Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 6. Berdamai dengan Mala


__ADS_3

Kayla sudah tertidur di ruang televisi. Mala dan Fathi sedang duduk di bawah dekat Kayla. Mereka tidak saling bicara hanya menonton televisi.


Merasa jengah dengan situasi ini Fathi hendak bertanya pada Mala, sudah menjadi sifatnya yang memang ceria dan cerewet jadi Fathi tidak akan betah dalam kesunyian .


" Kemala, aku rasa kita belum berkenalan secara pribadi , kita saling tahu hanya dari mas Hasbi. Boleh aku tahu berapa umur kamu ? "


" Umur ku 25 tahun kak ." jawab Mala dengan perasaan heran . Maksudnya apa Fathi bertanya ? apa tadi ? berkenalan secara pribadi ! buat apa?


Apakah Fathi ingin hubungan dengannya menjadi baik dan dekat , begitu? Banyak pertanyaan dalam hati Mala.


" Oh..berarti kamu lebih muda satu tahun dari ku ya ." Fathi manggut-manggut.


" Kamu lulusan apa ? kuliah di mana ? "


" Kak Fathi kenapa tanya- tanya ?"


" Emang kenapa? kamu keberatan ?"


" Bukan begitu, aku heran aja ."


" Memang tidak boleh ya kalau kita berteman baik , biar di rumah ini nyaman, damai . Kamu mau , seumur hidup kita tinggal satu atap tapi di rumah ini tegang, jarang ngobrol, cemberut ? tar aku jadi cepet tua kalau begitu. Setelah dipikir-pikir aku rasa agar kita bisa menikmati takdir kita, ya kita harus menerimanya dan menyesuaikan diri dengan takdir itu !"


" Betulkah, kak Fathi menerima takdir kak Fathi di poligami ?"


" Kalau aku tidak menerimanya, aku sudah minta cerai dari Hasbi ! Ya awalnya aku tidak menerima sih .. sakit hatiku !" Mala justru terkekeh mendengar Fathi , yang menurutnya lucu .Fathi seolah sedang curhat dengan sahabatnya.Bisakah hubungan mereka menjadi sahabat.


Apakah Fathi tulus dengan perkataannya, tidak ada maksud tertentu?


" Maaf kak...aku juga sakit kak .. mas Hasbi pernah bilang , tidak ada kebahagiaan dalam poligami. Itu memang benar , karena itu yang kurasakan . Tapi setidaknya , aku tidak sendiri dan kesepian. Ada Kayla sebagai obat pelipur lara, ada Hasbi tempatku bersandar. " Mala tersenyum pada Fathi.


" Itu juga yang kurasakan Mala , tidak bahagia, tapi aku berusaha untuk membuat hatiku bahagia dengan berdamai menerima takdirku . Jangan kau bersandar pada manusia , karena manusia bisa lelah dan akhirnya pergi. Bersandarlah pada Allah Mala. Dia tak akan pernah meninggalkanmu." batin Fathi.


" Apakah mas Hasbi tidak akan lelah menjadi sandaran aku dan kamu , sedangkan dia juga punya masalahnya sendiri ? Bersandarlah pada Allah , Dia tak akan pernah lelah. Justru akan memberimu kekuatan dan memberimu jalan keluar dari masalahmu !"

__ADS_1


" Terima kasih nasihatnya , tapi apakah Kak Fathi tidak percaya pada mas Hasbi, jadi tak mau mengandalkannya ? " Tanya Mala. Fathi terkekeh mendengar Mala.


" Aku dulu percaya padanya, kami akan hidup bahagia , selalu bersama sampai tua bersama anak- anak kami nanti , dia juga pernah berjanji setia sampai mati tak akan menduakan atau berpaling. Saat aku percaya dan menaruh harapan yang besar padanya, lihatlah apa yang terjadi , ketika aku sadar dari koma setelah melahirkan dia sudah menikah lagi. Janjinya tidak terpenuhi."


" Tapi mas Hasbi dipaksa keadaan kak bukan kemauannya menikah lagi !" protes Mala


" Kau tidak menangkap poin ku Mal, poinnya adalah kita jangan percaya pada manusia , dan jangan sembarang berjanji sebab ada yang lebih berkuasa atas semuanya, jika Allah berkehendak, manusia bisa apa? seperti mas Hasbi yang sudah sangat yakin dan percaya diri sehingga berjanji dia tak akan berpoligami, tapi Allah berkehendak lain . Sudah berjanji dan berusaha jika Allah sudah berkehendak kita hanya bisa menerima dan menjalaninya ." Fathi menerangkan maksudnya.


