
Hasbi terbangun matanya terbuka , lampu masih menyala mereka tertidur setelah kegiatan panas itu. Ia teringat ia belum sholat Isya.
Hasbi melihat jam dinding . Jam 2 malam , mereka baru tertidur 2 jam lalu , tapi Fathi belum sholat isya. Hasbi bangun dan ke kamar mandi, biar dia dulu yang mandi lalu menyiapkan air hangat untuk Fathi mandi . Hanya butuh 10 menit untuk Hasbi mandi dan menyiapkan air untuk Fathi.
" Fath.. sayang.. mamah..bangun, kamu belum sholat isya , ayo bangun sholat dulu nanti tidur lagi. " Hasbi membelai rambut Fathi dengan lembut ,
Mata indah itu terbuka , dilihatnya wajah tampan berseri tersenyum .
" Jam berapa mas ?"
" Jam 2 sayang.. !"
" Aku ngantuk mas.. "
" Iya..sayang maaf , tapi kamu harus sholat . yuk kita berjamaah !"
Fathi bangun dan berjalan ke kamar mandi dengan mata yang masih terpejam ia melangkah .
Dugh...
" Aduuh.." Hasbi tertawa melihat Fathi yang terbentur tembok.
" Makanya ..buka matanya kalau jalan sayang..atau mau mas mandiin ?"
" Iya mas Fathi ngantuk. Tapi mas jangan minta lagi ya ! tadi aja kita udah berapa ronde mas, gak pegel apa tuh kaki mas. Kaki Fathi aja pegel sampe lemes " Fathi menjawab dengan polos sepolos badannya . Fathi mungkin tidak sadar saking ngantuknya.
" Kalau mas tega sudah dari tadi kamu mas terkam Fathi." gumamnya pelan sambil tersenyum menggelengkan kepala.
Hasbi menghampiri Fathi dan menggendongnya lalu membawanya ke kamar mandi. Ia menutup pintunya. Jadi author gak bisa lihat mereka sedang apa.
Setengah jam kemudian pintu kamar mandi terbuka Fathi keluar dengan memakai bathrobe nya. Hasbi keluar dalam keadaan yang sama .bukankah tadi Hasbi sudah mandi ? authornya bingung.
Mereka bergegas berpakaian dan sholat isya berjamaah, dilanjut sholat sunat dan tahajud .
Selesai sholat mereka mengaji menunggu waktu subuh.
" Fathi kamu kok cemberut aja marah sama mas ?"
" mas sih...gak kira-kira dibilang jangan minta lagi malah..
" Iya maaf, kamu gak tahu aja kalau kamu itu sexy "
" Huh..ya udah mau gimana lagi aku ikhls kok mas !"
" Iya ikhlas orang kamu sampe..."
" Mas..jangan dibahas..oke !"
__ADS_1
" Iya .iya ..sayang."
...----------------...
Hari sudah pagi Mala sudah memasak sarapan, memandikan Kayla dan menyuapi Kayla. Tapi kedua orang itu masih di kamar.
Saat ini amih dan Mala sedang duduk dan menonton televisi.
" Hasbi belum bangun Mal?"
" Gak tahu amih , tapi mereka masih di kamar !"
" Ngapain aja sih mereka kok belum keluar. Apa mereka masih tidur ? kebangetan kalau masih tidur !"
" Amih ..boleh Mala bicara ?" Mala pikir ini waktu yang tepat untuk mereka bicara mengenai Hasbi.
" Bicara apa ? dari tadi juga kan kita lagi bicara ?"
" iya amih, Mala ingjn bicara mengenai mas Hasbi !"
" Hasbi kenapa?"
" Amih.. maaf bukan Mala tidak menghargai maksud baik amih, tapi Mala minta amih berhenti menekan mas Hasbi, biarkan semua berjalan mengalir saja, jangan dipaksakan amih.
Situasi ini berat untuk semuanya dan butuh waktu untuk kita semua bisa beradaptasi. aku menikah baru 3 bulan lebih , kak Fathi baru sadar dari komanya bahkan masih hitungan hari. Mas Hasbi sudah berpisah dengan Fathi 6 bulan lamanya dan mereka baru bisa beberapa hari ini bersama . Masih terlalu dini untuk kami. Biarkan kami berjalan perlahan dan beradaptasi dengan cara kami. Amih maaf ..Mala tahu maksud amih baik untuk semua , karena Amih sayang pada kami. Tapi jika amih memaksakan tulang yang bengkok untuk lurus sempurna dengan cepat maka tulang itu akan patah.. Mala takut jika di paksakan semua akan hancur amih... tolong percayalah pada mas Hasbi, Fathi dan Mala. Percayalah kami bisa menyelesaikan ini dengan baik !"
