
Seminggu sudah berlalu. Fathi di rawat hanya 2 hari. Setelah itu ia pulang ke Jakarta. Restorannya tetap berjalan dia memperkerjakan seorang Manager untuk mengurusnya. Dia juga menunjuk head chef yang bertanggung jawab urusan dapur. Dan akuntan yang mengaudit keuangan.
Selama di Bandung Hasbi beberapa kali berusaha untuk menemui Fathi. Tapi Fathi tidak mau menemuinya ia masih trauma.
Hasbi benar-benar merasa menyesal. Ia ingin minta maaf pada Fathi. Tapi sangat sulit menemui Fathi. Setelah Fathi ke Jakarta, Hasbi tak pernah menemuinya lagi.
Fathi juga belum bertemu dengan Sultan. Mereka sama-sama sedang menunggu jawaban dari Allah dan meyakinkan diri mereka.
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam." Bunda melihat siapa yang datang ternyata Bu Najwa mantan besan.
" Apa kabar Bu Siti?"
" Alhamdulillah baik, bagaimana kabar bu Najwa ?"
" Alhamdulillah baik. Ada Kayla ? saya kangen mau ketemu cucu."
" Ada Bu, silahkan duduk dulu. Sebentar saya panggilkan dulu ya."
Amih duduk. Sementara Bunda memanggil Fathi dan Kayla.
" Fathiyah, ada Amih di depan tuh. Mau ketemu Kayla katanya." Ucap Amih pada Fathi yang sedang menemani Kayla menulis di kamar.
" Amih? Sebentar Bunda, aku ke kamar mandi dulu. Nanti aku ke sana." Fathi langsung ke kamar mandi.
" Iya..." Bunda pun pergi kembali ke depan.
Bunda mendekati Amih yang sedang minum.
" Sebentar lagi Fathi ke sini. Ibu sendiri aja, tidak di temani Mala atau Hasbi." Tanya Bunda basa-basi.
" Oh..sudah lama saya tidak ketemu mereka. Mungkin mereka sibuk. Mala sekarang bekerja, mengisi waktu luang. Bosen katanya di rumah terus. Kalau Hasbi, sedang sibuk, tiap hari lembur. Suami saya, juga sama bahkan biarpun hari minggu tapi sibuknya gak kalah sama hari kerja, ada aja kegiatannya, golf, mancing dan lain-lain." Ucap Amih panjang lebar.
" Oh..seperti itu."
" Iya Bu, makanya saya kesepian di rumah. Jadi pengen ketemu cucu. Kebetulan saya tahu dari Hasbi katanya Kayla sekarang ada di sini." Ucap Amih.
" Oh..seperti itu."
Lalu datanglah Fathi. bersama Kayla berjalan di sisinya.
" Aduh cucu Eyang..cantik sekali." Kayla mencium tangan Amih. Lalu Fathi mencium tangan Amih.
" Apa kabar Amih?" Tanya Fathi.
" Baik, Alhamdulillah. Kabar kamu gimana? "
" Alhamdulillah baik." Jawab Fathi sambil tersenyum formal. Senyum sekilas sebagai formalitas dan sopan santun.
" Maaf Bu Najwa saya tinggal kedalam dulu ya, saya sedang masak ."
" Iya..Bu silahkan ." Ucap Amih. Bunda pun pergi ke dapur. Ia memang sedang masak banyak karena keluarga Sultan akan datang. Fathi sudah meneleponnya dan bilang bahwa dia sudah ada jawaban atas lamaran Sultan waktu itu.
Sultan tentu bahagia walau dia deg-degan, cemas dan was-was. Dia takut Fathi akan menolaknya. Tapi Fathi bilang untuk membawa keluarganya. Sultan pikir itu kode bahwa Fathi menerima lamarannya.
__ADS_1
" Fathi, apa kedatangan Amih mengganggu kegiatan kalian ?" Tanya Amih sebab dia melihat di rumah Fathi banyak orang yang sibuk berlalu lalang. Juga terdengar banyak orang di dapur.
" Tidak Amih. "
" Apa kalian mau ada acara? sepertinya semua sibuk."
" Ah tidak Amih. Hanya acara kumpul keluarga ."
" Oh.. kalau begitu Amih pulang saja, tidak enak mengganggu. Lain kali Amih ke sini lagi. Kayla sayang... Eyang pulang dulu ya. Nanti kapan-kapan, Kayla main ke rumah Eyang ya. " Amih mencium wajah Kayla.
" Iya .." Jawab Kayla.
" Salim sayang sama Eyang ." Ucap Kayla mencium tangan Kayla.
" Pinternya cucu Eyang."
" Iya..La..ter." Amih dan Fathi terkekeh.
" Fathi Amih pulang dulu ya. Salam buat Bunda ya.."
" Iya Amih."
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alikumsalam."
