
Saat ini Fathi sudah berada di rooftop kantor suaminya , bersama dengan Hasbi dan Kayla.
" Hm...masakan kamu memang the best !"
" Makasih mas, itu karena mas cuma makan masakan ku doang, jadi gak ada perbandingan ."
" Tanya Kayla..ya kan sayang , masakan mamah the best ya ?" Hasbi bertanya pada Kayla yang disambut pukulan sendok pada bibirnya.
" Aduh.. Kay sayang , kasihan papah..bibirnya jadi sakit kalau dipukul. Nanti papah jadi doer bibirnya.. terus jelek deh.... !"
" Sembarangan ! .. aku tetap ganteng ya biar doer juga !"
" Ih..papah narsis ya Kay..gelay kita gak like lagi !!"
" Ih.. kamu lebay deh mah , tapi papah suka !"
" Aduh .. ini nih muridnya deny cagur, gombal mulu !" Mereka tertawa begitu bahagia menikmati makan siang mereka. Saling melempar candaan dan sindiran.
Hasbi menyukai Fathi seperti ini tertawa lepas dan terlihat bahagia.
" Yang ..tapi bener deh bibirku sakit ."
" Bener mas coba sini Fathi lihat !" Memang ada sedikit jeding pada bibir Hasbi.
" Aduh ..gimana dong ! tapi bisa makan kan mas ?"
" Perih Fat.. tapi ada obat yang ampuh buat ngobatin bibir yang sakit ."
" Apa tuh ? nanti Fathi beliin ke apotik."
" Sini mas bisikin !" Fathi mendekat pada Hasbi.
Cup..
Astagfirullah .. wajah Fathi memerah.
" Awww " Fathi mencubit pinggang Hasbi.
" Mas..bisa-bisanya kamu cium aku depan Kayla ..di depan umum lagi, malu tahu !"
" Ya gak apa-apa, kamu kan istriku kenapa harus malu !"
" Aku kenyang sekali, terima kasih sayang.."
" Iya mas, sama-sama !" Fathi kemuduan mengambil tisu basah dan mengelap mulut Hasbi yang bekepotan saus asem manis.
" Duh pak Hasbi romantis amat , makan siang bareng keluarga !"
" Ah iya pak , kenalkan pak ini istri saya Fathiyah Azahra, dan ini anak kami Kayla Azahra."
" Salam kenal bu saya Gunawan , manajer pemasaran di sini !"
"Salam kenal kembali pak !"
"Silahkan lanjutkan pak Hasbi, maaf sudah mengganggu , saya permisi dulu ya."
__ADS_1
" Tidak mengganggu kok pak..terima kasih !"
" Mas memang di rooftop suka ramai ya , aku pikir sepi . Gak tahunya banyak yang makan di sini ." Tanya Fathi sambil membereskan bekas makan mereka .
" Biasanya kalau yang membawa bekal makan di sini , kalau yang jajan makan di kantin atau di luar."
" Oh ..begitu !"
" Aku pulang dulu ya mas, kamu kan harus kerja lagi ."
" Iya.. ayo aku antar ke depan , sampai kamu naik mobil !"
" iya.. !" Hasbi menggendong Kayla dan nenggandeng tangan Fathi.
Mereka berjalan ke arah lift. Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan mereka.
" Woy bro Sul ..diliatin aja , bini orang itu !"
" Diem lo ! gue juga tahu itu bini orang , cuma ngeliatin doang Supri !"
" Tapi Sul, kalo diperhatiin ! gue kok kaya pernah ketemu dia ya ."
" Emang !..lo inget cewek yang jatuh tabrakan ama gue di sini ?"
" Ah..iya lo bener Sul , gue inget sekarang ! Pantesan lo liatin mulu. Lo dah jatuh hati sama dia sejak pandangan pertama kan ?"
" Sepertinya begitu, tapi sayang dia dah punya laki !"
" Ya .. lo tikung lah , tapi lewat do'a !"
" Gila kali lo ya ! masa iya gue do'ain orang yang jelek !"
Sultan terkekeh.
" Dah yuk kita sholat dulu , terus rapat lagi !"
"Ayo..!"
Merekapun pergi.
" Ini pertemuan kedua kita, mungkinkah jika sekali lagi kita bertemu berarti kita jodoh... dosakah jika aku berharap ? " Batin Sultan .
Hasbi menunggu Fathi sampai naik mobil on line.
