
Fathi sedang asyik tertawa sambil memakan buah jambu merah.
" Ini Bu, apa segini cukup?"
" Wah cukup Pak, ini mah banyak . Terima kasih..jambunya seger."
" Sama-sama. Sudah hamil berapa bulan bu ?"
" Kurang lebih 4 bulan. Pak."
" Alhamdulillah semoga sehat anak dan ibunya.."
" Amiin terima kasih Pak. Saya pulang dulu. Mau cepet-cepet bikin rujak "
" Hahaha..iya Bu silahkan . Saya paham yang sedang ngidam."
" Mari Pak Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam."
Fathi berjalan ke mobil sambil membawa sekresek buah jambu merah.
Sultan memperhatikan Fathi ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Istriku ajaib sekali. Aku ini bos perusahaan tapi kamu malah minta jambu sama orang lain." Ia terkekeh.
Mobil Fathi melaju ke arah rumah Fathi. Begitu ia sampai ada mobil ikut berhenti di belakang mobilnya. Fathi turun dan melihat kalau itu ternyata suaminya.
" Tumben Papah udah pulang ? "
" Iya karena istriku ini tidak mau mengangkat telepon ku."
" Masa? Fathi membuka tasnya dan mengambil ponsel. Ia menghidupkan ponsel itu dan mengecek riwayat panggilan ternyata benar ada 10x panggilan dari suaminya.
" Maaf Pah.. tadi Mamah silence. Ya udah masuk yuk .Kita bikin rujak . Aku sengaja cari buah-buahan yang segar buat kamu !"
" Ayo.." Sultan merangkul Fathi dan berjalan ke dalam. Tiba-tiba dia berhenti. Tunggu dulu seperti ada yang janggal dari kalimat Fathi.
" Buat aku?" Tanya Sultan memastikan kalau dia salah dengar.
" Iya buat kamu. Aku sampai minta mangga muda sama pemilik rumahnya. Papah tahu gak begitu ngeliat buah itu sepertinya enaaaak banget. Makanya Mamah minta buat Papah ."
" Sebentar , Papah gak ngerti. Kata Mamah buahnya terlihat enak?" Fathi mengangguk.
" Lalu kenapa Mamah gak makan, malah Papah yang di suruh makan ?"
" Iya kan Mamah mau ngeliatin Papah makan kayaknya enak gitu ngebayangin Papah makan mangga muda sama jambu air. "
Ludah Sultan serasa langsung keluar di mulutnya membayangkan asemnya buah mangga muda.
" Oh Tuhan, istriku suka sekali kamu mengerjai suamimu ini ."
" Ih Papah lebay, siapa yang ngerjain. Ini kan kemauan anaknya. Lagian juga ngerjain nya yang enak makan buah. "
Fathi berjalan ke dapur dan meminta tolong pada Mbok mengupas buah mangganya. Sementara Fathi membuat sambal yang manis dan pedas.
Rujak pun jadi. Fathi membawanya ke teras ia ingin makan di teras. Lau ia kembali dan memanggil Sultan
__ADS_1
" Pah ..sini yuk !" Fathi menarik tangan Sultan agar mengikutinya.
" Duduk !" Sultan duduk di depan buah mangga dan jambu air yanh sudah di potong-potong. Juga ada sambel.
Fathi mengambil jambu air 1 potong lalu mrncolek sambel dengan jambu, dan menyodorkannya pada Sultan.
" Aaa !"
"Bismillah, Sultan membuka mulutnya. Ia sudah bersiapa-siap untuk menerima rasa hasam pada mulutnya.
Ia mengunyah jambu itu. Tapi tunggu.
" Hm..rasanya manis. Sambelnya juga enak. Sultan mengunyah dengan semangat.
" Nah sekarang yang ini. " Fathi mencolok mangga dengan garpunya. Dan menyuapkan nya pada Sultan.
" Iiihh acem." Sultan memejamkan matanya sambil bergidik.
Fathi tergelak ..ini yang dia mau melihat Sultan keaseman.
" Bahagia sekali istriku ini melihat suaminya keaseman ."
" Haha.. iya aku bahagia sekali, maaf sayang, habis wajah kamu terlalu manis. Jadi aku kasih mangga muda biar agak asem sedikit "
" Hah ... Bisa begitu ya ." Sultan mendelik tidak percaya dengan pikiran istrinya.
" Ya sudah sini aku yang makan. Ini enak tahu. "
Fathi makan buah jambunya dengan sambal .
" Gak ah asem, buat kamu aja ! Aku mah jambu aja. Aku baik kan ?"
