
Fathi pulang ke rumah setelah makan siang. Sebelum ada panggilan sidang dari pengadilan ia akan tetap tinggal di rumah itu.
Hasbi pun belum menalak fathi. Mobil Grab hitam yang di naiki Fathi berhenti di depan rumahnya. Begitu turun ia melihat ada mobil siver terparkir di depan halaman.
Fathi berjalan ke rumahnya. Dalam hati dia bertanya siapa yang datang. Dia tak mengenali mobilnya.
Semakin dekat teras terlihat siapa yang datang. Mala terlihat sedang duduk sambil menatap Fathi tajam. Fathi ingin rasanya mencolok mata Mala. Tamu kok kurang ajar gak ada sopan santunnya.
Fathi menuju pintu tidak berkata apapun pada Mala. Ia membuka pintu sambil satu tangan menahan Kayla dalam gendongannya.
Ia pun masuk tanpa menutup pintu. Fathi langsung ke kamar untuk menidurkan Kayla. Setelah Kayla terlihat nyaman . Fathi meninggalkan kamar. Ia hendak menemui Mala.
Rupanya Mala belum masuk. Ia masih duduk di kursi teras.
" Ada angin apa nyonya Mala datang ke rumah saya?"
" Assalamu'alaikum ." Mala tidak menjawab pertanyaan Fathi justru memberi salam.
" Wa'alaikumsalam." Senyum Fathi mengembang.
" Aku mampir cuma mau melihat Kayla. Aku kangen sama anakku. Hasbi tidak mau membawanya ke rumah."
" Oh..Apa tadi Anakmu enak saja dia anakku !" Ucap Fathi ketus.
Mala mengepalkan anaknya.
Fathi mengalihkan netranya melihat Mobil silver.
" Itu mobil kayanya baru ya. Punya siapa?"
" Oh..itu. Iya mobil baru. Hasbi yang beliin . Dia sudah janji ketika kau pergi dari rumah. Agar ketika Hasbi ada di rumahmu aku bisa pergi ke manapun dengan nyaman. Hasbi khawatir kalau aku naik mobil umum." Ucap Mala tersenyum bangga.Seolah ingin menunjukkan pada Fathi betapa Hasbi mengkhawatirkan dan menyayanginya.
" Baguslah ..itu artinya dia suami yang bertanggung jawab. Semoga selamanya begitu ya." Fathi balas dengan senyum miring.
" Oh ..aku hampir lupa menawarkan tamu minum....Maaf. Mau minum apa ?"
" Kebetulan aku mau air yang dingin dan segar..aku mau es jeruk aja." Mala lalu masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
Fathi yang melihatnya hanya geleng kepala. Ia kemudian masuk langsung ke dapur. Kemudian datang Mbok.
" Maaf bu itu tamunya maksa mau nunggu. Saya ingat pesan ibu jangan bolehin tamu masuk jadi saya tidak suruh masuk saya kunci pintunya. Padahal saya bilang Ibu perginya lama. Dia ngeyel katanya mau nunggu. Ya udah saya tinggal sholat aja."
" Gak apa-apa Mbok. Malah bagus gak bolehin dia masuk. Berarti Mbok mengikuti pesan saya. Sekarang tolong bikinin minum es jeruk yang asem banget Mbok, ada?"
" Ada non jeruk peras."
" Ya udah tolong bikinin ya Mbok gulanya dikit aja. Dia gak suka manis, sukanya asem kaya mukanya.. asem !"
" Iya Bu. "
__ADS_1
Fathi kembali masuk ke dalam.
" Kayla mana? aku kangen banget pengen gendong." Tanya Mala begitu melihat Fathi yang mendekatinya.
" Kayla kan sedang tidur. Tadi kamu juga lihat kan ."
" Kak Fathi dari mana tadi? Aku nunggu udah hampir 2 jam. Apa Kak Fathi sudah ijin Mas Hasbi mau keluar ? Kak Fathi masih naik Grab . Kenapa gak minta mobil sama Mas Hasbi?" Mala memberondong Fathi dengan pertanyaan.
" Saya habis dari rumah Bunda. Sebagai seorang istri tentu saya sudah ijin sama suami. Dan saya naik Grab tidak masalah bagi saya. Lebih aman karena saya membawa Kayla. Saya tidak mau lebih membebani Hasbi karena sekarang tanggungannya bertambah."
" Kamu tenang saja walau Hasbi cuma seorang sekretaris, tapi gajinya besar. Dia masih sanggup untuk membelikan kamu mobil."
" Sebenarnya kamu mau apa ke sini?" Tanya Fathi jengah .
" Sudah ku bilang aku ingin menemui Kayla."
" Kaylanya masih tidur. Aku juga mau istirahat jadi bisakah kau kembali nanti saja."