Amih pulang . Fathi menggendong Kayla lalu ia berjalan menuju dapur. Di dapur semua orang sibuk. Bunda memasak banyak.
***
Mala pun tidak masalah ia hanya mencari kesibukan dari pada ia bosan di rumah.
Hasbi juga mengizinkan. Lebih tepatnya tidak perduli. Toh ia juga jarang di rumah.
Hari ini Mala mendapat shift pagi jadi sebentar lagi ia pulang. Ia pulang tepat jam 3 sore.
" Mal, kamu pulang sendiri ?" Tanya Fitri salah satu teman Mala.
" Iya. Laki gue kan kerja."
" Kerja di mana sih ?"
" Ada deh. Udah ya, gue pulang...bye,"
" Bye.."
Mala pulang dengan menggunakan gojek.
Sampai rumah Mala sendiri lagi
Hasbi selalu lembur. Ia akan mandi lalu memasak untuknya dan Hasbi. Mala tidak pernah lagi menunggu Hasbi pulang untuk makan. Ia akan makan duluan.
Seperti sekarang jam 5 sudah makan. Ia makan sendiri di ruang Tv. Bukan di ruang makan. Rasanya aneh makan sendiri di ruang makan.
Berbeda dengan dirumah Orang tua Fathi yang sedang kedatangan keluarga besar Sultan Alfarizki.
__ADS_1
Suasana tampak ramai dan hangat.
" Jadi Nona Fathiyah bagaimana jawaban mu? Lihat Tuan Sultan sudah tidak sabar." Canda Papah Sultan.
" Hm..saya.. sebenarnya kalau boleh saya jujur. Saya merasa belum siap untuk memulai hubungan baru. Saya masih takut merasakan sakit dan kegagalan lagi. Tapi saya sadar sebagai wanita saya butuh perlindungan dan sandaran walaupun saya mampu sendiri. Tapi sebagai seorang wanita yang menyandang status seperti saya, alangkah baiknya bila cepat menikah jika memang sudah ada jodohnya. Menjauhkan dari fitnah dan pandangan buruk orang lain. Saya perlu meyakinkan hati saya dan saya serahkan semua pada Allah SWT. Dan alhamdulillah Allah sudah memberikan saya jawaban dan keyakinan. Jawaban dari do'a saya adalah ....saya menerima lamaran Tuan Sultan Alfarizki."
" Alhamdulillah." Sultan langsung sujud syukur di tempat.
" Terima kasih Sayang. Aa janji akan selalu berusaha yang terbaik untukmu. Aku mencintaimu. "
" Uuuuuh..!" Para sepupu bersorak meledek Sultan.
" mama..akit? "
" Ha.. kenapa sayang ?"
" Mama akit, uka mah eyah."
" Oh..Mamah gak sakit sayang tapi malu.."
Semua tergelak mendengar jawaban Fathi. Kayla ikut tertawa.
" Khem.. " Papah menyenggol tangan Sultan.
Sultan menatap Papah seolah bertanya " Apa?" Papah mengerti tatapan Sultan lalu mengeluarkan sebuah wadah berkulit beludru biru.
Lalu Papah melihat ke arah Mc dan memberi kode. Mc pun mengerti .
" Nah, sekarang kita tukar cincin, untuk menandakan bahwa mereka sudah terikat. Tuan Sultan silahkan berdiri dan maju kedepan. Nona Fathi juga sama." Perintah MC.
Mereka pun berdiri dan melakukan ritual tukar cincin.
Setelah itu mereka membicarakan persiapan pernikahan Fathi dan Sultan. Sampai tak terasa waktu adzan magrib sudah berkumandang. Mereka sholat berjamaah.
Setelah sholat. Mereka makan malam bersama disertai candaan dan tawa, juga kadang menggoda pasangan sejoli yang baru bertunangan.
Sedangkan Hasbi kembali lembur. Ia pulang pada pukul 9 malam. Ia rasanya sudah ingin teriak mengeluarkan emosi dalam hatinya. Walau ia berpura-pura tidak ada masalah tapi sungguh ia sedang merasa terpuruk. Fathi benar-benar tidak ingin bertemu dengannya. Ia belum tenang jika belum bertemu dengan Fathi dan meminta maaf.
Ia akan coba ke rumah Fathi besok.
...----------------...
Halo semua ini up author terakhir untuk hari ini๐.
Alhamdulillah Jawaban Fathi yes , pada senang dong..๐ค
Aduh author deg-degan semoga tidak mengecewakan kalian ya.
Terima kasih masih setia membaca tulisanku.
Terima kasih juga sudah menekan bintang 5 nya .
Juga memberikan like, komen, hadiah juga vote nya. it's mean a lot to me...thank you.
oh iya author juga coba buat chat storry. Mohon dukungan dan support nya ya ..mampir ya ke chat storry author.
__ADS_1