" Iya kamu baik banget. Bikin aku ngelus dada."
" Ya udah atuh Sok mangga di makan ! Urusan ngelus dada mah tar aja malem."
" Iya sayang."
Sultan tidak kuat makan mangga jadi ia hanya makan jambu air saja.
" Oh iya sayang.. kamu lain kali kalau ke mana- mana itu nelepon aku dulu. Aku khawatir nelepon kamu gak diangkat ."
" Aku sudah meneleponmu, tapi kau tidak mengangkatnya. Jadi aku pergi sendiri !"
"Tapi gak harus ke rumah orang minta mangga sama jambu. Aku bisa beli sekebun-kebunnya bila kamu mau."
" Aku mau.. boleh kan . Aku mau beli kebun strawberry, anggur, sama buah naga , mangga , jambu air..pokoknya kebunnya harus ada buah macam-macam asal jangan ada duren. "
" Boleh aku beli. Kamu tahu beres aja. "
" Makasih sayang."
***
Sebulan berlalu dan di rumah Fathi kini sudah ada pohon buah-buahan.
Sultan sengaja meminta pada temannya yang merupakan insinyur pertanian untuk memindahkan pohon mangga , jambu air, buah naga, ke rumahnya. Tapi pohon yang sudah berbuah. Ia tidak mau tahu bagaiman caranya pokoknya harus bisa agar Fathi senang.
__ADS_1
Dan untuk kebunnya Sultan juga membeli kebun buah-buahan di daerah dekat Surabaya.
Kayla sudah pulang ke rumah. Sekarang mereka sedang duduk di bawah pohon yang rindang. beralas tikar dan banyak makanan di depan mereka. Serasa piknik. Sayang Sultan tidak ada di rumah . Sudah 2 hari dia pergi. Karena dia harus terbang ke Amerika. Untuk menemui Rekan bisnis penting.
Fathi tidak bisa ikut. Dokter melarangnya karena perjalanan yang jauh.
Fathi sekarang sedang rindu pada suaminya. Mau meneleponnya tapi di sana malam hari Sultan pasti sedang istirahat.
" Mamah, Papah, Kayla. " Ucap Kayla sambil menunjukkan gambarnya pada Fathi.
" Wah ini gambar apa sayang ?"
" Mamah Kayla dan Papah." Fathi terkekeh. Gambar Kayla sungguh tidak jelas.
" Iya sayang gambar Kayla bagus ya."
" Iya.."
***
Sultan baru saja selesai bertemu dengan rekan bisnisnya, Rekannya ini hanya bisa bertemu pada malam hari. Ia ingin menelepon Fathi tapi ia sangat lelah. Ia pulang ke hotelnya.
Besok ia akan kembali ke Indonesia dan harus pergi pagi-pagi ke airport. Jadi ia kan tidur cepat.
Malam sudah berganti lagi Sultan bangun kesiangan , ia belum packing pakaiannya.
Sultan langsung berlari begitu sampai di airport. Walau menaiki pesawat pribadi tetap saja sudah melewati jadwal ia ingin cepat-cepat sampai di Indonesia . Ia sangat rindu pada Istrinya.
Semua sudah siap pesawat segera lepas landas meninggalkan airport.
Datang pramugari memberinya makan dan minum.
Setelah makan Sultan merasakan matanya mengantuk. Lalu Sultan tak dapat menahan lagi dia tertidur.
Pramugari tadi mendekati Sultan dan duduk di dekatnya. Ia membelai pipi Sultan.
" Kamu begitu angkuh tapi itulah daya tarikmu. " Kamu akan jadi milikku. "
Pramugari itu akan mencium Sultan tiba-tiba pesawat terguncang.
" Ada apa ini ?" Ucapnya.
Lalu dia pergi ke kokpit. Belum sampe dia ke sana suara pilot terdengar.
Pilot memberi peringatan untuk duduk di tempat dan memakai sabuk pengaman. Baru saja wanita itu duduk pesawatnya sudah berguncang hebat dan terasa menukik ke bawah.
Wanita itu melihat Sultan yang tetap tertidur.
Haruskah dia merasa bersalah karena menaruh obat tidur pada makanan Sultan.Sehingga Sultan tidak tahu maut sedang mendekatinya . Atau merasa bersyukur. Karena Sultan tidak perlu merasa ketakutan saat maut di hadapannya.
...----------------...
Terima kasih readers yang masih setia membaca cerita ini.
sambil nunggu author up lagi baca cerita teman author ya
__ADS_1