
Setelah pertemuan mereka dipuncak. Sultan tidak pernah menemui Fathi lagi. Seperti kata Ayah Fathi. Sultan tidak akan menemui Fathi sebelum masa idah Fathi selesai.
Sultan sekarang sedang berada di kantor Ryan. Sahabatnya tidak ada yang tahu mengenai pertemuan Sultan dengan Orang tua Fathi di Bogor.
" Hany... tolong panggil Hasbi !" Perintah Ryan pada seorang wanita cantik berhijab.
" Baik ..Pak.." Hany pergi keluar.
" Siapa itu sekretaris baru?"
" Iya..Hasbi sepertinya kuwalahan kerja sendiri apa lagi sekarang pekerjaannya menurun . Entahlah mungkin karena pekerjaannya terlalu banyak jadi aku carikan dia asisten. "
" Dia pasti tertekan setelah bercerai. Dia pasti sangat mencintai istrinya. Kasihan Fathi suaminya mencintai orang lain." Azka masih dengan prediksinya.
Tok..Tok...Tok...
" Masuk..!" Teriak Ryan.
Hasbi membuka pintu dan masuk.
" Maaf Pak..Bapak memanggil saya. "
" Iya ..bagaimana ? aku ingin tahu Kinerja Hani. Kau sudah mengajarinya kan ?"
" Iya Pak. Dia bagus. Kerjanya rajin dan cepat. Dia tangkas dan punya inisiatif. "
" Bagus..kelihatannya kalian partner yang cocok. Saya harap dengan adanya Hani. Kerja kamu lebih baik lagi Hasbi. Saya tidak mau melihat kamu melakukan kesalahan lagi. Mengerti !"
" Iya Pak..maaf saya akan bekerja lebih baik lagi. Terima kasih Pak."
" Sekarang kamu boleh lanjutkan pekerjaan kamu."
" Baik Pak ..permisi " Hasbi menunduk memberi salam pada sahabat Ryan. Lalu pergi keluar.
" Dia kelihatan tidak ada semangat ."
" Udahlah kenapa jadi ngurusin orang sih." Sinis Sultan.
" Hahaha..kenapa lo ?"
" Gak..ayolah kita di sini kan mau membahas bisnis bukan Hasbi."
" Lo kenapa kaya sinis gitu sama Hasbi. Apa karena dia suaminya Fathi ?" Sultan memutar bola matanya malas.
" Mantan. Dia bukan lagi suami Fathi tapi mantan !"
" Hah..serius !" Ucap Azka dan Ryan barengan.
" Kok lo tahu?" Tanya Azka.
" Pantes dia kelihatan sedih sekali. Ternyata dia kehilangan berlian. Dan teman gue ini rupanya mau memiliki berlian itu." Ucap Ryan sambil melihat ke arah Sultan.
__ADS_1
" Gue sudah bertemu orang tua Fathi. Gue juga sudah minta izin untuk mendekati anaknya."
" Apa ? Wah..gercep juga lo. " Azka tidak menyangka Sultan serius dengan Fathi.
" Lo serius sama Fathi. Kalau lo cuma main-main lebih baik jangan dekati dia. Fathi sudah pernah gagal dan di khianati pasti sulit untuk membuka diri kembali. Ketika dia mencoba membuka diri dan ternyata kau hanya main-main , bayangkan bagaimana terpuruknya dia." Nasehat Ryan.
" Gue serius dengannya. Gue tahu akan butuh perjuangan dan kesabaran extra untuk mendapatkan kepercayaan Fathi. Tapi gue akan menunggu dan tidak menyerah. Karena hanya dia yang gue inginkan jadi istri. Gue juga akan meminta pada pemilikNya agar Fathi jadi istri gue."
" Pemiliknya siapa ? "
" Allah.."
" Oh...Subhanallah ." Kompak Ryan dan Azka.
***
Kemala sedang berada melamun di taman balakang rumahnya.
Hubungannya dengan Hasbi tetap saja dingin. Ia pikir setelah bercerai dengan Fathi, dan menjadi istri satu -satunya maka ia akan bahagia. Hasbi hanya akan perhatian dan mencintainya. Tapi nyatanya itu hanya impian belaka. Hasbi tetap saja tidak bisa hangat dan memperlakukannya seperti dia memperlakukan Fathi dulu. Apalagi rumah ini sepi sekali. Dia merasa bosan. Hasbi juga sering lembur hampir setiap hari ia pulang malam Apa dia bekerja saja. Kalau dia bekerja dia akan punya kegiatan dan teman. Ya dia akan meminta izin pada Hasbi untuk bekerja.
Sementara di rumah Amih. Apih sedang berada di kamar bersama istrinya. Saat ini Amih sedang sakit.
