Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 14


__ADS_3

Amih terdiam dan berpikir, mungkin Hasbi ingin berduaan dengan Mala jadi Hasbi menyuruh Fathi pergi. Haruskah ia juga pergi agar Hasbi bebas bersama Mala?


" Ok ! Amih juga mau pulang tidak jadi menginap . Tapi amih mau bawa bubur kacang hijau sama kue putri ayunya sedikit untuk Apih . "


" Iya mih, biar Fathi siapkan ." Fathi menyerahkan Kayla pada Mala. Fathi mengambil kotak makan untuk menyimpan setengah kue brownis dan 20 kue putri ayu. Lalu mengambil lagi kotak makan untuk Bubur kacang hijau.


" Ini amih ." Fathi menyerahkan kantong plastik berisi kotak makan pada amih.


Amih menerimanya dan dibawanya ke ruang tengah , ia akan bersiap -siap dulu untuk pulang


Lalu Fathi mengeluarkan kue brownis yang sudah dia siapkan untuk dibawa pulang dan ditukarnya dengan brownis yang tinggal setengah .


" Mala tolong nanti kalau Hasbi pulang kasih ini untuk cemilan ya, juga buburnya . Mas Hasbi sangat suka dengan brownis dan bubur kacang hijau." Pesan Fathi pada Mala.


"Iya kak, ..kak Fathi, apakah Kayla akan ikut dengan Kak Fathi ?" Mala mencium pipi Kayla.


"Iya !.. bunda sudah rindu pada Kayla, sudah hampir 3 bulan mereka tidak bertemu dengan Kayla." Fathi lalu mengambil Kayla yang digendong Mala.


" Kenapa memang Mal ?" tanya Fathi.


" Tidak apa-apa Kak, aku cuma merasa nanti aku pasti akan kesepian dan merindukan Kayla, karena aku tidak biasa jauh dari Kayla ." Mala membelai tangan Kayla.


" Tidak usah khawatir Mal, Insyaallah .. kami cuma 1 malem . Lagi pula kan ada mas Hasbi, kamu tidak akan kesepian Mal." Ucap Fathi seraya menahan perih di hatinya.


" Iya kak, tapi benar ya, kak Fathi gak lama ?"


" Iya Insyaallah Mal, aku tak ingin berjanji yang tidak aku tahu. 1 detik ke depan aku tidak tahu apa yang akan terjadi, aku cuma bisa bilang aku akan berusaha pulang besok. Karena itu aku bilang Insyaallah. Semua bersumber dari kehendak Allah. "


" Iya kak ."


" Aku berangkat dulu ya Mal , aku sudah menelepon mobil on line untuk mengantarku , dan dia sudah menunggu di depan !"


" hati-hati kak di jalan !"


" Iya Mal, salam untuk amih tolong pamitin soalnya mobilnya sudah menunggu. " Fathi menggendong Kayla dalam gendongan bayi. Ia membawa kantong plastik di tangan kanan. Tasnya ia selempangkan di bahu kiri.


" Iya kak."


Saat Fathi akan sampai di depan pintu, amih berteriak.


" Fathi.. tunggu dulu !" Fathi berhenti dan berbalik badan .


" iya mih ada apa ?"

__ADS_1


" Salam buat orang tuamu ya, bilang amih mengundangnya makan malam besok di rumah amih ya !"


" Hah.. iya mih ."


" Ya sudah sana , hati-hati di jalan. Dadah Kayla sayang.. baik-baik ya sama mamah jangan nangis kalau malem. " Amih mencium pipi Kayla. Fathi mencium tangan amih dan memberikan tangan Kayla untuk salim pada amih.


" Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam" Jawab amih dan Mala.


Fathi mengechat Hasbi memberi kabar bahwa ia telah berangkat menggunakan mobil on line. Fathi menulis no polisi mobil itu dan menyebutkan jenis serta warna mobilnya. Satu hal yang wajib ia lakukan sejak dulu jika ia bepergian sendiri menggunakan mobil on line atau ojek .


Fathi juga mengingatkan Hasbi untuk sholat ashar dan jangan lupa makan, ia juga minta maaf karena tak sempat masak untuk makan malam karena dia keburu pulang. Tapi Fathi sudah membuat kue untuk Hasbi.


Masih centang 1 , berarti Hasbi masih rapat.


Mala merasa kesepian . Amih baru saja pulang setelah di jemput supir. Jam menunjukkan pukul 4, Hasbi pulang sekitar pukul 6 atau setengah 7.


Dari pada dia galau lebih baik dia masak untuk makan malam. Seharusnya ini giliran Fathi untuk memasak .


Menu makan malam saat ini rencananya Mala akan memasak semur daging dan sambal goreng kentang serta tumis kangkung.


Jam setengah 6 Mala selesai memasak dan membersihkan dapur.


Mala beranjak ke kamarnya untuk mandi.


Mala menunggu di teras depan , ia bahkan melewatkan sholat magribnya karena ia ingin menyambut Hasbi pulang.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 tetapi Hasbi belum juga pulang. Mala mencoba menelepon Hasbi tapi ponselnya tidak aktif.


Percuma ia sudah berdandan cantik jika Hasbi menghindarinya.


Lelaki pengecut, tak berani menampakkan dirinya mungkin ia takut tergoda olehnya, pikir Mala.


" Awas kau mas, kalau kau pulang nanti akan ku buat kau bertekuk lutut padaku, aku sudah lelah tak kau anggap pokoknya malam ini kamu milikku . Aku yakin jika kau sudah mencoba sekali saja denganku kau akan ketagihan mas. Fathi tidak ada apa-apanya dibanding aku mas !!!" Gumam Mala yang bertekad keras melakukan malam pertama.


