
Hasbi yang melihat Fathi menangis memeluknya dan membelai rambutnya.
" Kenapa kamu menangis, bukankah seharusnya kamu senang keinginan kamu aku wujudkan ?" Tanya Hasbi.
" Ya aku senang, ini adalah tangis haru karena kita akan bercerai !"
Hasbi yang sedang membelai rambut Fathi tertegun, ia sedang mencerna maksud Fathi. Ia melepaskan pelukannya dan beralih memegang pundak Fathi.
" Apa ..bercerai ? Siapa yang ingin bercerai ? Jadi kamu ingin bercerai dariku ?"
" Loh ..kamu tadi kan sudah setuju untuk pisah ?"
" Siapa yang setuju untuk bercerai ? Aku tidak ingin bercerai dari kamu sampai kapanpun !!" Fathi rupanya salah paham dengan maksudnya, dia juga salah paham dengan maksud Fathi.
" Aku setuju pisah, maksudnya itu pisah rumah dari Mala, jadi kita akan tinggal cuma bertiga, aku, kamu dam Kayla. Seperti permintaanmu waktu itu ." Hasbi menjelaskan . Hatinya sudah tak karuan jika Fathi benar -benar meminta cerai.
" Oh..jadi kamu masih ingat permintaanku !"
" Tentu aku ingat ! karena itu , aku biarkan Kayla bersama Mala. Sebab jika kita pindah , Mala akan jarang bertemu Kayla. Aku juga menjaga jarak denganmu karena aku takut kau menanyakan hal itu ! Jujur aku belum tahu kemana kita akan pindah. Aku baru mengurusnya beberapa hari yang lalu, dan hal itu membuat aku stress . Jadi aku gampang emosi seperti tadi di ultah Kayla. Maaf..ya sayang ."
" Alasan kamu mas !" Batin Fathi.
" Fath..tidak akan ada perceraian di antara kita bertiga, aku akan berusaha untuk adil. Seminggu bersamamu dan seminggu bersama Mala. Di hari minggu kita akan berjalan -jalan bersama semuanya biar Mala bisa melepas rindu pada Kayla, kalian juga bisa tetap bersilaturahmi."
Haruskah dia setuju, dan mencoba kembali membina rumah tangga secara mereka akan pindah. Mungkin dengan cara ini hubungan mereka bisa kembali membaik. Ternyata ia lemah sekali gampang berubah pikiran.
Bukan seperti itu, ia hanya mencoba berusaha yang terbaik, jika ada jalan kenapa tidak.
" Kapan kita akan pindah ?" Tanya Fathi.
" Kita pindah besok..Insyaallah ."
" Ok.!" Fathi kemudian merebahkan dirinya.
" Fath..kok tidur , terus aku gimana ?" tanya Hasbi memelas.
" Ya ..tidurlah , udah malam aku ngantuk !!"
" Tapi..aku kan mau olahraga malam Fath, aku udah semangat 45 ini !"
Fathi membalikkan badan melihat Hasbi. Ia menahan tawa mendengar suara Hasbi yang lesu.
" Maaf mas aku lagi halangan..jadi libur dulu ya !"
" Ya..terus tadi ngapain kamu goda mas , terus buat apa pakai baju sexy begini kalau ternyata gak bisa bercocok tanam ?"
" Ih..sawah kali bercocok tanam !"
" Bukan sawah ..tapi mas mau nanam pisang Fath !" Hasbi terkekeh .
__ADS_1
" Kamu sengaja ya godain mas, ya udah deh kalau kamu gak bisa mas ke Mala aja !"
" Gih sana...kamu cuma pas pengen aja baru tidur sama aku , memangnya aku ini wanita pemuas nafsu bagimu !"
Fathi marah dan menutup seluruh badannya hingga kepalanya dengan selimut.
" Gak Fath mas cuma bercanda.. gak serius , kamu jangan marah dong ..yuk kita bobo !" Hasbi segera tidur di samping Fathi dan berusaha membuka selimut yang menutupi Fathi.
" Buka Fath..nanti kamu susah napas..!" Fathi membuka selimutnya.
" Fath..kalau cuma minum susu boleh ?"
" Aduh..kamu mas , tidur ..tidur !!"
Hasbi tidak menyerah ia terus membujuk Fathi. Fathi yang merasa terganggu tidurnya menjadi kesal , akhirnya ia mengabulkan keinginan Hasbi agar bisa tidur.
*******
Fathi terbangun mendengar suara adzan subuh. Ia menengok ke sebelah kanannya, tak ada Hasbi.
Pintu kamar mandi terbuka, Hasbi keluar dengan wajah segar, memakai bathrobe (jubah mandi )
" Kamu sudah bangun , harusnya kamu tidur aja kamukan sedang libur !"
