Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 40


__ADS_3

Sampailah Mala di rumah Amih. Kini mereka sedang berada di ruang keluarga.


" Amih senang kamu ke sini lagi. Tapi sekarang kan hari minggu. Kita gak ada acara jalan-jalan lagi ?"


" Tadinya Mas Hasbi niat mau ke Ancol. Tapi batal karena Fathi kurang enak badan. Barusan Mala juga dari sana sama Mas Hasbi, niatnya mau nengokin Kak Fathi sekalian ketemu Kayla. Tapi Kak Fathi kelihatannya sehat banget."


" Masa ?.. jadi menurut kamu dia udah bohong." ucap Amih.


" Mungkin, sengaja menghindar dari acara itu. Amih tahu gak kami di sana ketemu sama Ayah dan Bunda Fathi."


" Oh ya.." Amih semakin merapatkan duduknya dengan Mala.


" Ngapain mereka di sana pagi-pagi?"


" Mereka katanya mau ke rumah sakit menjenguk temannya Ayah. Sekalian jalan mampir dulu ke rumah Kak Fathi. Begitu kami datang mereka pulang."


" Mala, Bagaimana kalau kamu bilang sama Hasbi agar membujuk Fathi supaya mau satu rumah lagi bersama kalian ?:


" Aku sudah bilang tapi Mas Hasbi tidak mau. Mala malah di larang ngomong ini ke Kak Fathi."


" Tapi hubungan kamu sama Hasbi bagaimana? Ada kemajuan ? "


" Kalau kemajuan ada sih Mih, Mas Hasbi jadi lebih dekat dengan Mala. "


" Baguslah berarti ada positifnya juga kalian pisah rumah. Jadi Hasbi hanya Fokus sama kamu."


" Iya sih Mih. Tapi gak ada Kayla sepi. Apalagi sekarang Mas Hasbi tinggal sama Fathi. Aku kesepian."


" Iya itu..sampai sekarang Amih pusing mikirin solusinya bagaimana?"


" Iya Mih.. Tadi aja baru aku gendong Kayla sebentar, sudah direbut Fathi terus di bawa ke kamar. Aku di suruh pulang."


" Oh ya.. Kamu di usir? Padahal wajar kan kamu gendong Kayla namanya juga kangen. Kamu juga pernah ngasuh Kayla selama dia koma . Kenapa Fathi jadi tidak tahu terima kasih? Itu juga rumah Hasbi suami kamu. Gak berhak dia ngusir kamu. Memangnya Hasbi ke mana ?"


" Hasbi sudah masuk kamar."


" Nanti biar Amih bilang sama Hasbi. "

__ADS_1


Mereka pun terus berbincang. Lalu Apih datang. Apih baru pulang dari bermain golf. Amih mengajak Mala untuk masak makan siang.


***


Fathi sedang memasak bersama Mbok Jum. Hasbi sedang bermain bersama Kayla. Makanan sudah jadi semua. Fathi memanggil Hasbi untuk makan siang. Mereka makan bersama. Mbok pun ikut makan di paksa Fathi.


Setelah makan Fathi menitipkan Kayla pada Mbok. karena ia akan sholat berjamaah bersama Hasbi.


Selesai sholat Fathi dan Hasbi bersantai di ruang keluarga. Kayla bermain bersama Mbok.


" Mas ..ada yang ingin Fathi sampaikan ."


" Apa ?" Hasbi fokus menonton acara petualangan.


" Apa Mas bahagia?"


" Maksudnya? Tentu Mas bahagia bersama kamu. Mas kangen kamu." Fathi tersenyum sekilas.


" Tentu Mas pasti bahagia. Punya dua orang istri, apalagi yang satu masih muda dan cantik."


" Mas tidak bangga punya 2 istri. Mas bahagia karena kalian bisa akur. Kamu tidak tahu bagaimana pusingnya Mas. Setiap sama kamu Mas merasa tidak enak dengan Mala. Mas merasa menjadi suami tidak bertanggung jawab. Setiap sama Mala, Mas merasa bersalah sama kamu istri yang Mas cintai. Apakah Mas bahagia dengan perasaan itu Fathi ? Tentu tidak. Kalau bisa Mas hanya ingin punya satu istri."


Fathi tersenyum di rasa timingnya tepat untuk mengatakan maksudnya. Pancingannya berhasil.


" Bisa Mas.. kamu bisa punya satu istri. Keinginanmu akhirnya terkabul. Ternyata Allah sayang sama kamu Mas. Aku memutuskan untuk mundur. Ceraikan aku Mas."