Setelah mobilnya pergi Hasbi bergegas ke ruangannya untuk menyiapkan rapat.
Dalam ruangan rapat mereka berdiskusi dengan serius. Hasbi sedang mempresentasikan proyek yang diajukan oleh perusahan tempatnya bekerja kepada pihak investor.
Sultan juga ikut dalam rapat. Dia memperhatikan Hasbi dengan lekat. Tampan, berkarisma, pintar dan terlihat baik.
Pantas saja wanita itu mau menjadi istrinya. Lelaki ini beruntung mendapatkan wanita itu yang terlihat cantik , ceria menggemaskan, soleh , baik dan sepertinya tipe setia.
" Pak Sultan.. Pak Sultan.. " Mereka bingung , kenapa Sultan diam saja tatapannya hanya fokus pada satu orang 'HASBI ' .
Temannya menginjak kaki Sultan
__ADS_1
" Awww. .. lo kenapa sih ?" Temannya memberi kode dengan menggerakkan matanya.
" Pak Sultan.. bagaimana setelah tadi presentasi kami Apakah anda setuju ?"
" Ya...ya..Projek yang bagus , aku setuju !"
Mereka meneruskan rapat dengan membicarakan poin-poin perjanjian kerjasama.
...----------------...
Fathi sudah berada di rumah Hasbi pukul 2 siang. Ternyata Fathi di sambut oleh mertua tercinta .
Astagfirullah.. Fathi teringat pesan amih. Dia lupa belum menyampaikan pada orang tuanya, kalau malam ini amih dan apih mau mengundang ayah dan bunda.
" Kayla ..eyang kangen.. sini sayang !" Amih mengambil Kayla dari Fathi.
" Gak ada Kayla rumah ini sepi , kasihan Mala sendirian di rumah !"
" Oh ya Fath... orang tua kamu nanti malam bisa datang ? acara di sini saja gak jadi di rumah amih !"
" Oh..Fathi telepon dulu kalau begitu mih, bilangin kalau acaranya di rumah Fathi bukan di rumah amih ." Fathi mengambil ponselnya dan menelepon bundanya.
Sementara amih pergi masuk ke kamar Mala, untuk memberitahu bahwa Kayla sudah datang.
Fathi sudah memberitahu orang tuanya dan mereka akan datang nanti malam.
Amih datang bersama Mala dan Kayla menghampiri Fathi.
" Kayla sayang sini sama mamah..!" Fathi ingin menggendong Kayla tapi Mala menolak.
" Kak Fathi pasti lelah biar Kayla Mala saja yang gendong !"
" Iya Fathi biar Kayla sama Mala saja kamu bantuin amih masak yuk, kita nyicil masak mulai sekarang soalnya kita akan masak banyak buat nanti malam !" Amih beranjak pergi ke dapur .
Fathi menatapa Mala. Apa yang terjadi semalam ?dan kenapa amih ada di sini ? Fathi merasakan aura berbeda di rumah ini.
Mala tahu Fathi sedang memperhatikannya tapi ia pura -pura tak menyadari dan tetus bermain bersama Kayla.
Fathi menyusul amih ke dapur.
" Fathi... amih pikir sekarang kita bikin kue aja dulu, enaknya kue apa ya ?"
" Terserah amih ."
Mereka membuat kue sesuai permintaan amih.
" Fathi.. malam ini biarkan Hasbi tidur dengan Mala ya !" Fathi berhenti menuangkan adonan ke dalam loyang.
" Tapi amih , kami sudah punya kesepakatan bersama , dan malam ini mas Hasbi bersama Fathi !"
" Tapi kesepakatan itu tidak adil buat Mala, jika seperti itu tidak akan ada perubahan pada hubungan Hasbi dengan Mala. Biarkan Hasbi dekat dengan Mala ! agar Hasbi terbiasa dan ia bisa mencintai Mala seperti dia mencintai kamu !"
Fathi tidak menanggapi perkataan amih dan meneruskan kegiatannya.
" Fathiyah amih mohon padamu ya..kasihan Mala , menjadi istri yang tidak dicintai itu menyakitkan Fathi ! " Seperti amih dulu , amih tahu bagaimana rasanya dan amih tidak ingin Mala merasakan hal yang sama , amih tidak ingin Hasbi menyakiti Mala seperti apihnya dulu menyakiti amih. batin amih.
__ADS_1
" Lantas amih pikir menjadi istri yang di madu tidak menyakitkan !" batin Fathi.
...----------------...