
Hasbi pulang sekitar pukul 18.10 menit. Ia langsung mandi dan sholat magrib berjamah dengan Mala. Setelah itu mereka makan malam bersama.
Mala makan sambil melirik Hasbi. Ia bingung bagaimana menyampaikan keinginannya. Apakah Hasbi akan mengizinkan Fathi tinggal di sini lagi ? Atau Hasbi akan marah padanya. Mala terlalu sibuk dengan pikirannya hingga tidak menyadari wajah Hasbi yang menautkan alisnya melihat sikap Mala
" Ada apa Mal? Ada yang ingin kau sampaikan ?" Tanya Hasbi di sela makannya.
Mala gelagapan mendengar pertanyaan Hasbi. Ia tak menyangka Hasbi memperhatikannya. Mala menjadi gugup ia belum menemukan kata yang tepat untuk membujuk Hasbi.
" Hm..tidak apa-apa Mas ." Jawab Mala dengan gugup.
" Kalau gak apa-apa, kenapa kamu gugup gitu ?"
" Hm.. sebenarnya ..ada yang ingin Mala sampaikan, tapi Mas jangan marah ya ." Pinta Mala.
" Iya Mas gak akan marah. Memangnya apa yang ingin kamu sampaikan ?" Hasbi meminum air mineral yang ada di hadapannya.
" Begini mas , Besok kan hari minggu. Waktunya kita semua buat kumpul. Mas bilang kita mau ke Ancol. Bagaimana kalau pulang dari sana kita bujuk Kak Fathi untuk tinggal lagi di sini bareng kita. Bagaimana Mas ?"
Hasbi menghela nafas. Ia menyimpan sendok dan garpunya di atas piring kosong. Lalu ia menjauhkan piring itu dari hadapannya.
" Sepertinya besok kita tidak akan jadi pergi ke Ancol. Fathi tidak enak badan jadi acaranya batal. Besok mungkin Mas akan lebih awal ke rumah Fathi sampai seminggu ke depan."
" Tapi Mas, kenapa harus batal? Yang penting acara kumpulnya kan, mau di mana pun sama aja. Jadi kita buat acara kumpulnya di rumah Kak Fathi saja. Sekalian kita jenguk Kak Fathi dan bertemu Kayla. Aku kangen Mas sama Kayla. Boleh kan Mas?"
" Entahlah Mal. Fathi sedang sakit. Mas takutnya kalau kamu ke sana Fathi kurang nyaman."
" Mas... Aku janji , gak akan ngomong macam-macam. Aku cuma ingin bertemu Kayla."
" Baiklah, tapi kamu janji jangan membahas atau membujuk Fathi untuk tinggal di sini lagi. Mas tidak mau nanti Fathi banyak pikiran . Juga jangan bahas tentang Kayla. "
" Iya Mas, aku janji."
Hasbi menunggu Mala makan sampai selesai. Setelah makan Mala merapikan mejanya. Ia menyimpan piring kotor di wastafel cuci piring.
***
Pagi hari suasana di rumah Fathi kali ini terasa hangat . Karena ada dua orang yang berkunjung ke istananya.
Ayah yang sedang asik menonton Tv dan Bunda yang senang bermain dengan Kayla. Mereka datang pada saat Fathi sedang memasak sarapan. Akhirnya mereka sarapan bersama. Kini mereka ada diruang Tv.
__ADS_1
" Fathiyah.. bagaimana hasil sholat istikharah mu ? "
Fathiyah beberapa hari yang lalu ke rumah Orang tuanya. Bukan untuk menceritakan masalah rumah tangganya melainkan hanya bertanya pada Ayahnya. Apakah ayahnya tidak masalah jika Fathi menjadi janda? Ayahnya Fathi tidak bertanya apa masalahnya, karena itu bukan urusannya. Ia pikir jika Fathi ingin bercerai maka Fathi tidak bahagia dalam pernikahannya. Ayah tahu Fathi adalah orang yang sabar dan tangguh. Ia tidak akan semudah itu untuk menyerah dan bercerai. Pasti Fathi sudah memikirkannya dengan baik dan berusaha sebaik mungkin. Jika Fathi menyerah berarti ia sudah tidak sanggup lagi.
Ayah hanya berkata " Sebagai orang tua Ayah ingin anaknya bahagia. Ayah tidak ingin ikut campur masalah keluargamu. Ayah cuma minta putuskanlah sesuatu dengan hati dan pikiran yang dingin. Karena jika keputusan diambil dalam keadaan panas atau emosi, cenderung di kuasai nafsu dan ego. Bersihkan dulu hatimu perbanyak sholat tahajud dan istikharah. Pasrahkan semua pada Allah. Minta petunjuk pada-Nya. Jika kau sudah benar-benar yakin akan keputusanmu setelah itu, mungkin itu petunjuk dari Allah. Jika kau masih ragu teruslah sholat sampai kau benar -benar yakin. Kadang jawabannya tak sesuai dengan keinginanmu. Jadi pastikan kalau keyakinanmu bukan berdasar nafsumu. Fathi bagaimanapun keadaan kamu. Kami tetap menyayangimu."
