ragu saat Mala mengucapkannya.


" Aku sudah dapat jawabanmu. Ayo kita pulang. Tapi sebelumnya kita sholat dulu di mesjid ya."


" Iya.."


Mala dan Rey turun lalu mereka pergi. Ketika Mala sampaj di rumah sudah ada mobil Hasbi di garasi.


Flash back of


DUAR


Suara petir mengejutkan Mala dan menyadarkan nya dari lamunannya. Ia bersiap-siap untuk berangkat kerja. Mala menghindari Reyhan karena permintaannya saat dalam perjalanan pulang mengusiknya. Rey meminta ia menjadi sekretarisnya lagi. Hanya sebatas itu tidak ada maksud lain. Tapi Mala tidak percaya. Rey pasti punya rencana. Entah rencana apa? Ia takut istri Rey tahu dan menuduhnya macam-macam. Ia tidak mau di sebut pelakor. Dan perkataan Hasbi semalam juga membuatnya sedih. Karena itu ia tidak mau bertemu Rey. Rey pasti bisa melihat kesedihan itu. Ia tidak ingin Rey tahu tentang kehidupan rumah tangganya. Ia tidak mau terlihat menyedihkan di hadapan Rey.


...----------------...


Hai aku up lagi ... semoga suka.


Terima kasih masih setia membaca ceritaku. 💙


Terima kasih like komen dan hadiah juga votenya ya.... 😙😙😙💖💖💖


Jangan lupa jaga kesehatan


Wish all the best for you.

__ADS_1


💗💗💗 Love You All 💗💗💗


__ADS_2