
Happy reading.
Kini Kayla bersama Yusuf dan Mbok, di kamar Fathi. Fathi sudah di pindahkan ke kamar VIP.
Kayla melihat jam tangannya sekarang sudah hampir pukul 11.00. Dia tadi keluar kampus sekitar pukul 10 an.
Berarti Mamahnya sudah pingsan hampir 1 jam, tetapi belum sadar juga.
" Tenanglah Kay, ibumu insyaallah akan baik-baik saja. Kita berdo'a pada Allah agar ibumu cepat sadar dan baik-baik saja. "
" Iya Kak ..terima kasih " Ucap Kayla.
" Oh iya, aku sampai lupa. Mbok, kenalkan ini temanku di kampus Kak Yusuf ."
" Oh..Den Yusuf, panggil saya Mbok aja. Saya Asisten rumah tangga Bu Fathi. "
" Iya Mbok ."
Ceklek...
Datang Sultan dan langsung menghampiri Fathiyah. Dia tadi langsung ke bagian administrasi untuk menyelesaikan urusan biaya.
" Pah, bagaimana kata dokter ?" Tanya Kayla.
" Dokter bilang, Mamah hanya kelelahan juga makannya tidak teratur jadi fisiknya lemah. Kata dokter sepertinya Mamah banyak pikiran yang memicu kurangnya nafsu makan akhirnya fisiknya lemah dan cepat lelah hingga pingsan. Kita harus cari tahu apa sebenarnya yang di pikirkan Mamahmu ?"
" Apa Papah ada masalah dengan Mamah ?" Tanya Kayla.
" Tidak, kami baik-baik saja. Makanya Papah juga bingung apa yang di pikirkan Mamahmu ?"
" Bapak..Maaf, saya pulang dulu kalau begitu. Apa saya perlu membawakan baju salin untuk Ibu ?"
" Oh ya Mbok tolong siapkan perlengkapan saya dan Fathi kami menginap semalam di sini ."
" Baik Pak . Permisi. Assalamu'alaikum."
" Papah aku juga ingin menginap !"
" Tidak kau pulang saja ." Ucap Sultan.
" Tidak mau !" Kayla tetap ingin menginap.
" Kamu tidak malu sama teman kamu ?"
" Tidak !" Jawab Kayla.
" Yusuf maaf ya. Kayla kadang memang keras kepala."
" Iya Om, saya sudah tahu itu." Ucap Yusuf sambil terkekeh.
drt..drt...
Sultan merasakan getaran pada kantong celananya. Ia mengambil ponselnya.
" Alfa telepon. Sebentar ya ."
" Iya Om."
Sultan agak menjauh sedikit. Kayla duduk di samping ibunya dan memegang tangannya.
" Mah..bangun Mah.." Ucap Kayla.
__ADS_1
" Alfa sedang dalam perjalan. Mungkin sampai sekitar pukul satu. Kayla lebih baik kamu makan dulu. Yusuf tolong ajak Kayla makan ya !" Ucap Sultan mendekati Kayla.
" Iya Om, ayo Kayla Papah kamu benar. Kita makan dulu. Kalau kamu mau menjaga ibumu alangkah baiknya kamu juga menjaga kesehatanmu agar kamu bisa menjaga ibumu dengan baik."
" Yusuf benar Kay, cepat sana kamu makan, tolong sekalian bawakan buat Papah dan belikan bubur sum-sum buat Mamah ya atau kembang tahu."
" Baiklah Pah ..Kayla keluar dulu . Assalamu'alaikum"
" Kami pergi Om. Assalamu'alaikum ." Pamit Yusuf.
" Wa'alaikumsalam." Di ruangan itu kini hanya tinggal Sultan dan Fathi berdua.
"Apa yang sebenarnya menjadi bebanmu Fath, mengapa kau tidak berbagi padaku. Apa kau tidak percaya padaku?" Gumam Sultan .
Sultan melihat kelopak mata Fathi yang bergerak. Lalu mata itu terbuka dan berkedip.
" Fathi ... sayang !" Sultan memegang tangan Fathi.
" Pah..Mamah di mana ?" Tanya Fathi dengan suara lemah.
" Kamu di rumah sakit Husada. Apa yang kamu rasakan sekarang ada yang sakit. Sebentar." Sultan memencet tombol darurat untuk memanggil dokter.
" Mamah cuma pusing aja. Kenapa harus ke rumah sakit ? Kita pulang aja ya ." Ucap Fathi.
" Pulang bagaimana ? kamu saja baru sadar beberapa jam setelah pingsan ! "
" Untung aku tidak mendapati kamu nikah lagi setelah aku baru sadar dari pingsanku. " Fathi terkekeh.
" Kamu ada -ada saja ."
Ceklek....
Datang dokter dan perawat. Dokter memeriksa pasien.