Fathi terlarut dalam memorinya. "Fathi !" Ayah kembali memanggil Fathi.
" Eh..iya Ayah."
" Ayah tanya bagaiman hasil sholatmu?"
" Oh itu..hm.. Hasilnya Fathi yakin akan keputusan Fathi semula. Fathi juga bermimpi Ayah. Mimpi itu selalu sama setiap malam bahkan kadang saat Fathi tidur siang juga Fathi selalu bermimpi yang sama. Fathi sudah yakin Ayah."
" Jika memang sudah seperti itu, Ayah hanya bisa berdo'a semoga dilancarkan segalanya, kau diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga Allah selalu memberimu kebahagiaan. "
" Amiin.. terima kasih Ayah."
" Assalamu'alaikum." Terdengar suara salam dari depan. Fathi segera beranjak ke depan untuk melihat siapa gerangan.
" Wa'alaikumsalam. Mas Hasbi ." Fathi mencium tangan Hasbi dan tersenyum pada Mala.
" Bagaimana kabarmu Fathi ?"
" Alhamdulillah Mas sudah baikan."
" Syukur Alhamdulillah."
" Ayo masuk Mas , Mal." Hasbi masuk lebih dulu diikuti Mala kemudian Fathi .
" Apa kabar Yah, Bun ?" Hasbi mencium tangan Ayah dan Bunda . Mala ikut mencium tangan mereka.
" Alhamdulillah kami baik. Bagaimana kabar kamu dan Mala?"
" Alhamdulillah kami juga baik Ayah. "
" Syukur Alhamdulillah. Kalau begitu Ayah sama Ibu mau pulang dulu." Ayah dan Bunda bangkit dari duduknya.
" Kenapa cepat-cepat ayah?"
__ADS_1
"Sebenarnya kami ada janji menjenguk Hj Basir di Rumah sakit. Kami mampir sebentar ke sini." Tutur Ayahnya.
" Oh..begitu. Baiklah Ayah hati-hati di jalan. "
" Terima kasih . Ayo Bun ." Fathi, Hasbi dan Mala mencium tangan Ayah Bunda.
" Kayla sini sayang sama Bubu.. Bubu kangen ." Mala mengambil Kayla dari gendongan Bunda.
Fathi mengantar orang tuanya sampai mobil.
Kemala menciumi wajah Kayla. Dia sangat merindukan kayla.
" Mas sama Mala mau minum apa ? "Tanya Fathi begitu masuk ke dalam.
" Sudah Fath..duduk di sini aja. nanti kalau mau minum kami ambil sendiri. Kaya tamu aja." Hasbi terkekeh.
" Oh iya.. inikan rumah Mas ya." Fathi ikut terkekeh. Ia lalu menatap Mala.
" Kalau Mala minum apa? Kamu kan tamu harus dilayani dengan baik. " Fathi tersenyum pada Mala.
Mala merasa itu sebagai sindiran. " Apa aja boleh Kak, Tamu ini tidak mau merepotkan istrinya Mas Hasbi yang juga suamiku. Terima kasih Kak."
Fathi tersenyum lebar. " Wah.. syukurlah . Kamu sangat baik sekali, tamu yang pengertian. Istri kedua Mas Hasbi ini sangat baik, bahkan mau mengantar suaminya ke rumah istri pertama. Terima kasih. "
Hasbi sudah memijit pelipisnya. Harusnya ia tidak mengajak Mala ke sini. Ia harus memisahkan mereka .
" Fathi ayo kita ke kamar !" Ajak Hasbi tegas. Fathi berbalik melihat Hasbi.
" Aduh Mas masih pagi udah ngajak ke kamar . Nanti Mas, masih ada tamu tidak enak. Tunggu tamunya pulang dulu." Fathi menekankan kata pulang dulu.
" Oh .. tidak apa-apa silahkan. Saya mengerti Mas Hasbi pasti rindu pada Kak Fathi setelah seminggu di rumah saya. " Sarkas Mala.
" Wah.. Terima kasih pengertiannya kalau begitu saya ke kamar dulu. Ayo Kayla kita ke kamar main sama mamah dan papah." Fathi mengambil Kayla dari gendongan Mala.
" Kalau Kak Mala mau pulang. Pulang saja tidak usah pamit lagi. Takutnya kami sudah tidur. " Fathi pergi bersama Kayla dan Hasbi.
Mala cemberut dan mengepalkan tangannya. " Hah..Kenapa dia harus bawa Kayla. Padahal aku ke sini ingin bertemu Kayla. Awas ya Kak Fathi, aku balas nanti. Aku akan berusaha supaya Kayla bisa jadi milikku. " Gimam Mala. Mala akhirnya pergi keluar. Lebih baik dia ke rumah Amih saja. Mala menelepon Taksi on line .
...----------------...
__ADS_1