
" 1....2....3....buka mata kamu ?"
Perlahan Fathi membuka matanya , dan ia terkejut melihat benda yang berada di tangan Hasbi.
" Bagaimana, apa kamu suka ?"
" Mas, ini ..cantik sekali ." Mata Fathi berbinar. Hasbi mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari Fathi .
" Cantik .."
" Terima kasih mas ,"
" Cincinnya cantik !" Fathi cemberut dan mencubit pinggang Hasbi.
" Kau itu ..menyebalkan mas !" Hasbi tertawa.
" Boleh aku buka hijabmu?" Fathi mengangguk . Dengan perlahan dan hati-hati Hasbi membuka hijab Fathi.
Tampak rambut Fathi yang hitam panjang dan indah tergerai sampai pinggang.
" Berbaliklah !"
" kenapa mas?"
" ayo berbalik dulu !" Fathi pun menurut dan berbalik badan. Hasbi memasangkan sebuah kalung indah pada Fathi.
Fathi terkejut melihat kalung itu....
" Mas...ini..ini apa mas ? kau sudah memberi aku cincin dan kau juga memberikan aku kalung . Ini terlalu berlebihan mas !"
" Tidak sayang.. kau cantik sekali . Menurutku ini tidak terlalu berlebihan . Kau sudah bertaruh nyawa melahirkan Kayla ini adalah hadiah yang tak seberapa di banding apa yang kau berikan padaku Fathi . Kau memberi cinta , keluarga anak yang cantik dan kebahagiaan. Dengan kembalinya kau padaku dan bertahan di sisiku setelah apa yang terjadi, itu adalah hadiah yang besar untukku terima kasih Fathi. Aku sangat mencintaimu ."
" Aku juga mencintaimu..mas ." Fathi tersenyum. Semoga aku tetap bisa bertahan di sisimu mas, semoga cintamu dan cintaku tetap bisa bersatu walau ada yang lain di antara kita. batin Fathi.
Hasbi bahagia dan memeluk Fathi . Lalu mereka saling tatap dan perlahan wajah Hasbi mendekat dan selanjutnya kita biarkan mereka melepas rindu.
...----------------...
Suara adzan sayup terdengar Fathi terbangun ia lalu menyalakan lampu di samping tempat tidurnya dan melihat jam kecil di samping lampu .
Sudah pukul 04.00 sebentar lagi subuh, ia tak sempat untuk tahajud. Fathi beralih melihat Hasbi yang tidak memakai baju atasan .Ia membangunkan Hasbi .
" Mas.. bangun mas.. sebentar lagi subuh. Mas ... kita belum mandi !"
__ADS_1
Hasbi langsung membuka matanya begitu mendengar kata kita mandi.
" Ayo.. kita mandi !"
" Siapa dulu yang mandi aku atau kamu mas ?"
" Aku punya ide yang lebih baik ." Hasbi lalu membuka selimut yang menutupi tubuh Fathi. Lalu ia mengangkat Fathi . Fathi yang terkejut reflek teriak . Hasbi langsung mengecup Fathi.
'"sst.. nanti terdengar Mala dan Kayla ."
" Maaf.. mas sih bikin kaget aja ngapain main gendong aja ucap Fathi sembari mengalungkan tangan di leher Hasbi.
" Sudah lama kita tidak mandi berdua .. !" Hasbi tersenyum dan melangkah ke kamar mandi , lalu dia menutup pintu dengan kakinya.
Apa yang terjadi di balik pintu itu biarlah menjadi rahasia mereka.
Sementara di kamar Mala. Mala sedang termenung , ia duduk bersandar di tempat tidur. Ia dapat mendengar suara teriakan Fathi , ia tak boleh cemburu..ia tak boleh cemburu .. Mala selalu mensugesti dirinya seperti itu. Itu hak Fathi . Lalu kapan dia akan mendapatkan haknya?
Air mata menetes, Mala menangisi takdirnya.
" Ayah.. kenapa kau ingin aku menjadi madu. tak tahukah kau ayah hidupku begitu berat.. tapi tenanglah ayah, aku akan bertahan dan mengambil hak ku...agar Hasbi seutuhnya menjadi milikku hanya milikku. " Gumamnya dengan derai air mata .
Setelah tenang dihapusnya air mata itu . Mala lalu bangun dan ke kamar mandi.
...----------------...
" Apa yang bisa ku bantu Mal ?"
" Tidak perlu kak, sudah mau selesai . kak Fathi tolong lihat Kayla di kamar !"
" Baiklah ..." Fathi melangkah ke kamar Mala.
Mala melanjutkan kegiatan memasaknya.
