Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Extra Bab . Mangga muda


__ADS_3

Fathi sedang menonton Tv rasanya rumah sepi tanpa Kayla. Kayla di bawa oleh Hasbi ke Jakarta.


Fathi sepertinya ingin rujak. Ia menelepon Sultan. Tapi Sultan tidak mengangkatnya mungkin dia sedang rapat.


Fathi akan mencari sendiri rujaknya. Ia pergi ke luar minta di antar supir.


Supir menjalankan mobilnya pelan Fathi melihat kanan kiri diapa tahu dia menemukan pohon buah-buahan . Fathi ingin buah-buahan dari pohonnya langsung.


" STOP PAK !" Fathi teriak membuat supir mendadak menginjak rem . Untung jalan sedang sepi.


" Ada apa Bu ?"


" Itu ada buah mangga. Ayo turun Pak !" Fathi membuka pintu dan keluar. Ia menuju rumah yang ada pohon mangganya.


" Hah.. turun maksudnya gimana ? Jangan sampai Ibu nyuruh saya manjat. Saya gak bisa manjat pohon ." Gumam Pak supir lalu turun menyusul Fathi.


" Assalamu'alaikum ." Fathi berteriak di depan pagar rumah pemilik pohon mangga.


" Assalamu'alaikum " Fathi mengulanginya karena tidak ada jawaban.


" Bu..maaf ibu mau apa ?" Tanya pak supir.


" Ini Pak saya mau minta mangga mudanya kayanya enak banget Pak ." Fathi meneguk ludahnya melihat buah mangga yang tampak menggiurkan .


Tapi Bu.. biar nanti kita beli saja mangganya Bu. Saya telepon Bapak ya ?" Bujuk Pak Supir.


" Gak usah telepon Bapak. Bapak sibuk, tadi saya telepon aja gak di angkat !" Fathi melarang supirnya menelepon Sultan.


" Bapak tunggu di mobil aja !" Perintah Fathi.


" Maaf ada apa ya ?" Suara itu mengalihkan perhatian Fathi dan Sultan.


" Wow..tampan " Batin Fathi.


" Assalamu'alaikum, maaf Pak saya Fathi..mau minta mangga mudanya boleh Pak ?" Fathi tersenyum manis agar Pria ini mengizinkannya mengambil mangga.


" Wa'alaikumsalam, oh iya Bu Fathi. Boleh silahkan yang matang juga boleh Bu..manis enak. "


" Ah..iya yang matang memang enak tapi sekarang saya lagi mau yang muda-muda Pak segar." Ucap Fathi.


" Hahaha ..Ibu ini menggemaskan sekali. Ayo masuk biar nanti saya suruh orang untuk memetik mangga mudanya. Ibu tunggu di dalam saja sambil ngemil-ngemil."


" Aduh Pak terima kasih saya jadi enak. Ngomong-ngomong nama Bapak siapa? Masa araya bertamu tidak tahu nama tuan rumahnya ."


" Ah iya nama saya Anwar Bu. Maaf saya lupa memperkenalkan diri. Itu siapa Bu..tidak ikut masuk ?" Tunjuk Anwar pada supir Fathi.


" Oh iya ..itu supir saya Pak. Pak sini masuk..ngapain berdiri di luar sini duduk. !" Teriak Fathi pada supirnya. " Anwar tersenyum melihat Fathi yang teriak-teriak sungguh lucu.


Pak Supir masuk dan ikut duduk.


" Sebentar ya Bu saya panggil orang dulu buat metik mangganya. "


" Iya Pak ..terima kasih maaf loh saya merepotkan ."

__ADS_1


" Iya bu tidak apa-apa ." Anwar pergi ke dalam untuk memanggil tukang kebunnya.


" Bu..apa kita gak sebaiknya menelepon Bapak ?"


" Buat apa?"


" Ya ..takutnya Bapak nyari bu."


" Gak apa-apa nanti juga dia telepon kalau perlu ."


" Ini Bu Pak silahkan di minum ." Datang seorang ART yang membawa minuman dan makanan kecil.


" Terima kasih Bu."


" Sama-sama Bu. Permisi."


" Iya."


Datang Pak Anwar ikut bergabung dengan Fathi. Mereka asyik mengobrol sampai Fathi tidak menyadari bahwa ada telepon dari suaminya karena ponselnya memang di silence.


15 menit kemudian mangga muda sudah terkumpul dalam wadah kantong plastik. Wajah Fathi berbinar.