" Maaf amih .. !"
" Baiklah Mala amih mengerti..jika kalian semua tak ingin amih ikut campur baiklah amih akan diam, tapi amih harap kamu kalau ada apa-apa , jangan ragu cerita pada amih ya !"
" Iya amih, terima kasih ."
Pukul setengah 9 Hasbi dan Mala baru keluar kamar. Rupanya setelah sholat subuh mereka tidur lagi, benar-benar tidur.
Mereka langsung ke dapur. Syukurnya hari ini Hasbi libur. karena itu dia bisa bangun siang.
" Tuh..mereka baru bangun !" ucap amih.
" mama .." Kayla memangil Fathi. tapi Fathi tidak mendengarnya.
" Mamahnya mau sarapan dulu, Kayla tunggu di sini ya..sama bubu ."
" Bubu..bubu..."
" Iya ..bubu .." Mala tersenyum bahagia ..ah dia punya Kayla, ia tak akan kesepian.
Mala terus bermain dengan Kayla yang sedang duduk di baby walker.
__ADS_1
Amih sedang menonton televisi. Kayla tiba -tiba berjalan menuju dapur, mungkin ia ingin menghampiri mamah papahnya. Mala mengikuti Kayla.
Kebetulan Fathi dan Hasbi sudah selesai makan. Mereka sedang berjalan ke arah Kayla.
" Aduh Kayla sudah pintar jalannya ya ..dah cepet..anak mamah ..." Kayla loncat-loncat dalam baby walkernya.
Hasbi mengankat Kayla dan menggendongnya.
" anak papah.. udah pinter, Alhamdulillah.. muah..muah !" Hasbi mencium kedua pipi Kayla.
" Papa...papa.."
" Pinter.. ini papah..ini mamah..ini bubu !"
Kayla bertepuk tangan lalu menyembunyikan wajahnya di dada Hasbi.
" Duh .gemesin banget sih anak papah..!" Fathi mencubit pelan pipi Kayla . Kayla tertawa.
" Mala maaf ya aku baru bangun. Tadi habis sholat subuh tidur lagi eh malah kesiangan bngunnya. "
" Iya kak, gak apa-apa kok !" Mala tersenyum.
Mereka berjalan ke ruang tengah di mana amih sedang menonton.
" Pagi mih..!"
"Eh Hasbi..siang bi !" Sarkas amih.
"hahaha .... iya mih. maaf bangun kesiangan semalam kita sholat tahajud , terus gak tidur lagi karena takut kesiangan sholat subuh. Nah bis subuh kuta gak kuat ngantuk ya tidur lagi !"
" Iya ..untungnya pas libur ya !"
" Tadi sempat panik dia mih.. katanya... Fath..aku kesiangan gimana ini ..Fath..sampe loncat dari tempat tidur ..Hahaha."
" Ya kan namanya juga orang baru bangun tidur ! kan blank , mana inget !"
" tatata.." Kayla tidak bisa diam ia ingin turun. Fathi menggendong Kayla dan memasukkannya kembali ke baby walker. Kayla terlihat senang. ia berjalan mondar mandir di ikuti Fathi.
" Amih.. Hasbi mau minta maaf atas sikap Hasbi semalam , Hasbi spontan seperti itu maaf in Hasbi amih." Hasbi meminta maaf kepada Amihnya dia merasa sangat berdosa telah meninggikan suaranya pada ibu yang melahirkannya.
" Amih maafkan.. amih juga minta maaf sama kamu nak, amih sudah mencampuri terlalu dalam masalah keluargamu. Sebagai orang tua bukan berarti amih berhak mengatur rumah tangga kamu..maafin amih ya !"
" Iya..amih , aku juga minta maaf padamu Mala , mungkin kata-kataku semalam atau bahkan sebelum-sebelumnya juga menyakiti hati kamu. Kamu tahu umur pernikahan kita baru 3 bulan, dan kita bahkan belum kenal satu sama lain saat menikah ! mereka saja yang sudah mengenal lama saat menikah, perlu beradaptasi lagi. Apalagi kita, bukan hanya berdua tapi bertiga yang perlu beradaptasi. Jadi mas harap kamu sabar dan mau memahami situasi ini. "
" Iya mas.. Mala mengerti . Maafkan juga sikap Mala yang terlalu menuntut seperti anak kecil. "
" Iya sama-sama . terima kasih kamu mau mengerti !"
__ADS_1
...----------------...