Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 69


__ADS_3

Mala melepaskan Kayla dari pelukannya. Kayla langsung berlari ke arah Hasbi dan memeluknya.


Kayla terlihat bertambah tinggi dan gendut. Cantiknya anak ini.


"Kayla sayang ini Bubu. Kayla gak sayang Bubu ?" Ucap Mala membujuk Kayla.


Kayla berbalik badan dan memeluk Hasbi. Mala merasa kecewa anaknya tak mau lagi dengannya. Ini semua gara-gara Fathi yang telah menjauhkannya dari Kayla.


" Lihat Mas..sekarang dia tidak mau denganku. Ini semua karena Fathi telah menjauhkannya dari ku. Dia sampai lupa pada Bubunya."


" Tidak mungkin. Amih saja jarang bertemu tapi Kayla masih ingat dan bahkan mau bermain dengan Amih. Mungkin ada sesuatu yang terjadi antara kamu dan Kayla?"


" Sesuatu terjadi. Apa yang terjadi aku bahkan jarang bertemu dengan Kayla......" Tunggu, Mala teringat sesuatu Ia pernah bertemu Kayla di hotel. Saat itu Kayla menghampirinya dan ingin di gendong olehnya. Tapi Mala tidak menggendongnya. Apakah Kayla saat ini sedang merajuk dan membalasnya karena saat itu dia berpura-pura tidak mengenal Kayla. Oh ternyata anak kecil punya ingatan yang tajam dan bayi imut ini pendendam juga ya.


Mala tersenyum setelah ingat semuanya. Ia pergi ke kamarnya dan membawa boneka barbie.


" Kayla sayang. Lihat Bubu punya apa?" Mala menggoyang-goyangkan boneka itu.


Kayla melihatnya, ia tertarik dengan boneka itu. Tapi ia masih marah pada Bubunya karena mengacuhkannya.


Mala terus merayu Kayla lama-lama Kayla tergoda dan mendekati boneka itu. Begitu Kayla mendekat Mala memeluknya dan memangku Kayla.


Kayla duduk dipangkuan Mala sambil bermain boneka.


" Kamu bisa membawa Kayla Mas. Apa Fathi mengizinkan?" Tanya Mala.


" Iya, Alhamdulillah Fathi mengizinkan dan tiap weekend Kayla akan menginap bersama kita." Hasbi memberi tahu Mala.


" Cuma weekend Mas. Kenapa gak seminggu di sini, seminggu bersama Fathi. Itu lebih adil." Ucap Mala


" Kayla masih kecil, butuh waktu lebih banyak bersama ibunya. Seharusnya kamu bersyukur masih bisa mengasuh Kayla. Dan jangan meributkan hal seperti ini apalagi di depan Kayla. Dia masih kecil. Aku tak mau dia stress karena di perebutkan. Dia hanya butuh kasih sayang. Bukan ego untuk memiliki. Aku mau dia tumbuh dengan limpahan kasih sayang dari Mamah Papahnya juga dari mu dan semua orang. Mengerti Mala. Jangan pernah lagi kamu ributkan hal ini !"


" Iya Mas. Maaf."


***


Fathi dan Sultan sedang makan malam di restoran. Tanpa di duga mereka bertemu dengan Sisca.


" Halo Tuan Sultan. Kita ketemu di sini. Anda juga suka makan di sini?" Sisca menyapa Sultan tanpa memperdulikan keberadaan Fathi, seolah-olah Fathi ini adalah makhluk tak kasat mata.


" Maaf tapi saya sedang makan malam dengan istri saya. Kalau anda tidak keberatan harap tinggalkan kami ." Sisca melirik ke arah Fathi.


" Istri? Apa saya tidak salah dengar ? Janda beranak satu kamu jadikan istri. Seperti tidak ada wanita lain saja. Banyak yang masih gadis dan single juga cantik." Sultan tertawa sinis.


" Anda tidak salah dengar tapi anda salah berpikir. Dia istri saya, bagi saya dia cantik saya tidak perduli dia janda beranak satu. Kalau lelaki di \=suruh memilih kamu apa Fathi pasti semua memilih Fathi. Karena kami lelaki tahu mana yang terbaik. Mas..!" Sultan memanggil pria yang mengawasi di pintu.


" Tolong urus wanita ini saya ingin makan dengan tenang bersama istri saya."


" Baik Tuan maaf atas gangguan nya tuan. "

__ADS_1


" Maaf nona mari ikut saya."


" Tidak perlu saya bisa pergi sendiri. " Sisca pergi dengan gaya angkuhnya. Fathi menatap kepergian Sisca. Dia sedih kenapa temannya menjadi seperti itu.


" Kenapa sayang ?"


"Gak apa-apa A.."


"Ya udah makan lagi terus kita pulang, kamu pasti cape mengurus segala sesuatu untuk resepsi kita.


" Aku gak cape kok A, kan ada WO yang ngurusin. aku cuma dimintai persetujuan aja kok."


" Ya sudah, Ayo makan !"


" Iya ..A.."