" Aku mau membereskan barang, kita kan mau pindah. Tapi kita pindah ke mana mas ?"
" Rahasia !" Hasbi tersenyum lalu memakai baju koko dan sarung, ia sholat subuh.
Fathiyah keluar kamar bersamaan dengan Kemala.
" Eh kak Fathi..ada apa kak ?"
" Kenapa ?" bukannya menjawab Fathi justru kembali bertanya.
"Tidak apa-apa ." Mala bergegas ke dapur membuat susu Kayla.
Melihat Mala yang ke dapur Fathi segera ke kamar Mala untuk melihat Kayla. Ia rindu sekali dengannya.
ceklek.....dibukanya pintu kamar Mala.
wangi khas baby tercium begitu Fathi membuka pintu. Ia mendekati tempat tidur untuk melihat Kayla yang terlelap.
" Alhamduliah, damainya nak melihat kamu tidur. selamat ulang tahun sayang..maaf yah mamah baru bisa ngucapin sekarang. Semoga kamu menjadi anak yang solehah, pintar, disayang semua orang, selalu bahagia, dijauhkan dari hal -hal yang buruk, dimudahkan dalam segala hal , selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT...amiin . Mamah sayang kamu ." Fathi membelai rambut Kayla lalu mencium kening dan pipinya.
" Kak Fathi ! sedang apa ?"
" Eh..Mala, aku kangen sama Kayla, aku mau lihat dia tidur . Dia gemesin banget kalau tidur."
" Iya kak...bawaannya mau cubit pipinya.." Mala terkekeh.
__ADS_1
Fathi masih duduk ditepi kasur membelai rambut Kayla. Mala juga masih mengawasi Fathi.
Fathi ingat dia belum masak dan membereskan barangnya untuk di bawah pindah.
" Aku masak dulu, sekalian nanti aku bikin makan buat Kayla."
" Iya kak..." Fathi keluar kamar . Mala menyimpan botol susu di meja samping tempat tidur.
Hasbi sudah tampil rapi dengan pakaian kantornya. Ia ke dapur mencari Fathi. Tercium wangi masakan .
Hasbi mendekati Fathi dengan perlahan, ia melihat ke sekitar tak ada siapapun. Hasbi tersenyum ia langsung memeluk Fathi dari belakang.
Saat seperti ini yang selalu dia rindukan , melakukan hal romantis saat istri sedang memasak. Dulu mereka selalu seperti ini , di manapun akan selalu ada keromantisan serta kebahagiaan.
Sekarang ada hati yang harus di jaga , mereka bisa melakukan hal yang romantis hanya dikamar.
Mungkin pisah rumah adalah solusi terbaik , bebas mengekspresikan rasa cintanya pada Fathi, mereka bisa seperti dulu lagi.
" Mas..ngagetin aja ! bagaimana kalau nanti ayam gorengnya terlempar mas !"
" Terbang dong ayamnya !"
" Bukan terbang tapi ngacleng ." Fathi berusaha melepaskan pelukan Hasbi. Tapi sangat sulit Hasbi memeluknya kencang .
" Mas..lepas ! Aku mau masak ."
" Masak aja mas tidak akan ganggu ."
" Mas..gak bisa, lepas gak !" Fathi melotot pada Hasbi tapi Hasbi justru tersenyum .
Ia mencium pipi Fathi saking gemesnya .
" Duduk mas..sebentar lagi matang !" Hasbi menuruti Fathiyah.
Mala datang bersama amih serta anggota keluarga yang lain.
" Titip Kayla mas, aku mau bantu kak Fathi menata makanan di meja." Kemala menitipkan Kayla pada Hasbi.
Mereka menata hidangan ke atas meja. Ada sekitar 10 orang yang sedang berada di meja makan.
" Hasbi amih sama apih akan pulang setelah sarapan , diantar om kamu, kalian di rumah baik-baik aja ya . Jangan suka ribut, ngambek gak jelas , dengerin kata suami !" celetuk amih di saat suasana sedang hening.
" Iya amih ." Fathi meng iyakan saja, ia tahu amih sedang menyindirnya tapi ia tidak perduli.
Fathi melirik Hasbi yang juga sedang menatapnya. Ia memberi kode pada Hasbi untuk mengatakan niat mereka. Hasbi menggeleng.
Hasbi pikir sekarang bukan saat yang tepat untuk mengatakannya, sebab ia akan berangkat kerja. Sedangkan mengatakan niat mereka pasti akan menimbulkan perdebatan yang panjang.
Rencananya, ia akan menceritakannya nanti sepulang kerja. Disaat hanya ada mereka bertiga. Agar tidak ada intervensi orang lain.
__ADS_1
...----------------...