" Iya Dok, terima kasih. Hm ..Dok..apa bisa saya pulang sekarang ?" Ucap Fathi.
" Boleh nanti kalau infusnya sudah habia ya ." jawab Dokter.
" Iya Dok, terima kasih. " Kayla tersenyum senang.
Dokter pamit keluar ruangan Fathi.
" Tuh kan Pah.. aku boleh pulang !"
" Iya Mah tapi nanti kalau infusnya sudah habis ya. Mamah juga harua banyak makan." Ucap Sultan.
" Mah .. sebenarnya apa yang Mamah pikirkan sampai kamu sakit seperti ini? Apa kamu tidak bisa berbagi padaku ? Kamu sudah tidak percaya aku ? Apa aku bukan lagi sandaran bagimu ?" Tanya Sultan.
" Tidak, bukan begitu Pah. Maaf Mamah membuat Papah cemas dan merasa seperti itu. Tapi sungguh Mamah hanya merasa bicara pun tidak ada gunanya !"
" Tidak ada gunanya bagaimana?" Tanya Sultan.
" Mamah rindu Alfa. Mamah sebenarnya tidak setuju Alfa jauh. Mamah selalu kepikiran Alfa. Kalau Mamah cerita sama Papah, pasti di suruh sabar doang. Lagi pula Mamah tidak ingin memaksakan kehendak pada Alfa dan mencegah kemauannya untuk pesantren itu aja."
" Ya ..ampun Mah . Kalau masalah itu, kita kan bisa mengunjungi Alfa ." Ucap Sultan lembut.
" Mamah tidak mau mengunjunginya kalau mengunjungi Alfa Mamah nanti susah lagi untuk berpisah dengan Alfa." Fathi meneteskan air mata. Dia sangat merindukan anak jagoannya .
Ceklek....
Masuk Kayla dan Yusuf. Kayla melihat Fathi sedang duduk bersandar.
__ADS_1
" Mamah... Alhamdulillah. Mamah sudah sadar. " Kayla langsung berhambur ke pelukan Mamahnya.
" Iya sayang. Alhamdulillah. Maaf ya Mamah sudah membuat kamu khawatir. " Ucap Fathi sambil membelai punggung Kayla yang masih memrluknya.
" Kayla takut... begitu dapat kabar kalau Mamah pingsan. " Ucap Kayla.
" Ini siapa Kay ?" Tanya Fathi.
" Oh ..iya . Kenalin Mah ini Kak Yusuf teman aku di kampus." Kayla melepaskan pelukannya dan mengenalkan Yusuf.
" Assalamu'alaikum Tante. Saya Yusuf teman Kayla. "
" Wa'alaikumsalam. " Fathi tersenyum pada Yusuf.
" Khem.. khem !" Sultan berdehem.
" Hm..maaf Om,Tante, ,Kay saya pulang dulu. Semoga Tante lekas sehat.." Pamit Yusuf.
" Iya ..Terima kasih buat semuanya. Hati-hati di jalan ya. "
" Iya Tante."
" Biar Kay anter ke depan."
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam ."
Yusuf dan Kay keluar ruangan.
Setelah beberapa menit. pintu terbuka kembali.Ternyata Kayla dan Alfa.
Alfa langsung memcium tangan Paphnya juga Mamah nya dan memeluk Fathi.
" Mah .. apa yang sakit ?"
" Tidak ada sayang. Mamah cuma kelelahan aja."
" Oh..iya Mah , makan dulu tadi aku beliin kembang tahu sama bubur sum-sum. " Kayla menyiapkan makan untuk mamahnya.
" Al..bisa Papah bicara sama kamu ?"
" Iya Pah ." Alfa mengikuti Sultan ke luar kamar.
Mereka pergi ke kantin dan bicara.
" Papah mau bicara tentamg Mamah dan kamu." Alfa diam tidak menyela Papahnya.
" Mamah terlalu banyak pikiran hingga makan tidak teratur membuat tubuhnya lemah dan jatuh pingsan. Dia memikirkan kamu." Alfa terkejut
" Mamah tidak nafsu makan karena rindu kamu. Papah tidak pernah melarang kamu atau meminta sesuatu padamu. Tapi bisakah kamu pertimbangkan kembali niatmu untuk pesantren . Demi Mamah Al. "
" Kenapa Mamah tidak pernah bilang sama Al "
" Karena Mamah tidak ingin menghalangi niatmu. Mamah tidak ingin menjadi hambatan cita-citamu. Semua dia pendam sendiri. Mamah bahkan tidak cerita pada Papah. "
" Baikah Pah akan Alfa pertimbangkan. "
" Ya sudah sekarang kita makan ya.."
Alfa dan Sultan meneruskan pembicaraan mereka sambil makan siang.
__ADS_1
...----------------...