Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 25


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan 3 hari lagi adalah digelarnya Ultah ke 1 Kayla Azahra Mubarak .


Fathi sedang berada di kamarnya ia berdiri di jendela menatap langit gelap bertabur bintang, rembulan yang bulat sempurna . Sangat indah namun tak seindah hari-hari yang dijalaninya selama ini.


Harusnya ia bahagia menyambut hari perayaan 1 tahun kelahiran anaknya, seperti mereka yang begitu semangat menyiapkan hari perayaan itu.


Tapi.. apa yang terjadi beberapa bulan ini begitu melukai hatinya. Suami yang dicintainya seakan semakin jauh darinya , anak yang dikandungnya 9 bulan , yang ia lahirkan bertaruh nyawa, diasuh wanita lain bahkan didukung oleh suami dan mertuanya.


Ia dijauhkan dari anaknya sendiri. Itu semua bermula dari sekitar 5 bulan yang lalu, di mana saat itu ia sedang pergi bersama Kayla ke mini market yang dekat dengan rumah.


Flash back.


Ia akan beli susu dan biskuit untuk Kayla. Di daerah rumah Hasbi, Jika sore banyak warga sekitar yang berjalan-jalan keluar.


Kayla senang sekali, banyak yang menyapanya. Setelah selesai ia bergegas pulang karena sudah jam setengah 6.


Saat ia sedang berjalan di atas trotoar tiba- tiba ada yang menarik dompet yang dipegangnya, reflek Fathi mempererat genggamannya.


Namun itu justru memperparah keadaan, Fathi tersungkur karena tangannya di tarik kencang oleh jambret itu. Fathi segera melepaskan dompetnya dan melindungi Kayla .Alhamdulillah Fathi dapat menahan badannya dengan satu tangan sebelum Kayla menyentuh tanah , tangan satunya untuk menahan kepala Kayla dalam gendongan.


Ibu-ibu yang melihat kejadian itu berteriak.


" Jambret..jambret..." Ada yang mengejar motor itu . Warga lainnya menghampiri Fathi dan menolongnya.


Kayla menangis karena shock. Ia diantar pulang oleh warga naik motor.


Sesampainya di rumah ia langsung turun dan mengucapkan terima kasih. ia menawarkan orang yang mengantarnya untuk masuk ke dalam tapi ibu itu menolak dan pamit pulang.


Fathi masuk ke dalam, saat berjalan tumitnya sedikit nyeri, mungkin kakinya terkilir . Kayla masih menangis .


" Aduh cucu eyang pulang-pulang kok nangis kenapa ?" Amih datang dan menggendong Kayla.


Amih melihat keadaan Fathi


" Kamu kenapa ? Mala...!" Amih bertanya pada Fathi dan memanggil Mala. Fathi duduk di sofa karena kakinya sakit.


" Iya amih..ada apa?" Mala berlari dari dapur menghampiri amih .


" Tolong ambilkan air dan kotak P3K ..liat Fathi terluka !" Mala melihat Fathi sekilas memang tampak luka gores gores di pergelangan tangannya.


" Iya amih.." Fathi segera berlari ke dapur mengambil air , dan juga kotak P3K.


" Ini kak minum dulu!" Mala memberi minum pada Fathi.


" Makasih..Bismillah ..!" Fathi meminum air itu dengan tangan yang bergetar.

__ADS_1


Sementara Mala mengobati tangan Fathi yang ternyata tak hanya satu luka namun ada beberapa juga di bagian sikut telapak tangannya, juga dikakinya, ada sedikit darah keluar .


Mala membersihkan dengan air hangat dan kapas setelah itu diberi betadine dan terakhir di balut hansaplast .


" Sebenarnya kamu kenapa Fathi , apa perlu kita ke rumah sakit, takutnya kamu ada luka lain ?" Amih sangat cemas melihat keadaan Fathi apalagi wajahnya terlihat pucat.


" Tidak usah ke rumah sakit amih , Fathi sudah tidak apa-apa hanya luka kecil ,"


Kayla masih menangis, Fathi bermaksud menenangkan Kayla.


" Sini nak sama mamah..!"


"Sudah tidak usah biar Mala saja , Mala tolong bawa ke dalam buatkan susu dan lihat apa ada luka pada Kayla !" Titah amih pada Mala. Mala menggendong Fathi dan membawanya ke dapur untuk dibuatkan susu.


" Kamu istirahat saja tenangkan diri kamu dulu , lihat tanganmu bergetar, sekarang cerita sama amih kamu kenapa?"


