
Mala sedang termenung di depan meja resepsionis. Hingga temannya menegurnya.
" Mala, kenapa melamun ?" Tanya nya
" Eh..tidak apa-apa." Jawab Mala.
Teman Mala sedang melihat foto dalam ponselnya. Ia senyum-sanyum.
" Kenapa kamu ?" Tanya Mala
" Oh..ini, aku lagi liat foto anak-anak sama suami. Mereka tuh penyemangat aku banget." Ucap teman Mala.
" Kalau kamu bagaimana? Siapa penyemangat kamu Mal ?" Tanya teman Mala.
" Aku ..suamiku." Jawab Mala dengan sendu. Suami apanya, suaminya aja cuek.
"Kamu nikah sudah berapa lama Mal? "
"Hampir 2 tahun."
" wah..segitu mah masih baru ya, masih anget. Kalau aku udah 5 tahun. Dulu aku sempet di ganggu pelakor. Dia pikir suami aku masih bujang. Di pepetin terus, untung suami aku setia, dia malah ngenalin aku sama anakku dengan cewek itu. Dia akhirnya malu sudah jadi pelakor, terus dia mundur.... hihihi... pelakornya tahu diri. Dia malah minta maaf, karena sudah berusaha menghancurkan rumah tangga ku. Dia juga bilang gak mau jadi pelakor. Karena dia tahu, kebahagiaan yang direbut dari orang lain itu adalah kebahagiaan semu. Kena karma nanti. Tidak ada kebahagiaan untuk pelakor. Iya gak Mal ?"
" Hah...i..iya gak ada kebahagiaan untuk pelakor."
" Iya Mal..aku juga korban anak yang bokap sama nyokap cerai gara-gara pelakor. Aku benci banget sama mereka. Aku sumpahin 7 turunan melarat gak akan bahagia. Eh bener Mal , mereka sekarang miskin kena tipu anaknya juga sakit-sakitan. Biar mampus tuh pekakor. " Teman Mala bercerita dengan menggebu ada nada marah ketika dia bercerita.
Mala salah tingkah , dia merasa tersindir. Apakah sekarang dia sedang mendapat karmanya. Pernikahannya tidak bahagia. Dia memaksakan Hasbi untuk menikahinya. Mengikat Hasbi dengan alasan balas budi. Ia tahu Hasbi tidak mencintainya. Mala pikir mungkin waktu akan membuatnya mencintai Mala. Tapi Justru Hasbi tersiksa. Tapi itu lebih baik dari pada dia hidup sendiri. Lagi puka ia bukan pelakor. Kasusnya berbeda.
" Mala..Mal...."
" Hah..apa ?" Tepukan pada bahunya menyadarkan Mala.
" Itu tuh ada tamu." Mala mengalihkan pandangan pada tamu hotel. Ia terkejut .
" Reyhan ."
***
Saat ini sudah jam makan siang , Hasbi sedang makan di pantry bersama dengan Hani. Kebetulan Hani membawa bekal makan siang yang banyak.
" Masakan kamu enak Han, hampir mirip dengan Fathi."
" Fathi, siapa Pak ?"
__ADS_1
" Fathi mantan istri saya, dia cantik, anggun, lembut, soleh, dia berhijab seperti kamu."
" Kalau dia seperti yang bapak sebutkan, berati dia adalah wanita yang ideal hampir sempurna. Terus kenapa jadi mantan ?"
" Karena dia terlalu baik untuk saya."
" Terlalu baik kok di buang Pak, jadi Bapak maunya yang gak baik gitu?"
" Kamu gak akan mengerti masalah saya rumit !"
" Bukan masalahnya yang rumit tapi Bapak yang membuatnya rumit."
" Maaf ya Pak ..Pak Hasbi ini terlihat tidak bergairah hidup, lesu, wajahnya itu kaya wajah tertekan gak ada bahagianya. Kalau bapak yakin melepaskan istri bapak ya move on dong Pak. Cari yang menurut Bapak pas di hati, yang bisa membuat bapak tersenyum dan merasakan kehangatan juga bisa membuat Bapak bahagia. Nah ! Seperti sekarang Bapak tersenyum ."
Hasbi yang sedang tersenyum langsung merapatkan bibirnya dan merubah mimiknya menjadi datar kembali. Kenapa tadi dia bisa senyum melihat Hani berbicara? Wajahnya terlihat lucu ketika berbicara seperti wajah Kayla yang chubby.
