Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Nasehat Fathi


__ADS_3

Setengah jam kemudian datang Alfa.


"Assalamu'alaikum." Datng Alfa dan


"Loh Al, kok udah pulang?" Kayla heran.


"Iya Kak, aku udah menyuruh orang yang mengantarkannya nanti dia akan ke sini ngasih uang dan motornya."


"Kamu suruh siapa Al?" tanya Sultan.


"Mang Barna!" Al nyengir pada Papahnya.


"Aduh De, kamu malah nyuruh orang lagi !" Kayla menggelengkan kepala.


"Maaf Kak, aku menyusahkanmu," ucap Vio sungkan.


" Ah tidak Vio. Maaf aku tadi tidak mengantarkan pizzamu karena ... itu ... aku ...." Alfa menggaruk belakang kepalanya. Ah dia jadi merasa tidak enak pada Vio.


"Tidak apa-apa Kak, Vio mengerti."Vio tersenyum manis menampilkan lesung pipinya membuat dia bertambah manis.


"Kau jangan berpikiran jelek tentangku ya," ucap Alfa.


"Tidak Kak, aku justru senang bertemu denganmu. Kau adalah pria yang baik. Terima kasih," tutur Vio


"Vio kau jangan panggil Kakak, Alfa lebih muda 1 tahun darimu!" beri tahu Kayla.


"Tidak apa Kak, aku senang panggil dia Kakak, membuatku merasa lebih muda." Semua terkekeh mendengar gurauan Vio.


"Kau memang lebih pantas menjadi adikku, kau menggemaskan seperti boneka." ucap Alfa. Membuat yang lain langsung menatap ke arahnya, tidak pernah Alfa memuji seorang gadis seperti itu.


Wajah Vio langsung merona membuatnya bertambah menggemaskan.

__ADS_1


"Pipimu merah rasanya ingin aku cubit." Kayla ternganga. Ada apa dengan adiknya ini?


"Wah ... Alfa, kau sudah mulai pintar membuat gadis merona!" ucap Sultan.


Vio merasa malu. Dia lebih baik segera pergi.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Kebetulan Mang Barna sudah datang.


"Maaf Pak, Kak, saya pergi dulu. Terima kasih atas semuanya. Saya sudah merasa lebih baik." Setelah mengatakan itu Vio bangkit dari duduknya dan pamit ia merapatkan telapak tangannya di depan sebagai tanda salam.


"Kamu benar sudah baikan?" tanya Sultan.


"Iya Pak. Terima kasih. Assalamu'alaikum." Vio pamit pergi.


Vio menaiki motornya dan memencet klakson, lalu menganggukkan kepala kepada semua yang berada di sana.


Vio pergi dari rumah itu. Sekitar 15 menit dia sudah sampai di tempatnya bekerja. Ia memberikan uang hasil antarannya. Kini ia harus bekerja lagi. Tapi ia sudah merasa lebih baik, bukan hanya fisik tapi juga hatinya.


Baru pertama kali ada orang ada yang perduli dan berbuat baik padanya. Mereka juga bersikap hangat membuat Vio merasa dihargai.


Ternyata masih ada orang yang seperti mereka.


Sementara di rumah Sultan. Mereka masih berkumpul di ruang keluarga menikmati pizza.


"Pah, Alfa mau sekolah di tempat kak Lionel aja ya," ucap Alfa.


"Terserah kamu, nanti Papah daftarkan." Sultan setuju di manapun Alfa mau sekolah.

__ADS_1


"Aduh, Mamah kok di tinggal sih Pah?" Datang Fathi.


"Eh Mamah sudah bangun!" Alfa dan Kayla berkata dengan kompak.


"Sini sayang. Nih kebetulan ada pizza!" Sultan memanggil Fathi agar duduk di sampingnya.


"Ada apa nih? kedengerannya seru banget!" Setelah itu Fathi memakan pizza.


"Mamah tahu gak, sekarang Alfa sudah pintar merayu cewek!" ucap Kayla.


"Bohong Mah!" sanggah Alfa.


"Tanya saja sama Papah dan Lion kalau gak percaya," ucap Kayla.


"Iya, benar tante. Alfa sudah bisa membuat cewek merona." Tambah Lion.


"Anak kita sudah besar sayang. Dia sudah mulai menyukai lawan jenisnya." Kayla dan Lion menahan tawanya, mendengar ucapan Sultan.


"Benarkah Alfa? Mamah cuma pesan jangan terlalu dekat dengan wanita kamu harus bisa menjaga diri. Juga jangan mempermainkan perasaan wanita," pesan Fathi.


"Jangan di bikin baper kalau kamu tidak cinta, apalagi itu cuma bercandaan. Kalau wanitanya menganggap itu serius dan mencintai kamu, tapi ternyata kenyataannya tidak! Dia bisa terluka dan sakit hati," lanjut Fathi.


"Kamu harus jelas menyatakan perasaanmu. Suka bilang suka, tidak bilang tidak jangan ambigu antara suka dan tidak. Karena yang begitu, wanita akan anggap kamu menyukainya," tambahnya lagi.


"Dan terakhir pilihlah wanita yang baik dan sopan, satu iman dan bagus akhlaknya, Bukan hanya baik secara fisik." Fathi menatap pada Alfa dan Lion.


"Ini juga buat kamu Lion!" ucap Fathi pada Lion.


"Hah ... iya Tante. Saya mau istri saya nanti seperti Kak Kayla." Semua langsung menatap ke arah Lion mendengar itu.


"Iya, Kak Kayla adalah wanita sempurna menurut saya dan menjadi patokan saya untuk mencari seorang istri yang baik, dia harus seperti Kak Kayla." Lion mengatakannya sambil tesenyum menatap Fathi dan Sultan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2