Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 28


__ADS_3

Fathi berdiri di jendela kamarnya memandangi bulan, tempat ini sekarang menjadi tempat favoritnya pada saat malam hari. Ia bisa berdiri di sini berjam-jam .


Seharusnya ia sekarang ikut makan malam bersama keluarga besar Hasbi. Namun mengingat kejadian tadi membuat ia malas untuk bergabung .


Ia pasti akan disuguhi pemandangan yang membuatnya muak dan sakit hati.


" Masih adakah aku di hatimu mas atau sudah terganti yang lain , jika sudah aku akan pergi . Bukan untuk mencari hati yang baru tapi untuk mengobati hati yang terluka ." Gumam Fathi seraya menatap bulan.


" Bulan apakah ada tempat untukku di sana ?" Fathi terkekeh sendiri.


" Seperti apa rasanya tinggal di bulan ?"


" Hah..kenapa hidupku sepertinya sangat menyedihkan, aku tak boleh seperti ini. Allah memberiku iman dan akal. Allah yang memberiku kebahagiaan bukan Hasbi. Kenapa aku berharap bahagia darinya. Aku yang akan mencari kebahagiaan ku sendiri. Hm..lihatlah mas aku akan bahagia dengan atau tanpamu, sejatinya bahagia itu dari Allah bukan darimu. " Gumam Fathi seorang diri ia mulai jenuh dengan perasaan sakitnya ia akan bangkit dan menunjukkan bahwa ia kuat dan tegar.


" Ayo Fathi semangat !! lawan pelakor hempaskan buaya !" Fathi mengangkat tangannya. Ia terkekeh dengan ucapannya sendiri.


Ceklek...pintu terbuka


" Fathi kenapa kamu tidak ikut makan malam ? ini aku bawakan makan untuk kamu, sini.. makanlah !"


" Masih ingat lo sama gue !" Gumam Fathi pelan.


" Apa?" Hasbi menatap Fathi.


" Kenapa ? "


" Kamu ngomong apa barusan ?"


" Gak ngomong apa-apa ."


"Lagu gituan di dengerin ?" Ucap Hasbi.


" Dari pada gue denger buaya ngomong !"


" Apa gue..kamu ngomong gue !"


" Emang kenapa ? " Hasbi tersenyum miring mendengar Fathi.


" Jadi Fathi yang kalem, lembut dan hormat ama suaminya ke mana ?"


" Gak tahu tuh, gue gak kenal sama Fathi yang kalem dan lembut. Mungkin Fathi itu sudah mati karena terlalu banyak luka !"


Fathi kembali memandangi bulan. "Kenapa sekarang lebih menenangkan menatap bulan di banding menatap mu ?" batin Fathi.


Hasbi mengerti kenapa Fathi seperti ini, apihnya benar ia telah melukai perasaan Fathi.


" Fathi ayo makan , dari siang kamu belum makan nanti kamu sakit !" Hasbi menghampiri Fathi lalu merangkul pundak Fathi.


Fathi merasa tak nyaman , ia lalu menghindar dengan melangkah ke arah meja tempat Hasbi menyimpan makanan.


Hasbi terpaku sesaat lalu melangkah mendekati Fathi. Ia duduk bersisian dengan Fathi.

__ADS_1


Fathi tak perduli , ia akan mengeraskan hatinya agar tak kembali tersayat.


Fathi memaksakan untuk makan walau tak selera. Ia tak ingin sakit dan lemah.


" Sayang.." panggil Hasbi.


" Preeet !" Batin Fathi.


" Malam ini aku akan tidur denganmu , kita akan bergadang sampai pagi !" Hasbi tersenyum jail pada Fathi.


" Cih..gak butuh, gue bukan cewek yang haus belaian kaya pelakor lo !" jawab Fathi dalam hati.


Fathi cuek tidak menanggapi godaan Hasbi.


" Alhamdulillah kenyang. Makasih makannya mas !" Fathi berdiri menuju kamar mandi .


Ia belum berganti baju karena terlalu asyik memandangi bulan. Untunglah saat ini, ia sedang halangan jadi bebas dari kewajiban.


Fathi tersenyum seraya membuka seluruh pakaiannya .


Fathi keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya , pahanya yang putih terekspos bebas membuat Hasbi menelan ludahnya.


Fathi melangkah dengan perlahan dan bergaya bak model. Ia mengambil hand body lalu mengoleskan handbody dengan gerakan pelan dan sensual, di mulai dari ujung kaki sampai paha.


Hasbi diam terpaku menatap Fathi. Fathi tak pernah seperti ini kenapa Fathi begitu menggoda dan sexy.


