Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 46


__ADS_3

Amih dan Kemala ingin ke rumah Hasbi. Tapi begitu mereka melewati taman, Amih melihat Hasbi dan Fathi.


Mereka berhenti dan memperhatikan Hasbi dari mobil. Kemala terlihat tidak suka dengan kebersamaan Hasbi dan Fathi. Mereka seperti keluarga bahagia. Percuma dia merasa khawatir dengan keadaan Hasbi sampai dia mengajak Amih ke rumah Hasbi. Tapi ternyata orang yang dia khawatirkan sedang bersenang-senang dengan Fathi dan Kayla. Sedangkan Amih terlihat begitu bahagia karena Hasbi tampak sedang tertawa dan bersenang-senang dengan Fathi dan Kayla. Setelah kemarin Hasbi terlihat murung.


" Mala lebih baik kita pulang aja yuk. Hasbi baik-baik saja, dia justru sedang bersenang-senang dengan istri dan anaknya. Kita jangan ganggu kebahagiaan mereka. Kita pulang saja . Kamu tunggu Hasbi di rumah aja ya. Ayo Pak kita pulang !" Amih mengajak Mala pulang .


Hasbi dan Fathi pulang pukul Lima. Mereka berjalan kaki. Karena memang tamannya berada dekat dengan rumah.


Sampai di rumah Hasbi langsung ke kamar ia ingin mandi. Fathi menitipkan Kayla pada Mbok, Karena ia harus masak untuk makan malam.


...***...


Ceklek..


" Mas.. Ayo kita makan !" Hasbi yang sedang termenung dekat jendela menoleh ke arah Fathi. Lalu Hasbi tersenyum. Ia menghampiri Fathi dan menggandeng tangannya . Mereka ke dapur bersama.


" Wah .. Masakan kamu banyak sekali Fathi."


" Iya Mas ini semua makanan kesukaan Mas." Fathi menyiapkan makan untuk Hasbi. Lalu ia menyerahkan piring yang berisi nasi dan lauk pauk pada Hasbi.


" Terima kasih sayang ,"


" Iya Mas sama-sama. Ayo makan." Fathi mengambil makanan untuk dirinya dan Kayla.


" Ke mana Mbok."


" Dia sudah pulang. Kalau ada Mas dia pasti pulang. rumahnya dekat kok dari sini."


" Oh ..begitu ." Hasbi meneruskan makannya. Kadang ia melirik Fathi yang sedang menyuapi Kayla.


" Masakan kamu emang the best. Boleh aku nambah ?"


Fathi tersenyum mendengar Hasbi meminta nambah. " Boleh dong Mas, sini Fathi ambilin lagi."


Hasbi dengan semangat memberikan piringnya pada Fathi. Ia akan merindukan masakan istrinya ini. Karena itu ia akan makan banyak semampu perutnya. Andai bisa seperti ini selamanya. Ingin rasanya ia memberhentikan waktu.


" Silahkan sayang. Makan yang banyak ya ."Fathi menyodorkan piring itu kepada Hasbi seraya tersenyum lembut.

__ADS_1


" Terima kasih sayang." Ia akan memanfaatkan waktu dengan baik. Ia akan bermanja-manja pada Fathi. Hasbi tersenyum membayangkan apa yang akan dilakukannya.


Fathi selesai menyuapi Kayla. Kini gilirannya makan. Fathi kadang melirik ke arah Hasbi yang kadang tersenyum sendiri. Fathi menautkan alisnya. Ada apa dengan suaminya ? Apakah dia jadi gila gara-gara tertekan ? waduh bahaya.


" Sayang..minta minum." Fathi tersadar dari pikirannya yang kalut.


" Hah..apa sayang? Minum ?"


" Iya .. minta minum ." Kata Hasbi.


Fathi melirik gelas berisi air yang masih penuh di depan Hasbi. "Ah..iya minum ." Fathi berdiri dan mengambil gelas di hadapan Hasbi. Lalu ia menyodorkannya pada Hasbi.


" Terima kasih sayang."


" Iya.." Fathi masih memperhatikan Hasbi dengan wajah bingungnya. Ia kemudian duduk kembali di sisi bangku Kayla.


" Alhamdulillah, kenyang sekali. Perut Mas terasa penuh." Hasbi mengusap-usap perutnya. Fathi melihat ke semua piring yang ada di meja.


" Bagaimana gak penuh tuh perut,semua dihabisin ." Fathi terkekeh.


" Mas ke dalam dulu mau rebahan sebentar sebelum sholat. Ayo Kayla ikut papah ." Hasbi pergi sambil menggendong Kayla.


Sementara itu di kediaman Hasbi. Mala sedang gelisah di kamarnya ia ingin menelepon Hasbi tapi ingat pesan Amih untuk tidak menelepon Hasbi dan mengganggu kebersamaan mereka. Mala kesal kenapa Amih melarangnya. Tadi juga Amih mengajaknya pulang. Padahal ingin rasanya ia turun dan menghampiri mereka.