" Maaf .. ini minumnya Bu."
" Terima kasih Mbok."
" Iya Bu . Permisi." Mbok pergi ke dapur.
" Baiklah aku akan pulang. Aku akan kembali besok." Mala mengambil minum yang tersaji di meja. Ia meminumnya, mimik wajahnya berubah. Matanya terpejam menahan rasa asam di mulutnya. Sampai tanganya mengepal dan badannya bergidik.
" Ih.. Kak Fathi kira-kira dong. Aku emang minta yang seger tapi gak asem juga . Aku lebih baik pulang. Assalamu'alaikum ." Mala langsung mengambil tasnya dan pergi.
" Ish ..awas lo Kak Fathi ." Mala menggerutu sambil berjalan ke mobil.
Hasbi yang berada di kantor menerima notifikasi dari pihak bank bahwa terjadi penarikan uang sebesar 50 juta rupiah.
Mata Hasbi membelalak. Buat apa Mala menarik uang sebesar itu. Dia pikir mencari uang itu mudah. Fathi saja tidak pernah seperti itu.
Hasbi menyimpan ponselnya dan kembali fokus kerja. Biar nanti ia urus itu di rumah.
...***...
Pagi hari dirumah Fathi. Mereka sedang sarapan.
" Mas..boleh aku bertanya?"
" Silahkan ..kenapa harus izin. Memangnya mau nanya apa?"
" Rumah ini atas namaku, boleh aku jual ?"
" Kenapa di jual? Nanti kamu mau tinggal di mana? Apa kamu mau kembali tinggal di rumahku."
" Tidak..bukan begitu. Lupakan saja. Cepat sarapan nanti Mas terlambat. "
__ADS_1
Fathi hanya ingin tahu, dan sekarang ia mendapat jawabannya. Ia tidak akan meminta apapun dari perceraian ini.
Semalam Hasbi pulang jam sembilan dan ia terlihat lelah. Setelah makan malam Hasbi langsung istirahat.
Hasbi berangkat kerja diantar Fathi sampai mobil. Kayla yang digendong Hasbi tidak mau turun.
" Ayo sayang sama mamah, papah mau kerja dulu." Fathi mengambil Kayla dari gendongan Hasbi.
" Dadah Papah hati-hati di jalan."
Hasbi mencium pipi Kayla. Dan masuk mobil. Ia membuka jendela mobil.
" Mas ..nanti aku mau ke temu temanku Resty, Boleh ?"
" Iya . Tapi kalau bisa nanti siang sudah di rumah. Ada yang ingin Mas bicarakan dengan kamu ya."
" Iya Mas. Terima kasih."
Hasbi menjalankan mobilnya perlahan. Fathi dan Kayla kembali masuk setelah mobil Hasbi tidak terlihat.
Mala yang sedang sarapan sendiri di rumah merasa kesal. Kemarin magrib Hasbi datang. Mala merasa senang mengira Hasbi akan menginap di rumah. Tapi ternyata Hasbi bertanya pada Mala tentang uang 50 juta.
Mala bilang uang itu untuk Dp mobil yang dia beli. Bukankah Hasbi pernah berjanji kalau dia akan membelikannya mobil. Jadi ia sengaja membeli mobil. Ia tidak salah kan.
Namun Hasbi menganggapnya salah. Hasbi memarahinya dan menyuruh untuk mengembalikan mobil itu. Tentu saja Mala tidak mau. Dia malu kalau harus dipulangkan mobilnya.
Fathi saja dibelikan rumah . Memangnya ia tidak tahu. Kalau Hasbi membeli rumah itu atas nama Fathi. Harga rumah dengan mobil ini masih jauh mahal rumah . Mala tentu protes. Ia merasa Hasbi tidak adil.
Mereka berdebat .Sampai Hasbi menyerah dan ia akhirnya membiarkan Mala membeli mobil itu. Ia makan malam di rumah Mala. Sekitar jam delapan lewat Hasbi pulang ke rumah Fathi.
" Assalamu'alaikum." Suara salam dari depan menyadarkan Mala dari lamunannya.
Mala bergegas pergi ke depan dan melihat siapa yang datang.
" Wa'alaikumsalam." Mala membuka pintu.
" Amih.."
...----------------...
Hai author up lagi hari ini.
Semoga suka ya..
Author gak akan bosan mengucapkan terima kasih pada readers yang sudah membaca cerita author. Jangan lupa like komen hadiah dan vote nya ya ..terima kasih banyak.
Kalian juga jangan bosan baca cerita author ya.
Biar kalian bisa menjiwai ceritanya baca perlahan dan tiap bab jadi kalian tahu setiap kisah yang Fathi alami.❤❤
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan
😗😗😗 Love you All 😗😗😗