Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 75


__ADS_3

" Apa saya berbuat salah padamu Han ?" Tanya Hasbi tenang.


" Tidak Pak. " Jawab Hani.


" Tapi kenapa kau menghindar dari saya? Maaf kalau ada perkataan atau perbuatan saya yang telah menyinggung kamu." Ucap Hasbi.


Hani menggaruk keningnya yang tidak gatal.


" Kenapa jadi begini sih !" Gumamnya pelan .


" Bapak gak salah apa-apa kok, jadi gak usah minta maaf."


"Saya yang salah bukan Kak Hasbi." Lanjut Hani dalam hati.


" Ya sudah terserah kamu, yang jelas saya merasa tidak enak, kalau kita ada masalah! Bukan apa-apa, tapi kita bekerja di tempat yang sama. Jangan sampai nanti mempengaruhi kinerja kita, itu saja." Kata Hasbi.


" Iya Pak saya mengerti. "


" Bagus. Saya lebih baik pindah meja. Sepertinya kamu tidak nyaman berada di dekat saya." Hasbi melihat Hani yang gelisah. Begitu Hasbi akan pergi.


" Jangan Pak." Hani menahan Hasbi dengan memegang tangannya. Netra Hasbi menatap tangan Hani yang memegangnya. Hani lalu melepaskan tangannya.


" Maaf Pak. Bapak duduk di sini saja."


Makanan pesanan mereka datang. Hasbi duduk kembali.


" Maaf Pak Hasbi sebenarnya saya menghindari Pak Hasbi bukan karena Pak Hasbi punya salah dengan saya. Tetapi saya yang bermasalah. Saya...saya ..menyukai Pak hasbi." Hani akhirnya mengakui perasaannya. Bukan untuk menembak Hasbi atau menyatakan cinta tapi menjernihkan salah paham. Ia juga tidak mau Hasbi merasa bersalah padanya.


" Tapi Bapak tenang saja, saya tidak sedang menembak atau menyatakan cinta saya cuma tidak ingin bapak merasa bersalah pada saya." Ucapnya cepat agar Hasbi tak salah paham lagi dengan pernyataannya.


" Saya tahu Bapak sudah berkeluarga oleh karena itu saya akan menghilangkan perasaan ini. Saya tidak ingin jadi wanita penghancur kebahagiaan orang lain. Saya menghindar dari Pak Hasbi agar saya bisa menghilangkan perasaan ini dengan cepat." Tambahnya.


Hasbi memijit pelipisnya. Aduh masalah apalagi ini. Dia memang sempat menyukai Hani. Sekilas dia mengingatkannya pada Fathi. Tapi dia tidak mencintai Hani. Dia tidak mau menambah masalah di hidupnya dengan menghadirkan orang baru.


" Maaf Hani. Terima kasih sebelumnya sudah mencintai saya. Tapi maaf saya sudah beristri. Kamu masih muda dan cantik. Kamu bisa mendapatkan lelaki yang single dan lebih baik dari saya."


"Pak Hasbi jangan salah paham ! Seperti yang saya bilang, saya tidak sedang menembak atau menyatakan cinta pada Bapak. Jadi tidak usah Bapak bilang pun saya sudah tahu kalau saya memang tidak akan bisa bersama Bapak. Saya mengatakannya cuma agar Pak Hasbi tidak salah paham dengan alasan saya menghindar dari Bapak itu saja !"


" Saya tahu saya juga cuma ingin mengatakan itu saja ! Apa tidak boleh ?"


" Tidak boleh ! Kesannya itu seolah-olah saya sedang menyatakan cinta dan Pak Hasbi sedang menolak saya !"

__ADS_1


" Saya tidak menolak kamu. Saya sedang menasehati kamu."


" Menasehati apanya. Bahasa Pak Hasbi itu seperti sedang menolak saya. Saya kan tidak nembak Bapak. Ih..Pak Hasbi nyebelin. Saya pindah aja makannya !" Hani pun membawa pergi makanannya.


" Loh kok dia jadi marah..emang saya salah ngomong ya ? Gumamnya pada diri sendiri. Terserahlah, Hasbi tidak mau ambil pusing. Ia meneruskan makannya.


***


" Mala.. kita makan siang dulu, saya traktir kamu ." Rey mengajak Mala makan siang bersama.


Mala melihat jam tangannya sudah jam 12 lewat.


" Maaf Pak, saya makan sendiri saja ."