"Sedang apa ya Mas Hasbi sekarang ?" Gumamnya.


Lebih baik dia menonton TV saja, dari pada makin gabut. Mala beranjak dari peraduannya. Ia keluar kamar menuju ke ruang keluarga dan menyalakan TV.


Berbeda dengan Hasbi yang sekarang sedang tiduran. Kepalanya beralaskan bantal paha Fathi. Mereka sedang tiduran sambil menonton TV di ruang keluarga beralas matras, bersama Kayla yang asyik mencoret-coret buku gambar.


" papa..bobo ." Kayla mendekati Hasbi. Lalu memukul wajah Hasbi pelan.


Fathi tertawa. " Aduh Kayla kenapa muka Papah di pukul ?"


Hasbi lalu memeluk Kayla dan mencium pipinya.


" Mama la. Papa was.La bobo ."

__ADS_1


" Oh..bilang dong. Jangan pukul Papah. Ih gemes." Hasbi mencium tangan Kayla.


Hasbi kemudian mengalah dan menggeser duduknya menjadi di samping Fathi. Kayla langsung bobo menggantikan Hasbi. Ia tidur di paha Fathi. Hasbi memberikan Kayla susu yang sudah disiapkan Fathi di atas meja. Susunya masih hangat. Hasbi memeluk Fathi dari samping. Fathi menoleh ke samping menatap Hasbi. Mereka saling manatapa dalam. Fathi tersenyum.


" Makasih Mas..." Fathi mengecup pipi Hasbi. Fathi mengucapkan terima kasih karena Hasbi sudah memberinya momen yang indah untuk dikenang.


" Makasih juga untuk semuanya." Timpal Hasbi sambil tersenyum.Kemudian mereka sama-sama memalingkan muka dan meneteskan air mata. Mereka cepat-cepat menghapus air mata yang terjatuh.


Fathi menyenderkan kepalanya di bahu Hasbi.


" Mas, besok kamu ada request gak mau sarapan apa?" Fathi mencoba menghidupkan suasana yang tiba-tiba sunyi dan melow.


" Mas sih apa aja, semua masakan kamu Mas suka." Hasbi menjawab dengan suara agak serak dan bergetar. Sepertinya Hasbi sedang menahan tangis.


" Oh..baiklah ." Fathi mengusap pipinya.


" Mas.. Kayla kalau lagi tidur kelihatan cantik ya Mas ?" Pertanyaan yang random. Sebenarnya Fathi hanya ingin mendengar suara Hasbi.


" Iya seperti kamu." Fathi tersenyum namun air mata yang jatuh semakin banyak. Fathi langsung mengusapnya lagi.


" Mas ..bisa aja gombalnya ."


" Mas tidak gombal. Memang benar kamu cantik !"


Fathi tidak menjawab ia hanya merangkul lengan Hasbi. Mereka menonton TV tapi jika ditanya mereka sedang nonton apa? Mereka pasti tidak tahu. Karena mereka sama sekali tidak fokus. Pandangan matanya kosong. Pikiran mereka melanglang buana.


" Fath.. Hiduplah dengan baik, kamu harus bahagia. Lupakan semua kesedihan kamu. Lupakan aku jika itu membuat hatimu lebih baik. Jangan melihat ke belakang fokus saja pada masa depanmu. Semoga di kehidupan yang lain kita bisa bersama dan bahagia. Aku mencintaimu sampai kapanpun. Katakan juga pada Kayla aku sangat mencintainya " Hasbi berkata dengan pelan dan lirih. Air matanya tak terbendung lagi.


Fathi pun tak kuasa menahan tangisnya. Momen indah ini berakhir. Hasbi melepaskannya. Ia yang memintanya tapi kenapa terasa sakit. Apalagi membayangkan Kayla akan jauh dan tumbuh tanpa ayahnya. Karena Fathi berniat setelah bercerai dia akan pergi jauh dari Hasbi.


" Mas juga..Mas ... harus bahagia. Mas tidak salah apapun pada ku. Mas harus bisa memaafkan diri Mas sendiri. Mas juga harus fokus ke depan jangan melihat ke belakang. Aku mencintaimu. Semoga di kehidupan lain kita bisa bersama dan bahagia. " Hasbi mengusap kepala Fathi dan menciumnya puncak kepala Fathi. Mereka menangis bersama.


...----------------...


Terima kasih untuk semua readers .Like dan Komen kalian membuat aku bersemangat dan kadang ketika saya sedang mentok ide dan jenuh. Menjadi kembali bersemangat dan mendapat ide berkat komen kalian. Terimakasih 💙💙💙😘😘


Terimaksih juga hadiah dan vote nya membuat aku terharu merasa tersanjung. Terimakasih sudah sangat mendukung author 😙😙❤❤

__ADS_1


Semoga kalian semua di beri rizki berlimpah dan selalu diberi kesehatan. Author masih terbawa melow, sedih mengingat Hasbi dan Fathi. Jadi ikut nangis.


💖💖💖 Love You All 💖💖💖


__ADS_2