Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 35


__ADS_3

Makan malam masih berlanjut.


" Aku makannya sudah selesai. Sini Kayla sama Papah . Mamahnya mau makan dulu." Hasbi mengambil Kayla.


Fathi melanjutkan makannya. " Fath bagaimana kalau kita jalan-jalan ke ragunan. Kayla pasti senang melihat banyak hewan." Ucap Hasbi antusias.


" Boleh.. terserah Mas aja ." Jawab Fathi.


" Nanti kamu masak yang banyak ya buat kita makan di sana. Mas akan ajak Mala, Amih sama Apih. " Fathi terpaku sejenak kemudian ia melanjutkan makannya.


" Iya Mas."


Mereka sudah selesai makan. Fathi mencuci piring kotor. Setelah selesai Fathi hendak bergabung dengan Hasbi. Fathi menghentikan langkahnya. Ia melihat Hasbi sedang VC dengan Mala. Hasbi memangku Kayla yang juga sedang tertawa melihat ponsel. Mereka terlihat seperti pasangan LDR yang sedang melepas rindu.


Fathi urung mendekati mereka. Biar mereka menikmati kebersamaannya. Lebih baik ia ke kamar menyelamatkan hatinya. Ternyata memang sulit walau sudah pisah rumahpun tetap saja suami tidak bisa lagi menjadi milik Fathi seutuhnya. Hatinya telah terbagi.


Benar kata Sisca ia hanya mencoba membohongi dirinya sendiri. Ia menutup mata pada kenyataan yang ada.


Ceklek...


" Fathi, ternyata kamu di sini. Aku nungguin di dalem. Kayla anteng banget nonton kartun. Yuk temenin Kayla." Hasbi menarik tangan Fathi.


" Aku sudah telepon Amih dan Mala. Mereka senang sekali mendengar kita mau jalan-jalan. Padajal cuma keragunan." Hasbi terkekeh.


Fathi hanya memberi tanggapan dengan tersenyum tipis.


" Mama..bobo ." Kayla sudah mengantuk ia ingin tidur sambil mimi susu.


" Sebentar ya sayang. Mamah buatkan dulu susunya." Fathi ke dapur untuk membuat susu.


Hasbi membawa Kayla ke kamarnya.


Ceklek


" Ini sayang susunya udah jadi." Fathi memberikan botol susunya langsung diambil oleh Kayla.


" Acih ." Fathi terkekeh mendengar bahasa Kayla.


" Sama-sama sayang ayo bobo."

__ADS_1


Kayla berbaring. Fathi merapikan rambut Kayla. Ia menepuk Kayla lalu bersholawat. Hasbi memperhatikan Fathi. Ia merasa hari ini Fathi berbeda. Ia lebih pendiam dan sering melamun.


Hasbi melihat Fathi meneteskan air mata. Fathi memang selalu menangis jika bersholawat. Ia tak curiga tangis Fathi tidak seperti biasa . Tangisnya lebih tersedu-sedu bukan hanya tetesan air mata.


Fathi merasa sangat berdosa pada Sang Pencipta. Ia telah sombong dengan hatinya yang merasa sok kuat. Mempertahankan cinta pada suami hingga melukai hati ciptaan-Nya. Allah memang benci perceraian tapi Allah juga tidak mengharamkan hal itu. Karena setiap rumah tangga memiliki masalah berbeda. Ada beberapa hal yang memang lebih baik untuk bercerai, jika ragu maka sholat istikharah sampai kamu yakin dengan hatimu apa yang harus kau lakukan. Bukan apa yang kau inginkan. Sebab kadang jawabannya tidak sesuai dengan keinginan kita. Jangan kau dustai hidayah yang sudah Allah turunkan. Dengan melakukan yang sebaliknya tidak sesuai dengan hasil istikharahmu.


Fathi memohon petunjuk kepada Allah. Di berikan jalan keluar terbaik untuknya.


Hasbi mendekati Fathi. Ia berbaring di samping Fathi dan memeluknya dari belakang.


" Sst..sudah sayang. Jangan nangis terus nanti Kayla bangun. Kita sholat berjamaah yuk sudah isya.


Fathi menganggukkan kepala. Fathi mengambil dot Kayla dan menyimpannya di samping kasur. Ia tidak ingin Kayla tersedak.


Fathi dan Hasbi sholat berjamaah di dalam kamar. Setelahnya Fathi dan Hasbi mengaji sebentar. Mereka kemudian bersiap untuk tidur.


" Tidurlah Fath, kamu pasti lelah menjaga Kayla. Aku akan lembur ada yang harus kukerjakan untuk rapat besok." Hasbi beranjak bangun dan mengambil laptopnya.


" Mau ke mana Mas?" Tanya Fathi.


" Aku mau ke ruang kerja. Aku tak mau kamu terganggu dengan cahaya. Aku harus lembur. Maklumlah Fath aku hanya seorang sekretaris bukan Bos perusahaan." Hasbi lalu ke luar dan menutup pintu.


Sementara Hasbi sedang lembur di ruang kerjanya. Ia menyusun berkas untuk rapat besok.