" Tadi sepulang Fathi dari mini market Fathi dijambret, jambretnya naik motor 2 orang. Fathi jatuh karena mereka menarik dompet yang Fathi pegang dengan kencang. Alhamdulillah Fathi bisa menahan diri sebelum Kayla terbentur ke bawah. "


" Kamu itu lain kali hati-hati..apalagi bawa Kayla ! kan sudah amih bilang belinya besok aja sama Hasbi dan Mala, sekalian belanja bulanan, ini malah kekeuh. Kalau sore menjelang magrib itu pamali anak kecil keluar , sareupna !"


"Iya amih..maaf ." Lebih baik iya mengiyakan semua ucapan amih. Percayalah jika kalian menjawab nasehat atau teguran orang tua pasti akan panjang dan lama bicaranya gak akan kelar. Berhubung iya masih shock dan lemas iya tidak akan berdebat dengan amih.


" Ya sudah kamu ke kamar gih ganti baju..tuh sampai ada yang sobek begitu !" Fathi menuruti amih dan bergegas ke kamar sebelum amih berubah pikiran.


" Mala bagaimana keadaan Kayla ?"


" Ini mih ada sedikit luka di kakinya mungkin tadi sempat tergores di trotoar dan terhimpit kak Fathi saat kak Fathi jatuh. "


" Kalau begitu kamu panggil tukang urut langganan buat ngurut Fathi dan Kayla , soalnya tadi juga amih lihat Fathi jalannya agak pincang !"


" Iya..mih ."


" Assalamu'alaikum ."


" Wa'alaikumsalam ..tuh apih datang !" Mala dan amih beranjak pergi ke ruang tamu.


" Ayo mih ..pulang sekarang , apih lelah mau cepat istirahat !"


" Cucu eyang ..lagi minum susu ya !" Apih mengusap punvak kepala Kayla.


" Apih makan dulu di sini nanti Mala siapkan ." Tawar Mala pada bapak mertuanya.


" Tidak usah terima kasih , tadi apih sudah makan , mau langsung pulang aja !"


" Ya sudah ..ayo amih sudah siap , Mala ingat ya panggilin tukang urut buat Fathi !" Sekali lagi amih mengingatkan Mala.

__ADS_1


" Memangnya Fathi kenapa ?" tanya apih.


" Tadi Fathi dijambret saat pulang dari mini market."


" Innalillahi....sekarang Fathinya mana, Dia tidak apa-apa ?"


" Tidak apih cuma kakinya keseleo, makanya Mala amih suruh panggil tukang urut. Sudah yuk kita pulang !"


" Ayo ! titip salam untuk Fathi ya Mala !"


" Kayla eyang pulang dulu ya .." Apih mencium kepala Kayla.


" Iya apih !" Mala mencium tangan amih dan apih


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam " Setelah mobil apih tidak terlihat Mala menutup pintu dan masuk iya menelepon tukang urut.


Malamnya Kayla mendapat wejangan dari suaminya ia tidak boleh lagi keluar tanpa suaminya.


Kayla menjadi rewel walupun sudah di urut. Akhirnya Hasbi dan Mala membawa Kayla ke dokter.


Flash back End


Setelah kejadian itu, Mala selalu menjaga Kayla dan Fathi hanya bisa menggendong sebentar saat Mala sedang sibuk atau mandi.


Setiap Fathi memaksa ingin tidur bersama Kayla atau menyuapi Kayla , Hasbi atau amih akan memihak Mala.


Hasbi juga lebih sering tidur dengan Mala dengan alasan "Kayla rewel kalau malam kasihan Mala bergadang , aku gantian mengasuh Kayla."


Pembagian jadwal sudah tidak berlaku lagi. Suka -suka Hasbi ingin tidur di mana .


Fathi merasa dikhianati oleh Mala, ia membuat kesepakatan agar Mala mendapat haknya sebagai istri tapi justru sekarang haknya diambil sepenuhnya oleh Mala . Hak seorang istri dan hak seorang ibu .


Sekarang apakah Hasbi masih ingat janjinya setelah Kayla ulang tahun mereka akan pisah atap dengan Mala.


Apakah mereka akan ijinkan Fathi membawa Kayla. Kenapa dia butuh ijin ? dia ibu kandung Kayla.


Hanya itu harapan satu-satunya Fathi agar bisa kembali dekat dengan Kayla, Hasbi sudah berjanji. Tapi tunggu sepertinya Fathi lupa , saat itu Hasbi tidak bisa berjanji ia hanya bilang akan berusaha.


Fathi menatap bulan.


" Apakah aku seperti pungguk yang merindukan bulan ." Gumamnya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2