" Janjinya akan menjadi bebannya yang mengikat seumur hidupnya ." Lanjut Fathi.


" Apa maksudmu kak ? "


" Ah.. tidak ada. " Juga beban untukku, janjimu mas pada ayah Mala akan menggoreskan luka seumur hidupku . batin Fathi.


" Haruskah aku berdamai dengannya, Kak Fathi memang baik, mungkin rasa bersalahku, yang membuatku takut dia akan membenciku , dan berusaha menyakitiku , dengan menjauhkan Hasbi dan Kayla dariku. Sehingga aku bersikap waspada dan selalu menjauhkan dia dari suami dan anaknya." batin Mala.


" Aku ingin pernikahan ini berlansung seumur hidup, Kak Fathi benar . Jika pernikahan ini untuk seumur hidup apakah selamanya akan seperti ini, apakah rumah ini akan hangat atau diisi dengan rasa benci , cemburu dan iri apakah aku akan hidup seperti itu seumur hidupku ? Tidak ... aku ingin bahagia dan tenang. Bisakah aku bahagia ?" Mala sedang merenungkan perkataan Fathi .


Fathi hanya mencoba berdamai dengan keadaan dan beradaptasi dengan takdirnya . Inilah salah satu cara dia beradaptasi , dengan mengenal Mala lebih dekat.


Dia berusaha yang terbaik, jika pada akhirnya nanti dia merasa tak sanggup dan menyerah dia tidak akan menyesal karena sudah melakukan yang terbaik.


Oaaaa..oaaa .


Kayla menangis dia terbangun dan mencari bubu.


Fathi tersenyum .


" Sst..sayang ..cup..cup.. nih bubu di sini !" Fathi menggendong Kayla dan menyerahkannya pada Mala.


Mala menggendong Kayla . Kayla berhenti menangis.


" Mala kalau kita buat perjanjian bagaimana ? Jadi kalau Hasbi bersamamu, biarkan Kayla bersamaku, dan sebaliknya jika Hasbi bersamaku Kayla bersamamu."

__ADS_1


" Hasbi akan bergilir setiap hari, hari ini dia bersamaku, besok dia bersamamu !" lanjut Fathi.


" Atau kau mau bagaimana ?" tanya Fathi.


" Tidak, terserah kak Fathi saja, aku setuju peraturan yang kak Fathi buat asal adil !" jawab Mala.


" Ok! begitu saja dulu untuk sementara !" Ucap Fathi.


" Baiklah kak, jadi malam ini Hasbi bersamamu dan Kayla bersamaku ?"


" Iya.. Mala !"


" Ok , deal !" mereka berdua bersalaman.


Jam menunjukkan jam 11 sebentar lagi waktunya makan siang.


" Aku akan memasak untuk makan siang dan kau makan malam , biar adil ! karena aku tadi pagi masak untuk Hasbi, maka, malam kau masak untuk Hasbi . Besok kau bikin sarapan untuk Hasbi , aku yang bikin makan malam untuk Hasbi , setuju ?" Biarlah aku mengalah untuk kebaikan bersama agar hidupku dan keluarga ini damai , semoga Engkau meridhoi aku ya Allah, amiiin . batin Fathi.


" Setuju !" Semoga dengan begini semua berjalan baik .


Mereka saling melempar senyum.


Fathi bangkit dan pergi ke dapur untuk memasak. Mala pergi ke kamar untuk mengganti popok Kayla.


Makan siang telah tersaji, Fathi menyuapi Kayla makan biar Mala makan terlebih dulu .


Mala memperhatikan Fathi yang menyuapi Kayla , semoga ini semua awal yang baik untuk rumah tangga mereka .


Setelah Mala selesai makan dan Kayla juga sudah makan kini bergantian Fathi yang menikmati makan siang . Mala membersihkan wajah dan tangan Kayla yang belepotan dan mengganti bajunya. Fathi mencuci piringnya setelah dia selesai makan .


Kemudian mereka bergantian sholat dzuhur.


Waktu terus berjalan saat ini sudah pukul 18.00 Makan malam sudah siap . Mereka bergantian sholat magrib. Dan yang pasti mereka sudah berdandan cantik untuk menyambut suami mereka pulang.

__ADS_1


__ADS_2