Susah untuk melupakan kenangan mereka berdua, Apakah itu hanya semu dan kepalsuan. Naifkah dia jika menganggap semua orang itu baik. Hingga dia terkejut ketika orang yang dia sangat percaya dan banggakan menyakitinya.


Cintanya, sahabatnya mereka yang menyakitinya begitu dalam.


Sultan dan Fathi sudah selesai makan. Mereka lalu pulang.


***


Hari senin sudah tiba, Hasbi sedang sarapan dengan Kayla dan Mala. Pagi ini Kayla akan pulang. Hasbi tidak bisa mengantarnya Mala juga tidak bisa. Mereka harus masuk pagi.


" Mas nanti Kayla siapa yang antar?" Tanya Mala


"Aku juga tidak bisa, ini hari senin. Hari tersibuk di hotelku." Mala memberi tahu Hasbi


" Keluar saja dari pekerjaanmu !"


" Kenapa sekarang Mas melarang saya? Dulu Mas yang mendukung saya untuk bekerja !"


" Iya, karena dulu belum ada Kayla. Sekarang Kayla ada bersama kita. "


" Alah cuma sabtu dan minggu aja."


" Mala..kamu .." Hasbi diam dia tidak jadi bicara mengingat ada Kayla. Ia tidak ingin Kayla mendengar keributan.


" Terserah kamu. Mas tidak perduli lagi. Ayo Kayla kita pergi sekarang. " Hasbi menyudahi sarapannya.


" Kalau Kayla bisa satu minggu bersama kita aku akan berhenti kerja. Sekarang akan aku usahakan untuk minta libur setiap hari minggu. Seperti kemarin. "


" Ayo Kayla, Papah antar pulang ke Mamah kamu." Hasbi menggendong Kayla dan beranjak pergi.


" Assalamu'alaikum." Tepat Hasbi akan ke luar ada Fathi dan Sultan di depan pintu.


" Wa'alaikumsalam , Fathi tuan Sultan. Silahkan masuk.Saya baru mau ke sana mengantar Kayla ." Ucap Hasbi.

__ADS_1


" Tidak perlu. Aku tahu kalian pasti sibuk mau bekerja. Jadi aku jemput." Kayla meminta turun pada Hasbi dan mendekati Fathi.


" Mama ndong ." Fathi pun menggendong Kayla.


" Sayang, senang main sama Papa Hasbi. " Fathi mencium pioi Kayla. Kayla mengangguk


" Nang.."


" Ini perlengkapan Kayla. Baru sebentar rasanya kurang. Coba kalau seminggu Kayla di sini." Ucap Mala.


Fathi tidak menanggapi ia tidak mau bdrdebat di hadapan Kayla. Fathi memilih pamit pada mereka.


" Ya sudah saya pulang dulu.Terima kasih sudah menjaga Kayla dengan baik. permisi. Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam." Hasbi memandang sendu pada Fathi dan Kayla. Mimiknya lalu berubah datar. Ia memandang Mala tajam. Lalu berlalu ke mobil, dan berangkat kerja.


Mala sudah biasa mendapat tatapan seperti itu. Ia bersikap biasa saja. Ia lalu bersiap-siap berangkat kerja.


Mala sampai di kantor 15 menit sebelum jam masuk. Ia pergi ke lokernya dan merapikan diri. Mala lalu pergi ke posnya.


" Pagi Mala. Eh iya Mal, kemarin waktu lo gak masuk ada yang nyariin lo. Namanya Reyhan. Dia nanya kapan lo kerja lagi. Sebenarnya ada hubungan apa lo ama dia?" Tanya teman Mala.


" Kita gak ada hubungan apa-pa kok." Jawab Mala.


" Sebenarnya aku gak perduli sama hubungan kalian, tapi karena kamu pegawai baru, aku kasih tahu. Jangan pernah ada hubungan sama tamu, apalagi tamunya sudah berkeluarga. Kalau ketauan sama atasan, kamu bisa di pecat. Karena bisa mencemari nama hotel."


" Iya..terima kasih udah di kasih tau. Tapi kita beneran gak ada hubungan apa-apa, selain teman sekolah dulu, itu aja !"


" Oh kalian teman sekolah." Ucap teman Mala.


" Iya." Ucap Mala.


" Syukurlah, aku kasih tau karena aku kasian padamu kalau dipecat." lanjut teman Mala.


" Iya terima kasih." Mala tersenyum sekilas lalu fokus pada pekerjaannya.


...----------------...


Hai ...Terima kasih masih setia membaca cerita author .


Terima kasih sudah memberi like dan komen karya author..😘😘


Juga terima kasih taburan bunganya 😘😘 dan juga vote kalian. 😗😗.


Semua yang kalian lakukan Berarti banyak buat author. 💖💖


Cerita ini tak kan ada tanpa kalian ...Love you All ❤❤❤❤


Jangan lupa jaga kesehatan.

__ADS_1


Sambil menunggu author up lagi baca cerita author keren ini ya. Karya Teh Ijo. kalian pasti suka ceritanya. jangan lupa like dan komen ya.



__ADS_2