Ceklek..


Pintu terbuka. Hasbi sudah pulang. Semua penghuni rumah membawa kunci masing-masing.


Ia melihat Mala yang tertidur di sofa depan televisi. Hasbi mengamati Mala. Ia menelan ludahnya. Hasbi akui Mala memang wanita yang sexy dalam berpenampilan. Namun tetap Fathilah yang paling sexy secara keseluruhan, walau tertutup.


Begitu teringat Fathi langsung hilang hasratnya . Ia hanya ingin tidur dan memimpikan Fathi dan Kayla.

__ADS_1


Hasbi membangunkan Mala. Setelah beberapa kali di tepuk bahunya Mala terbangun. Begitu melihat Hasbi Mala langsung duduk. Ia melihat jam sudah pukul 11 malam. Rupanya ia ketiduran di sofa.


" Mas Hasbi baru pulang ?"


" Iya ..kamu pindah tidurnya jangan di sini nanti badanmu pegal-pegal !" Hasbi berlalu ke kamar Fathi. Ia ingin mandi air hangat dan langsung tidur. rasanya lelah sekali. Mala terpaku sesaat.


Mala menyusul Hasbi ke kamarFathi. Pintunya di kunci.


" Tidak !. tidak mas , kamu tidak bisa seperti ini padaku ! harusnya malam ini kamu bersamaku. Menghabiskan malam berdua denganku mas. Kenapa kamu menolakku ? Tak bisakah kamu memperlakukan aku seperti kamu memperlakukan Fathi !" Batin Mala dengan berurai air mata.


Sementara Hasbi sedang mandi. ini sudah malam jadi ia hanya mandi sebentar . Bisa-bisa Fathi marah kalau tahu ia mandi malam .


Hasbi keluar dan memakaipakaian tidurnya. Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan di depan pintu.


Hasbi kemudian melangkah mendekati pintu dan menempelkan telinganya pada pintu. Benar..ada suara tangisan , Mala kah itu ?


Hasbi memutar kunci dan membuka pintunya ..Bismillah.


" Mala.. kamu sedang apa ?" Mala terkejut, Hasbi membuka pintu secara tiba-tiba.


" Mas Hasbi ! Kenapa mas? kenapa kamu tidak mau tidur denganku, sesuai kesepakatan aku dengan Fathi , malam ini adalah giliranku tidur bersamamu. Bahkan Fathi sengaja meninggalkan kita berdua agar kau bisa bersamaku ! amih juga pergi hanya agar kita tidak terganggu." Mala menangis tersedu-sedu.


" Harga diriku sebagai wanita terluka mas, kau selalu menolakku. Hampir 4 bulan kita menikah kau belum pernah menyentuhku . Kenapa mas?"


" Mala dengar ..kau tahu kan , kita menikah karena apa ? Kau pasti mengerti kenapa aku seperti ini !"


" Tidak..AKU TIDAK MENGERTI MAS ! Kita ini pasangan halal di mata hukum dan agama, kita tidak berzina justru kalau mas tidak melakukannya mas berdosa, karena telah mendzalimi secara batin kepada ku sebagai istrimu ."


" Mala..tenanglah ! tenangkan dirimu , beri aku waktu sampai aku siap ya !"


" Kapan ? kapan mas akan siap ? sampai rasa bersalah mas pada Fathi hilang, begitu? tidak mungkin mas , karena butuh seumur hidup untuk menghilangkan rasa bersalah mas pada Fathi, bahkan mungkin sampai mati, rasa bersalah ini tidak akan hilang ! Karena aku merasakannya mas, aku juga merasakan perasaan bersalah . Tapi aku ingin bahagia..aku ingin seperti kak Fathi yang mendapat cintamu mas , karena ku pikir aku juga berhak. Karena aku juga istrimu mas ! " Mala menghapus air matanya. Wajah yang semula cantik kini tampak mengenaskan.


" Tak perduli bagaimana caranya , malam ini aku ingin hakku mas !" Mala melepaskan tali pada pundak gaun yang dipakainya sehingga gaun itu meluncur ke bawah. Hasbi membalikkan badan.


" Pakai kembali bajumu Mal ! "


Mala berpindah ke hadapan Hasbi hanya dengan mengenakan 'kacamata sexy' dan 'segitiga emas ' .


" Lihat aku mas, aku rela seperti ini , hanya agar kau melirikku tapi kau masih tak mau melihatku !"


Mala memegang dagu Hasbi dan menariknya agar Hasbi menatap matanya .


" Lihat ! .. tatap wanita murahan ini ! Wanita ini , yang mengemis untuk kau sentuh adalah istrimu !"

__ADS_1


Hasbi menatap Mala, lihatlah ada satu hati lagi yang terluka. Tak ada kebahagiaan dari pernikahan ini, semua merasa tersakiti.


" Maaf..maafkan aku Mal, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini , bersabarlah, ku mohon bersabarlah .Sampai aku siap, ini sulit bagiku Mal. Sebelum kau datang, Fathi adalah segalanya bagiku, aku sangat mencintainya dan selalu ingin membuatnya tersenyum bahagia , apapun akan aku lakukan untuknya Mal, bahkan aku pernah membuat seseorang masuk rumah sakit saat Fathi menangis karenanya. Sekarang , bagaimana bisa aku melakukan itu ? sedangkan Fathi menangis perih dikamarnya , aku Mal.. aku yang menyakitinya. Rasanya ingin ku bunuh diriku sendiri." Hasbi memeluknya untuk menenangkan Mala.


__ADS_2