Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 37


__ADS_3

" Fathi...Amih minta maaf. Bukan maksud Amih untuk ikut campur masalah rumah tangga kalian. Tapi Amih rasa kalian perlu seorang penengah yang lebih berpengalaman memberi masukan nasehat terbaik untuk kalian. Itu saja. Ini juga untuk kebaikan kalian. Amih ingin melihat kalian bahagia."


" Tidak Amih. Nasehat Amih tidak adil dan berpihak. Bukan untuk kebahagiaan kami tapi kebahagiaan Hasbi dan Mala. Sampai Amih tega memisahkan ibu kandung dengan anaknya. Cuma karena kasihan dengan Mala yang kesepian di rumah. Lantas bagaimana denganku? Ibu kandungnya."


" Fathi ! semua masalah rumit ini tidak akan ada kalau kamu mau untuk satu rumah kembali dengan Mala. Kayla tidak harus jadi rebutan."


" Kayla tidak jadi rebutan Amih. Tapi kalian yang berusaha merebutnya dariku. Mala memang merawatnya selama 3 bulan sebelum Fathi sadar dari koma. Tapi aku yang mengandung 9 bulan . Aku yang bertaruh nyawa melahirkannya sampai koma. Apakah salahku jika aku koma dan tidak dapat merawat anakku selama 3 bulan. Jika Mala ingin anak jangan rebut anakku. Dia bisa adopsi. Banyak anak yatim piatu yang butuh kasih sayang."


" Tidak akan ada adopsi. Amih tidak rela jika ada yang merawat anak yang bukan darah daging Hasbi. "


" Amih..jangan begitu. Mereka juga berhak mendapat kasih sayang. Sebagai sesama manusia dan hamba Allah kita wajib membantu mereka."


" Ya..sudah kau saja yang mengadopsi mereka. Tapi jangan pernah memakai nama belakang Hasbi."


" Kenapa Amih menyuruhku mengadopsi merereka dan memberikan anak kandungku pada Mala? Lucu sekali Amih." Fathi terkekeh.


" Fathi, Amih sayang sama kamu. Kamu itu baik, sholehah, tegar. Amih harap kamu bisa menerima Mala dengan hati yang lapang. Kamu bisa menjalani pernikahan ini dengan baik. Hasbi sangat mencintai kamu. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan perasaannya padamu. Amih harap kamu mau membagi sedikit saja kebahagiaanmu pada Mala. Mala sebatang kara. Ia juga tidak bisa punya anak karena menolong Hasbi. Biarkan Mala merasakan bagaimana menjadi ibu. Kamu masih normal bisa membuatnya lagi dengan Hasbi. Ah ..iya benar Fathi. Kamu program hamil saja lagi. Jadi kamu tidak akan kesepian. Biar Mala merawat Kayla dan kamu merawat adiknya Kayla." Amih tersenyum sumringah dengan idenya.


Fathi tertegun sesaat. Ia teringat bahwa ia belum menstruasi. Fathi mengambil ponselnya dan mengklik Apk Kalender. Ia sudah telat satu minggu. Apakah dia hamil. Tidak ...jangan sekarang di saat ia ingin berpisah dengan Suaminya. Astagfirullah... Fathi segera beristigfar begitu sadar ia telah menolak rezeki Allah. "Maaf Ya Allah ..hamba pasrahkan semuanya kepadamu." Do'a Fathi dalam hati.


" Fathi..kamu dengar Amih tidak?" Amih menepuk tangan Fathi.


" Ah..iya Amih maaf, Fathi sedang bingung mau ke toilet di mana ya?" Alasan Fathi.


" Itu kalau tidak salah tadi Amih sempat lihat di situ ." Amih menunjuk ke suatu tempat.


" Amih..Fathi ke toilet dulu." Fathi izin pada Amih. Ia pergi ke toilet. Ia sebenarnya tidak kebelet. Fathi hanya ingin menghindar dari Amih.


Hasbi dan Mala sudah selesai bermain sepeda.


" Amih , mana Fathi?" Tanya Hasbi begitu sampai.


" Sedang ke toilet." Jawab Amih.


"Oh..Kalau gitu biar aku susul." Hasbi pergi ke toilet.


" Fathi..Fathi.." Hasbi memanggil Fathi.


Fathi yang merasa dipanggil. Cepat-cepat merapikan pakaiannya lalu keluar. Ia bercermin sebentar.

__ADS_1


" Ayo..kita pulang saja. Sudah siang. Kasian Amih pasti cape jalan-jalan." Hasbi berjalan lebih dulu. Fathi tersenyum miris menatap punggung Hasbi.


***


Hasbi membereskan pakaian dan barang yang diperlukannya. Selama satu minggu ke depan ia akan tinggal bersama Kemala.


Sebenarnya tadi Amih sempat menasehatinya agar membawa Kayla ke rumah Mala. Tapi Hasbi menolak ia tidak tega. Bagaimana nanti perasaan Fathi jika suaminya pergi bersama anaknya. Berbagi suami saja sudah berat. Apalagi di tambah berbagi anak. Hatinya pasti tambah terluka.


" Fathi aku pergi dulu ya. Kamu hati-hati di rumah. Ajak mbok Jum menginap saja selama aku tidak ada. Jangan lupa kunci pintu dan jendela. Makan yang banyak." Hasbi memeluk Fathi.


" Mas selama kamu di sana apakah kamu akan meneleponku."


" Kenapa kamu takut kangen ya." Hasbi menggoda Fathi.