Lalu Fathi mengoles tangannya bergantian . Ia kemudian mengusap lehernya dengan gerakan slow motion terus turun sampai atas dada.


Oh Tuhan hasrat Hasbi terpicu , tubuhnya menjadi panas..ingin ia membuka seluruh handuk Fathi.


" Astagfirullah !! kamu masih di sini mas, aku pikir kamu sudah keluar dan ke kamar Mala, tumben mas?"


Fathi pura-pura terkejut. Ia akan menggoda Hasbi


Ia akan membuat Hasbi jauh dari Mala dengan membuat Hasbi.


" Kan aku sudah bilang , kalau malam ini aku akan tidur denganmu ."


" Kenapa denganku, memangnya kamu siapa aku . Tidurlah dengan istrimu Mala !"


" FATHI..." Hasbi tak suka Fathi berkata seperti itu.


" Aku di sini tidak usah teriak, aku tidak tuli ! Hobimu sekarang berteriak padaku."


" Ada apa denganmu Fathi ?" Fathi tidak menjawab hanya mengangkat kedua bahunya.


Ia membuka handuknya . Terpampanglah nyata tubuh molek Fathi yang menggunakan kacamata sexy dan segitiga emas.


Dengan santai Fathi mengoles hand body pada perut dan punggungnya , tapi ia kesulitan menggapai seluruh punggungnya.


" Mas tolong oleskan ini pada punggunggku !"

__ADS_1


Hasbi tidak menjawab ia hanya terlihat tertegun menatap Fathi.


" MAS !!" Fathi berteriak memanggil Hasbi untuk menyadarkannya.


" Hah..apa?"


" Tolong oleakan ini di punggungku!" Fathi menyibakkan rambutnya ke satu sisi bahunya.


Hasbi menuruti permintaan Fathi, ia mendekat lalu mengambil hand body. Ia mengeluarkan sedikit pada telapak tangannya lalu menutupnya.


Hasbi mulai mengoleskannya pada punggung Fathi yang terasa lembut , halus terlihat putih.


Punggung Fathi begitu menggodanya. Hasbi mulai nakal ia mengoleskannya secara perlahan.


Fathi tersenyum jail. " Kena kau mas , maaf aku tak bisa melayanimu !" batinnya senang.


" Makasih mas, lama-lama dingin. Aku pakai baju dulu !" Fathi berlalu meninggalkan Hasbi. Ia berjalan bak model melenggak -lenggok menuju lemari, dalam hati Fathi ingin tertawa ia merasa geli sendiri pada dirinya. Seumur hidup tak pernah ia seperti ini .


Fathi mengambil pakaian yang terbilang sexy menurutnya. Ia memakai baju tidur berbahan sutera yang lembut tanpa lengan hanya, bertali tipis di pundak. panjangnya hanya sebatas paha.


Fathi kemudian merebahkan tubuhnya.


" Mas kalau mau tidur nanti matikan lampunya ya !" Fathi membalikan badan memunggungi Hasbi.


" Iya..!" Hasbi mematikan lampu.


Ia melangkah ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Fathi.


" Sayang mas ingin bicara ." panggil Hasbi pelan.


" Bicara apa mas sudah malam , besok aja bicaranya !"


" Fathi , kenapa kamu cuekin mas sih , Mas di sini kan buat kamu ?"


Mendengar itu Fathi membalikkan badan " Aku nyuekin mas ? Gak salah kamu mas !" Fathi lalu duduk.


" Siapa yang selama ini nyuekin aku ?"


Hasbi ikut bangkit dan duduk,


" Maafkan mas, Fathi . Mas akui mas salah . "


Fathi menatap Hasbi, wajah yang dulu dia kagumi, ia mencintainya dengan sepenuh hati tapi itu dulu .


" Mas ..aku ingin kita pisah ." ujar Fathi.


Hasbi tidak terkejut mendengarnya, ia sudah duga Fathi akan bicara seperti ini. Sekaranglah saatnya ia menentukan pilihan terbaik untuk Fathi, Mala , Kayla juga dirinya.


" Baiklah jika itu yang kau inginkan , mari kita pisah . " Jawab Hasbi tenang.


Fathi kini yang merasa terkejut mendengar jawaban Hasbi bahkan Hasbi terlihat tenang dan biasa saja . Berbeda dengan dirinya yang merasa sakit karena dengan mudahnya Hasbi menyetujui permintaannya. Apakah itu berarti Hasbi memang sudah tidak mencintainya lagi .

__ADS_1


Luruh juga air matanya, padahal ia sudah berjanji tidak akan menangis lagi. Tapi ini sungguh sakit sekali.


...----------------...


__ADS_2