Hasbi melihat jamnya sudah jam 9 malam. Hasbi mengambil ponselnya. Ia menelepon Mala untuk menenyakan keadaannya.


" Halo Assalamu'alaikum," Hasbi memulai percakapan.


" Wa'alaikumsalam mas ."


" Kamu belum tidur?" Tanya Hasbi


" Belum mas, rasanya sepi jadi gak bisa tidur."


" Kamu merem aja, jangan lupa berdo'a tar juga tidur. Kunci pintu sama jendela juga udah ?"


" Iya udah. Mas jangan tutup teleponnya aku mau denger suara mas biar gak sepi. Coba Mas sholawatan biar aku bisa tidur." Pinta Mala.


" Iya. Kamu berbaring dulu, berdo'a terus merem . Mas sholawatan ya. Sholatullah........" Hasbi mulai bersholawat.

__ADS_1


Fathi yang akan mengantarkan minum untuk teman Hasbi lembur, mendengar semuanya. Bagaimana Hasbi menelepon Mala. Ia juga mendengar Hasbi bersholawat untuk membuat Mala tidur. Hasbi tidak pernah melakukan itu padanya.


Fathi urung memberikan minuman itu. Ia kembali ke dapur dan membuang minuman itu. Ia mencuci gelasnya. Lalu kembali ke kamar. Ia tidak bisa tidur.


Sementara Hasbi ia sudah menutup teleponnya bersama Mala, setelah Mala tertidur. Bagaimanapun Mala istrinya. Ia berkewajiban menjaganya walaupun jauh. Hasbi melanjutkan kembali pekerjaannya. Jam 10 Hasbi selesai.


Begitu membuka pintu kamar Hasbi melihat Fathi sudah tidur. Ia ke kamar mandi. 7 menit kemudian ia keluar dan berbaring di samping Kayla. Hasbi memiringkan badannya menghadap Kayla. Hasbi mencium kening Kayla dan memeluk Fathi. Setelah berdo'a matanya terpejam.


...***...


Hari ini adalah hari minggu. Mereka akan pergi ke ragunan. Fathi sudah sibuk sejak subuh. Ia memasak kue, nasi , berbagai lauk pauk untuk bekal mereka nanti. Di bantu oleh ART nya . Terpaksa ia meminta ART nya datang jam 5 subuh untuk membantu, untunglah ART itu bersedia.


Setelah selesai masak Fathi bergegas memandikan Kayla yang sedang bermain dengan Hasbi. Setelah Kayla tampil cantik, giliran Fathi yang mandi. Ia memakai gamis yang warnanya sama dengan Kayla. Ia juga memakaikan Kayla kerudung. Kayla semakin tampak lucu dan menggemaskan.


Mereka kemudian sarapan bersama Mbok Jum juga. Pukul 7 mereka berangkat. Untuk menjemput Mala dan Amih di rumah Amih. Mala menginap di sana.


Sampai di rumah Amih. Mereka turun. Amih dan Mala sudah menunggu di teras.


" Assalamu'alaikum ." Hasbi mencium tangan Amih di ikuti Fathi.


" Wa'alaikumsalam ." Mala kemudian mencium tangan Hasbi.


" Apa kabarmu Mala?"


" Baik Mas, Alhamdulillah. "


" Kayla, cantik sekali Bubu kangen. Sini gendong Bubu." Mala hendak menggendong Kayla tapi Bayi lucu itu menolak. Hati Mala sedih. Apa yang ditakutkan terjadi. Karena lama tidak bertemu Kayla menjadi lupa padanya.


" Fathi, Biar Mala menggendong Kayla. Dia sudah rindu padanya. Kamu bantu Amih bawa barang yang di dalam." Amih lalu berlalu ke mobil.


Mala mengambil Kayla dari gendongan Fathi, Kayla menangis. Hasbi membantu Mala menenangkannya.


" Ssh..sayang ini Bubu. Kayla lupa ya." Hasbi menepuk-nepuk puncak kepala Kayla.


" Kamu ke mobil duluan Mal, kasian Kayla . Ada susunya di mobil. Di kursi depan susunya Mal. " Hasbi lalu ke dalam untuk mengambil bawaan Amih dan Mala.


" Fath..tolongin Mas sini. Susah bawanya !" Hasbi meminta bantuan Fathi. Dalam diam Fathi membantu Hasbi. Ia menyimpan bawaan Amih di bagasi. Kemudian Fathi hendak masuk ke dalam mobil di depan. Ia urung membuka pintu depan begitu ingat ada Mala. Ia membuka pintu belakang dan masuk.


Selama dalam perjalanan hanya Fathi yang terdiam. Ia tidak ingin masuk ke dalam obrolan mereka. Fathi menatap ke luar jendela. Ia teringat tentang mimpinya. Mungkinkah mimpi itu jawaban dari sholat istikharahnya. Ia belum yakin. Ia takut mimpi itu hanya refleksi dari alam bawah sadarnya yang selalu berpikir tentang bercerai. Ia akan terus sholat istikharah sampai ia yakin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2