" Pih.. Amih kangen Kayla. " Keluh Amih .
" Iya nanti kalau Amih sembuh kita pergi menemui Kayla." Ucap Apih.
" Pih..kasian Hasbi. Dia pasti kesepian. Panggil Hasbi ke sini Pih. Amih mau bicara. "
" Tidak Pih, Amih cuma mau minta maaf dan menghibur Hasbi agar dia tidak kesepian. Amih tidak akan ikut campur lagi masalah Hasbi kecuali Hasbi yang meminta pendapat Amih."
" Baguslah Mih. Jadikan semua pelajaran. Sekarang Amih harus semangat untuk sembuh. Makan yang banyak dan minum obat. "
" Iya Pih."
***
Fathi sekarang berada di Bandung. Sepulang dari Bogor ia langsung pindah ke Bandung. Tempat kos-kosan nya, dia titipkan pada anak Mbok yang dulu bekerja padanya. Kebetulan anak Mbok kuliah di dekat tempat kosnya. Dan selama ini uang kosannya lancar. Kosan itu khusus laki-laki. Kebetulan anak Mbok juga laki-laki. Dan ada peraturan bagi penghuni kos. Yaitu di larang membawa narkoba dan minuman keras juga dilarang membawa wanita.
Di bandung Fathi membuka rumah makan ia meminjam ke Ayahnya dan sisanya ia pinjam pada bank.
Rumah makannya sudah buka sekitar 2 bulan dan sudah banyak pengunjungnya.
Kemampuan Fathi memasak ia tularkan pada para koki direstorannya. Ia tidak bisa standby di sana karena ia punya anak kecil. Ia hanya datang sekali sehari untuk memeriksa. Itu pun hanya sebentar.
Dan semenjak restoran resmi di buka ada tamu istimewa yang selalu makan ditempat itu, di hari sabtu. Dia adalah Sultan Alfarizki. Fathi hafal jam berapa dia akan datang, duduk di mana dan menu apa yang dia makan.
Fathi tidak curiga apapun dia hanya menganggap Sultan tamu yang ingin makan seperti biasa. Ia senang jika ada tamu yang jadi pelanggannya. Sedangkan Sultan hanya ingin Fathi mengenal dirinya dulu dan biasa melihatnya. Sehingga Fathi terbiasa dengannya dan tidak akan merasa asing.
***
Hasbi dalam perjalanan ke rumah Amih tadi Apih meneleponnya, katanya Amih sakit.
__ADS_1
Setelah 40 menit perjalanan Hasbi sampai di rumah Amih.
" Assalamu'alaikum ."
" Wa'alaikumsalam." Hasbi mencium tangan Apih.
" Bagaimana kabarmu nak?"
" Alhamdulillah baik. Bagaimana kabar Apih dan Amih ?"
" Apih alhamdulillah baik. Tapi kalau Amih dia sedang sakit dan ingin bicara padamu. "
" Sakit apa Amih, Pih ? Kenapa Apih baru bilang ?" Hasbi segera beranjak ke kamar Amih. Bagaimanapun dia kecewa terhadap Amihnya. Tetap saja Amih adalah ibu yang dia cintai.
" Assalamu'alaikum Amih ."
" Wa'alaikumsalam sayang. Bagaimana kabarmu nak. Sehat ?"
" Hasbi Alhamdulillah sehat. Amih bagaimana? Kita ke dokter mau ?"
" Tidak usah, Amih di rumah saja. Sudah ada obat dari dokter."
" Amih sakit apa ?"
" Amih kamu, cuma sakit kelelahan dan banyak pikiran." Jawab Apih.
" Amih kepikiran kamu Hasbi. Amih merasa bersalah. Maafkan Amih. Kamu sekarang pasti merasa kesepian. Amih juga. Amih rindu Kayla. Bagaimana hubungan kamu dengan Mala?"
" Baik Amih..semua baik-baik saja. Amih tidak perlu khawatir. Pikirkan kesehatan Amih ya.."
" Iya..Hasbi sering-seringlah ke sini agar Amih tidak kesepian."
" Baik Amih..Hasbi akan sering ke sini."
" Terima kasih ." Amih tersenyum tapi terlihat sendu.
" Pulanglah nak sudah semakin malam. Kasihan Mala sendiri."
" Baik Amih...Hasbi pulang. Besok Hasbi ke sini lagi, Amih jangan lupa minun obatnya."
" Iya."
Hasbi mencium tangan Amih..dan beranjak keluar.
...----------------...
Author up lagi...semoga suka...
Author punya rekomend cerita keren dari author Febyanti. Sambil nunggu author up bisa baca ini. 👇
__ADS_1