" Jangan begitu Mala, tidak baik menolak rezeki. Saya juga ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu. "


" Baik Pak. "


Mala berjalan di belakang Rey. Ia berpikir kira-kira apa yang akan di bicarakan oleh Rey.


Reyhan mengajaknya makan di sebuah kafe di dekat kantor.


" Silahkan mau pesan apa saja bebas !"


Mala lalu memanggil pelayan kafe dan memesan makanan untuknya dan Rey.


" Mala boleh saya bicara ?"


" Silahkan Pak."


" Maaf sebelumnya jika saya menyinggung masalah pribadi kamu. Tapi apa kamu ada masalah ?"


" Maksud Bapak ?"


" Jangan panggil saya Bapak. Kita sedang di luar. Saya ingin hubungan kita menjadi sahabat. Kamu bisa curhat dengan saya masalah kamu. Insyaallah jika saya bisa bantu akan saya bantu."


Reyhan tahu Mala hanya sebatang kara tidak ada tempat untuknya berbagi dan berkeluh kesah. Ia ingin agar Mala tidak merasa sendirian. Ia menyayanginya seperti adik itu saja. Inilah yang dapat dia lakukan untuk membantu Mala.


Rey juga sudah berbicara pada istrinya dan istrinya setuju. Tentu Rey juga akan membatasi hubungan persahabatannya dengan Mala agar tidak menimbulkan kecemburuan Ria. Bahkan Ria menyuruh Rey untuk mengundang Mala dan suaminya makan malam di rumah mereka.


" Terima kasih Pak sebelumnya, tapi Maaf saya tidak ada masalah kok. "

__ADS_1


" Saya kenal kamu Mala. Saya tahu bagaimana kamu ketika ada masalah. Saya memperhatikan kamu dan suami kamu saat di pernikahan Tuan Sultan. Bukankah istrinya Sultan adalah mantan istri Hasbi suami kamu? Bukankah mereka dulu masih suami istri, ketika Hasbi menikahi kamu ?"


Mala menatap Reyhan.


Sebenarnya apa yang ingin dibahas Reyhan, kenapa dia mengungkit Suaminya dan Fathi?


" Sebenarnya apa yang ingin Pak Rey bicarakan ?"


" Maaf Mala, saya cuma ingin kamu berbagi setiap masalah kamu pada saya anggap saya kakak kamu atau sahabat kamu. Karena setiap melihat kamu, saya selalu melihat wajah yang sendu dan sedih. Maaf sebelumnya tapi saya juga merasa telah ikut andil dalam kesedihan kamu."


" Kakak? Sahabat ? Apa kata orang jika saya menjadi sahabat pria beristri. Dan apa Pak Rey tidak berfikir nanti istri Bapak cemburu. "


" Dia tidak akan cemburu. Justru dia senang kalau kamu mau bersahabat juga dengannya."


" Sudahlah Pak..saya tidak apa-apa kok."


" Ya sudah terserah kamu. Yang jelas jika kamu butuh teman curhat. Kamu bisa bicara pada saya, atau jika sungkan, kamu bisa bicara pada istri saya "


Mala tidak menanggapi ucapan Rey dia hanya makan hidangan yang tersaji di meja.


" Oh ya saya lupa, istri saya mengundang kalian makan malam di rumah kami besok. Saya harap kamu dan suami kamu datang."


" Insyaallah Pak. Nanti saya tanyakan pada suami saya"


Selesai makan mereka kembali ke kantor.


***


Malam ini, Mala dan Hasbi akan memenuhi undangan Reyhan dan istrinya. Mereka disambut dengan ramah.


Setelah makan Rey mengajak Hasbi bicara di taman samping rumah. Sedangkan para istri bicara di dalam sambil menonton Tv dengan si kecil.


" Jadi kamu sekretarisnya Ryan ?" Tanya Reyhan.


" Iya.." Jawab Hasbi.


" Kamu tahu kenapa saya mengundang kalian?" Tanya Rey.


" Tidak. Mala hanya bilang kami di undang bosnya itu saja. Tapi saya curiga pasti ada yang ingin anda bicarakan ." Hasbi memang sudah curiga sejak awal.


" Hm..kamu benar Hasbi. Ada yang ingin saya bicarakan. Dan ini adalah ide dari istri saya." Ucap Rey.

__ADS_1


" Istri anda , memangnya apa ide istri anda ?" Tanya Hasbi penasaran.


...----------------...


__ADS_2