" Loh..Mal, di mana Fathi ? tanya Hasbi tiba- tiba.
" Di kamar ku mas sedang melihat Kayla !"
" oh..biar aku yang menjaga Kayla, jadi Fathi bisa membantumu memasak. Hasbi hendak beranjak ke kamar Mala.
" Tidak usah .. ini memangkesepakatan kami berdua !" Mendengar itu Hasbi menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap Mala.
" Maksudnya ?"
__ADS_1
" Kami membuat kesepakatan hari ini aku membuat sarapan, kak Fathi yang memasak makan malamnya. Besok Kak Fathi yang memasak sarapan, aku yang masak makan malamnya . Semalam mas Hasbi tidur bersama Kak Fathi maka malam ini mas Hasbi tidur bersamaku , dan Kayla tidur bersama kak Fathi ." Mala menceritakan kesepakatannya bersama Fathi.
" Siapa yang mengusulkan kesepakatan ini ?"
" Kak Fathi. Agar kami tidak berebutan masak untuk mas, dan mendapatkan hak yang sama tidur bersama mas , agar semuanya adil mengerjakan kewajibannya dan mendapatkan haknya. " Mala menekankan kata terakhirnya .
Hasbi memijit pelipisnya. Kesepakatan apa ini ? kenapa mereka tidak berbicara padanya lebih dulu. Ia merasa tak dianggap sebagai kepala keluarga.
Hasbi langsung pergi meninggalkan Mala di dapur. Ia ke kamar Mala mencari Fathi.
" Fath ..mas mau bicara sama kamu di kamar !" Hasbi langsung pergi setelah mengatakan itu dengan wajah datarnya dan suara yang tegas.
Fathi bingung ada apa dengan Hasbi...kenapa wajahnya begitu seram. Fathi segera menggendong Kayla yang sudah bangun. Di tengah langkah menuju kamarnya Fathi bertemu Mala dan menitipkan Kayla.
" Ada apa dengan mas Hasbi Mal ? "
" Hm..itu kak, tadi aku menceritakan kesepakatan kita pada mas Hasbi ."
" Apa?" Fathi memijit pelipisnya.
" Pantas dia bersikap begitu. Baiklah Mal , aku akan menemui mas Hasbi, titip Kayla !"
" Iya kak ,"
Fathi pergi menuju kamarnya.
Ceklek..
" Mas..ada apa ?" Fathi menutup pintu. Dilihatnya Hasbi telah rapi berpakaian.
" Kenapa kamu membuat kesepakatan tentang dimana aku akan tidur ? aku tidak keberatan kesepakatan kalian tentang bergantian masak , tapi masalah tidur kenapa kalian tidak bicara dulu padaku dan memutuskan sendiri. Apa kamu anggap aku ini barang yang sekarang disini besok di sana begitu ?"
" Mas... aku tidak menganggapmu barang , tapi memang itu kewajibanmu pada kami , suka gak suka ini resiko poligami . kamu pikir aku senang kamu tidur dengannya? sakit mas ! tapi aku tidak ingin kamu berdosa karena tidak adil pada kami. Dia istrimu, dia juga berhak atas dirimu ! dan kamu wajib memberikan hak nya yaitu nafkah lahir dan batin . " Suara Fathi semakin pelan di akhir kalimat.
" Aku harus bagaimana Fathi ? aku tak ingin menyakitimu dengan tidur bersamanya . Aku juga canggung tidur berdua dengannya , selama ini ada Kayla diantara kami . Sekarang kau biarkan aku tidur berdua dengan Mala !"
" Mas.. aku berdosa jika menghalangi seorang istri mendapatkan hak nya. Ketika kau memutuskan poligami maka kau harus bisa adil mas ! hatiku juga sakit mas, aku bahkan tak sanggup membayangkannya. Tapi saat akad , kau sudah berjanji di hadapan Allah dan semua saksi, bahwa kau akan memberikan nafkah lahir batin padanya. Janji itu mengikatmu mas. Lakukan kewajibanmu ! tak usah pikirkan aku, Insyaallah aku kuat mas ." Suara Fathi bergetar menahan tangis
" Oh..sayang terbuat dari apa hatimu, maafkan aku telah memberi luka padamu ." Hasbi memeluk Fathi. Dia menyesal dan merasa bersalah telah membuat Fathi menderita.
Fathi menangis tanpa suara dalam pelukan Hasbi , ia lalu segera menghapus air matanya.
" Ayo mas kita sarapan , nanti kamu terlambat dan Mala juga pasti sudah menunggu !"
__ADS_1
...----------------...