" Yah..Bapak senyumnya sebentar doang. Senyum yang lama dong Pak, biar bahagianya juga lama terus dapat banyak pahala. " Hasbi hanya diam
" udah Han, cepet makan keburu abis jam istirahatnya." Hasbi makan kembali. Sesekali ia mencuri lirik pada Hani.
Fathi Yang sedang makan siang bersama Sultan Kayla dan Mbok, di restoran hotel merasa canggung.
" Fathi nanti kata Mamah kita ke butik ya untuk fiting baju penganten. Kamu mau foto prewed gak ?" Tanya Sultan.
" Kalau begitu kita ijab qabul dulu baru foto after wed buat resepsi. Gimana? Kita adakan akad nikah duluan dalam satu bulan ini baru resepsi dua bulan lagi. Jadi kita ngurus resepsinya juga udah halal gak kagok kalo kita pergi berdua..gimana Fath..kamu mau?" Tanya Sultan lagi
" Tapi A, apa tidak terlalu cepat. Persiapannya gimana A ?"
" Untuk Akad tidak perlu terlalu banyak persiapan. Jadi bisa diurus dengan cepat."
" Aa kenapa buru-buru amat sih ?" Protes Fathi.
" Ya ..habis Aa kan gak sabar mau halalin kamu buru-buru Fath ."
" Ekhm..khm.." Si Mbok merasa canggung berada di tengah-tengah calon penganten ini.
" Eh ada Mbok, ampe lupa." Sultan jadi salting
" Kalau menurut Mbok gimana, gak apa-apakan ya Mbok akad duluan ?" Tanya sultan pada Mbok
" Iya Bu, lebih bagus. Jadi bebas mau foto-foto mesra juga."
" Nah tuh bener Mbok."
__ADS_1
" Mau ya Fath."
" Terserah Aa aja deh ."
" Bagus habis ini kita ke butik cari pakaian untuk akad dulu. "
Sultan terlihat senang. Dia makan dengan bersemangat.
***
Hari ini Hasbi pulang cepat. jam 7 malam. Tapi Mala belum sampai di rumah.
Ia lalu mandi dan masak makan malam. Ia makan sendiri sambil merenungkan kata-kata Hani.
Haruskah dia move on. Mengikhlaskan Fathi bahagia. Maka dia juga akan bahagia. Haruskah dia belajar mencintai Mala. Entahlah dia tidak bisa tersenyum pada Mala seperti ia pada Fathi atau Hani. Tunggu dulu barusan ia berpikir tentang Hani.. kenapa Hani tiba -tiba ada dalam pikirannya? Hani memang cantik baik dia sama seperti Fathi. Kalau melihat Hani mengingatkannya pada Fathi.
" Assalamu'alaikum " Suara salam dari Mala menyadarkan lamunan Hasbi.
" Wa'alaikumsalam." Mala berjalan ke dapur setelah mendengar suara Hasbi didapur. Mala kemudian mencium tangan Hasbi.
" Kamu baru pulang kerja ?"
" Iya Mas."
" Jam segini? Setiap hari ? "
" Enggak Mas tergantung Shiftnya."
" Kamu shift apa? Pagi kok pulangnya malam, Shift sore kok udah pulang jam segini. Kamu kemana dulu?"
" Aku tadi pergi sama teman Mas. Habis pulang pun aku sendirian di rumah, Mas lembur terus. "
" Fine..kamu lakuin sesuka hati kamu. Kamu pergi tanpa izin aku. Fathi aja gak pernah begini !"
" Ya karena dia gak kesepian , kamu selalu ada bersamanya !"
" Kata siapa, Kamu gak inget sejak ada kamu. Perhatianku terbagi. Sesakit-sakitnya Fathi ia tetap menghormati aku sebagai suaminya. Tidak seperti kamu yang bertindak sesuka hati."
" Fathi..Fathi...Fathi.. Mas selalu bandingkan dia dengan aku ! Yang ada dalam pikiran kamu cuma Fathi. Fathi sudah membuangmu. Kalau dia mencintai Mas, dia tidak meminta cerai. "
" Itu karena dia tahu aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Jadi Fathi mengalah mundur tidak seperti kamu yang egois ! Kamu tahu aku tidak mencintai kamu tapi kamu tidak mau melepasku. Kamu sendiri yang ingin hidup seperti ini. Hidup dalam pernikahan tanpa cinta. Dengar Mala ! Sampai kapanpun, aku tidak akan mencintai kamu !"
...----------------...
__ADS_1