" Apa? Kamu ngomong apa sih? Gak lucu tau ." Hasbi sempat merasa jantungnya berhenti. Ia kemudian berpikir kalau Fathi hanya bercanda.


" Aku tidak sedang bercanda Mas." Tegas Fathi.


" Kenapa kamu gak ada angin gak ada hujan minta cerai ?"


" Bukan angin bukan hujan . Tapi badai Mas . Yang membuat aku memutuskan cerai." Hasbi berdiri dari duduknya.


" Badai apa? Keadaan kita baik-baik saja, Mas bahkan mengabulkan keinginanmu untuk pisah rumah. Kayla bahkan sudah Mas ijinkan untuk tinggal bersamamu di banding dengan Mala . Dia setiap hari selalu menanyakan Kayla . Dia selalu memohon padaku untuk membuat kau dan Kayla tinggal lagi bersama kami. Tapi kau justru meminta cerai dariku !" Hasbi langsung emosi, pikirannya kalut. Dia tidak akan pernah mau menceraikan Fathi sampai kapanpun. Hasbi langsung pergi keluar meninggalkan Fathi.


" Mas..Mas Hasbi..kau mau ke mana? Kita belum selesai bicara Mas !" Fathi mengejar Hasbi. Hasbi tidak perduli dia terus berjalan dan masuk ke mobil.

__ADS_1


" Mas... ayo kita bicara baik-baik, jangan begini Mas. Kita selesaikan semua masalah ini ." Fathi menepuk-nepuk jendela mobil.


Hasbi tidak menjawab. Ia terus menyalakan mobil dan berjalan perlahan. Fathi mencoba membuka pintu. Tapi tidak berhasil. Begitu sampai gerbang, Hasbi menambah kecepatannya dan terus melaju. Fathi hanya bisa menatap mobil itu hingga menghilang dari pandangannya.


Fathi menutup gerbang dan berjalan masuk dengan lesu. Seharusnya tidak seperti ini. Ia pikir semua dapat diselesaikan dengan baik-baik. Kalau begini semua akan menjadi sulit. Fathi yakin Hasbi akan menghindar darinya dan Hasbi tidak akan pulang ke rumah malam ini.


Setengah jam kemudian Hasbi sampai di rumahnya. Ia langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu. Mala belum pulang dari rumah Amih. Hanya ada ART yang terkejut mendengar suara bantingan pintu.


Tak lama datang Mala. Ia bingung melihat mobil Hasbi di halaman. Bukankah harusnya Hasbi di rumah Fathi. Mala masuk ke dalam dan bertanya pada ART nya di mana Hasbi. Bibi berkata " Pak Hasbi ada di kamar bu dan kelihatannya Bapak sedang emosi karena tadi Pak Hasbi membanting pintu begitu keras." Mala menautkan alisnya "ada apa sebenarnya ?" Batin Mala.


Mala langsung beranjak ke kamarnya. Tapi Hasbi tidak ada. Mala mencari ke kamar Fathi.


Tok..Tok...


" Mas.. Mas... buka pintunya Mas !" Teriak Mala.


Tidak ada jawaban. Mala lalu ke kamarnya . Ia mengambil ponsel dan menelepon Fathi. Deringan kedua teleponnya diangkat.


" Halo Assalamu'alaikum, Kak Fathi boleh aku tahu ada apa sebenarnya ? Kenapa Mas Hasbi kembali ke sini ?" Mala langsung memberondong Fathi dengan pertanyaan.


" Wa'alaikumsalam . Syukurlah jika Mas Hasbi sudah sampai. Aku khawatir terjadi sesuatu dengan Mas Hasbi . Aku meneleponnya tapi tidak di angkat."


" Kak Fathi sebenarnya ada apa?"


" Untuk masalah itu kamu tanyakan saja pada Mas Hasbi. Tapi kalau bisa, tunggu Mas Hasbi tenang. Yang pasti kamu pasti kamu akan bahagia mendengar kabar ini Mala."


" Kalau kabar itu membuatku bahagia, Kenapa Mas Hasbi seperti ini ?"


" Mas Hasbi cuma masih terkejut saja . Kabar ini begitu mengagetkannya. Kamu tanyakan baik-baik dan bantu aku agar Mas Hasbi setuju."


" Setuju apa Kak? Aku semakin bingung."


" Sudah dulu ya Mal. Aku sedang menidurkan Kayla. Assalamu'alaimum."


Sambungan terputus. Mala masih diam. Setuju apa? Kabar bahagia apa ? Ia sungguh tidak mengerti.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2