" Tidak..aku hanya penasaran saja, Justru kamu yang bakal kangen sama aku ."


" Iya, aku pasti kangen sama kamu. Tapi sesuai komitmen kamu, jika aku bersamamu aku milikmu seutuhnya baik waktu maupun hati. Jika aku bersama Mala maka aku milik Mala sepenuhnya. Nanti aku akan sempatkan meneleponmu di kantor saat makan siang...Ok !" Hasbi tersenyum dan mencium pipi Fathi.


" Aku pergi sekarang. Jaga Kayla baik-baik." Fathi mengantar Hasbi keluar. Ia mencium tangan Hasbi. Hasbi membuka jendela mobil.


" Assalamu'alaikum." Teriak Hasbi dari mobil.


Fathi menatap mobil Hasbi hingga hilang dari pandangannya.


Ia kemudian masuk ke dalam. Fathi mencari Kayla yang sedang di asuh Mbok Jum.


Fathi menemukan mereka sedang berada di dapur. " Mbok Jum ." Fathi memanggil ART nya.


" Iya Non..." Mbok Jum menggendong Kayla dan menghampiri Fathi.


" Saya mau minta tolong. Belikan saya test pack di apotik, bisa Mbok ? "


" Bisa atuh Non. Sekarang ?"


" Tahun depan mbok. ya iya sekarang. Nih uangnya. kalau Mbok mau jajan pake aja uang itu." Fathi terkekeh


" Iya Non.." Mbok menyerahkan Kayla pada Fathi. Ia pergi di antar Ojol


***

__ADS_1


Fathi mondar-mandir gelisah di kamarnya. Apakah dia hamil? Kayla yang melihat Fathi mondar-mandir tertawa. Ia turun dari kasur melangkah pelan ke arah Fathi.


" Mamama.." Kayla menarik-narik gamis bawah Fathi.


" Eh ..sayang ada apa?" Fathi menggendong Kayla.


" Cucu...."


" Oh..kamu mau susu. Yuk mamah bikinin. Ia ke dapur.


" Mbok Jum titip Kayla sebentar ya, aku mau bikin susu dulu."


" Iya ..Non."


Begitu selesai membuat susu. Fathi memberikannya pada Kayla. Ia lalu menggendong Kayla dan membawanya ke kamar Fathi.


Fathi menidurkan Kayla di tempat tidur. Ia lalu ke kamar mandi, untuk memeriksa test packnya. Ia melihat dengan teliti dan hasilnya adalah Alhamdulillah dia tidak hamil. Fathi terduduk di lantai ia merasa lega. Saat ini ia tidak ingin anak. Tidak ..di saat hatinya terombang ambing, di saat ia ingin mengakhiri pernikahan ini.


Dengan perasaan lega Fathi mendekati Kayla. Ia menciumi wajahnya. Kayla yang merasa geli tertawa. Ia lalu menepuk -nepuk punggung Kayla seraya bersholawat. Hingga Kayla tertidur. Fathi mengambil dotnya. Perlahan matanya pun terpejam.


Sementara Hasbi sedang berada di rumah Amih. Tadi Amih meneleponnya. Menyuruh Hasbi untuk mampir. Karena ada sesuatu yang harus di bicarakan.


" Maksud Amih apa?" Hasbi tidak mengerti ternyata yang mau dibicarakan adalah tentang Kayla . Amih memaksanya untuk membawa Kayla ikut tinggal bersama Mala.


" Tidak mungkin aku membawa Kayla. Fathi butuh dia untuk menghilangkan sepinya karena suaminya tinggal bersama madunya !" Hasbi menolak ide Amih. Ia tidak ingin menyakiti Fathi lagi.


" Hasbi, tidak selamanya fathi berpisah dengan Kayla. Cuma seminggu. Seperti kamu yang bergantian tinggal bersama mereka. Kayla juga begitu bergantian tinggal bersama Fathi dan Kayla."


" Amih..dari mana Amih mendapat ide ini? Cukup Amih. Ini masalah keluargaku biar aku yang putuskan apa yang terbaik untukku dan keluargaku Amih. Do'akan saja aku agar semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja." Hasbi lalu keluar.


" Assalamu'alaikum." Hasbi segera ke mobil .


" HASBI...HASBI..!" Amih berteriak memanggil Hasbi.


" Sudahlah lah Mih. Jangan terlalu mencampuri urusan mereka. Amih jangan terlalu di pikirkan nanti kamu sakit. Percayalah pada anakmu dia sudah dewasa Amih. Jangan terlalu menekannya."


" Apih tidak mengerti. Justru ini yang terbaik untuk mereka. Kayla juga bukan hanya milik Fathi seorang. Mala juga merawatnya seperti anak sendiri. Ia sekarang sedang sedih di jauhkan dari anaknya. Kalau bergantian mereka tidak akan terlalu kehilangan Apih. Aku tahu bagaimana rasanya dipisahkan dari anak yang kita sayang Apih."


" Amih hanya melihat dari sisi Mala. Bisakah Amih lihat dari sisi Fathi. Mala yang hanya merawatnya sangat sedih berpisah dengan Kayla . Apalagi dengan Fathi yang sudah mengandungnya selama 9 bulan. Ikatan batin mereka lebih kuat. Apih yakin Amih mengerti. Apih juga curiga sebenarnya bukan Kayla masalahnya kan? Ada hal lain yang membuat Amih menjadi berat sebelah. Selalu lebih memihak Mala. Apa alasan Amih? "

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2