" Wah..Pak Anwar terima kasih, saya tidak sabar ingin makan mangga muda . Kalau begitu saya permisi pulang ya Pak. Terima Kasih. "


" Iya Bu Fathi. Kalau perlu mangga ke sini saja,ini juga ada yang sudah matang. Bawa sekalian. "


" Wah..terima kasih Pak saya permisi dulu..mari Pak Assalamu'alaikum." Fathi membawa dua kantong plastik .


Ia berjalan menuju mobilnya. Sampai di mobil ia masuk dan menutup pintu. Ia lalu membuka jendela dan dadah pada Anwar.


" STOP PAK !" Fathi berteriak pada supir.


Supir langsung mengerem mendadak. Ia sudah tahu paati majikannya ini akan turun dan minta buah jambu merah. Tadi dia juga melihat pohon itu. Untung dia sudah antisipasi dan memperlambat laju kendaraan.


Fathi turun dan menuju rumah itu. Terlihat ada seorang pria sedang membaca koran.


" Assalamu'alaikum, Pak." Pria itu langsung melihat ke arah pagar. Ia melihat ada wanita cantik berhijab. Lalu ia menghampiri Fathi.


"Wa'alaikumsalam. Ada apa ya ? ada yang bisa saya bantu ?" Ucap Pria itu.


" Maaf Pak, saya mau minta buah jambu merahnya bisa ? gak banyak -banyak kok cuma satu kantong kresek aja ya..?" Pria itu terkekeh melihat wajah Fathi yang seperti anak kecil.


" Boleh Bu..silahkan , masuk dulu biar nanti saya suruh orang untuk menetik buah jambu. "


" Terima kasih pak "


Sementara Fathi sedang menunggu orang memetik jambu. Ponsel pak supir berbunyi.


Pak supir melihat layar ponsel tertera nama Tuan Sultan. "Waduh gawat Bapak nelepon , saya bilang apa?" Gumamnya sambil mengangkat telepon.


" Halo Assalamu'alaikum Pak."


" Wa' alaikumsalam, Bapak di mana sekarang ?" Suara Sultan terdengar tegas.

__ADS_1


" Saya lagi sama Ibu Pak ." gugup Pak supir.


" Di mana ?"


" Ibu sedang mencari buah-buahan Pak."


" Oh.. kalian ke pasar mana?"


" Bukan ke pasar Pak ."


" Terus kalian di swalayan ?"


" Bukan Pak, kami ada di rumah orang ."


" Ha..rumah orang ? Maksudnya bagaimana ? Rumah siapa ?"


" Eh..anu ..itu pak..Bu Fathi pas di jalan liat ada pohon jambu merah, terus Ibu suruh saya berhenti lalu Ibu turun dan minta buah jambu merah itu Pak."


" Apa? Kenapa minta jambu sama orang ? saya bisa beli jambu merah satu kontainer, gak perlu minta sama orang !"


" Maaf Pak mungkin Bu Fathi sedang ngidam, kalau orang ngidam kan suka aneh-aneh Pak."


" Terus kenapa ponsel Ibu gak di angkat-angkat?"


" Anu Pak Ibu sedang ke dalam ngobrol dengan tuan rumah, sambil nunggu dipetikin jambunya . Ponselnya gak di bawa."


" Di mana kamu sekarang ?"


" Di jalan xxxx dekat dari rumah Pak."


" Ok..! Saya ke sana sekarang !" Sultan menutup telepon dan bergegas membereskan berkas, lalu mengambil tas dan keluar .


" Dav, saya mau pergi dulu. Mungkin saya tidak kembali ke kantor. Kalau ada apa-apa hubungi Erik ya."


" Baik Tuan ." Sultan langsung pergi.


" Fiuh..untung dia udah pergi. " Ucap David lega.


Sultan melajukan mobilnya dengan cepat. Ia tidak habis pikir tingkah istrinya ini.


sekitar 15 menit ia sampai, kebetulan jalanan tidak begitu macet, dia juga melajukan mobilnya dengan cepat.


Ia melihat mobil yang sering di pakai Fathi.


" Itu Fathi kan , ngapain dia sama cowok itu pake senyum-senyum lagi. Gak liat itu perutnya bunting."


Sultan cemburu. Dia tidak akan keluar. Dia hanya akan mengawasi dan merekam kegiatan Fathi.


" Liat saja Mah nanti di rumah !"


...----------------...


Sambil menunggu author up lagi, baca cerita teman author ya

__ADS_1



__ADS_2