Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Ingin Restu Amah.


__ADS_3

Lionell hanya menunduk di hadapan Amah, sampai suara Amah mengalun di telinganya. "Kenapa kamu ingin cepat-cepat menikah? Apakah kamu sadar kalau yang akan kamu nikahi itu cucu saya? Anak kandung dari pria yang mengangkat kamu menjadi anak. Seharusnya kalian itu menjadi adik kakak bukan suami istri!"


"Maaf, Oma. Saya mencintai Kayla, cinta itu begitu besar. Saya sudah coba hilangkan perasaan ini. Sebab waktu itu saya pikir Kayla adalah Kakak saya, tapi begitu saya tahu kami tidak ada hubungan darah. Buat saya tidak ada lagi alasan untuk menghilangkan perasaan ini."


"Berapa yang kamu mau?" Pertanyaan omanya membuat Lion terpaku. Mengapa Oma berpikir kalau harta yang dia inginkan?"


"Saya tidak ingin harta Oma, jangan khawatir saya tidak berminat pada harta Papah Hasbi dan Bubu. Saya tulus mencintai Kayla." Lionell berkata dengan nada masih lembut, dia berusaha sabar pada Omanya. Bagaimanapun Lion sayang pada oma.


"Oma tidak percaya, kamu anak SMA mencintai wanita yang jauh lebih tua dari kamu. Rasanya tidak mungkin."


"Kami hanya berbeda 2 tahun Oma."


"Yang penting Kayla lebih tua dari kamu. Oma yakin pasti ada udang di balik batu."


"Kenapa Oma, selalu berpikir negatif tentang saya?" tanya Lion.


"Tidak apa-apa. Oma hanya tidak ingin kalian nanti menjadi musuh, jika nanti ada masalah di antara kalian dan orang tua kalian tidak bisa memilih harus memihak siapa."


"Oma, yakinlah pada Lion dan Kayla. Lion tidak bisa janji bahwa kita akan selalu baik-baik saja, karena namanya suatu hubungan akan selalu ada cobaan dan dua kepribadian disatukan akan selalu ada perdebatan. Namun, Lion janji akan selalu berusaha membuat Kayla bahagia dan Lion akan setia Oma." Lion berharap agar Amah luluh padanya dan merestui hubungannya dengan Kayla.


"Kita lihat saja nanti. Oma masih belum yakin. Ke mana Bubu mu? Menelepon Hasbi saja kok lama sekali."


"Saya di sini Amah. Mas Hasbi akan segera datang." Mala datang membawa minum dan cemilan. Dia meletakkannya di meja tepat di depan Amah.


"Silahkan Amah."


"Terima kasih."


***

__ADS_1


"Kak, serius Kakak mau tunangan sama Lion?" tanya Alfa pada Kayla. Mereka sedang berada di dalam kamar Kayla, duduk di atas tempat tidur yang berubah menjadi meja belajar karena kertas-kertas berserakan di atas kasur.


"Iya, kenapa memangnya?" tanya Kayla pada Alfa, seraya menatap layar laptop. Kayla sedang mengerjakan tugas kuliahnya.


"Tidak apa-apa, Alfa cuma tidak percaya Kakakku akan segera bertunangan dengan adik angkatnya. Kak, boleh gak aku nanya sesuatu?"


"Boleh, ada apa sih?" Kayla mengalihkan perhatiannya, dia fokus pada Alfa dan menatapnya.


"Kakak mencintai Lion?"


"Kamu kok nanya gitu, sih? Kamu ragu sama perasaan Kakak?"


"Bukan begitu, cuma selama ini aku lihatnya Kakak biasa aja sama Lion. Jadi aneh aja kalau Kakak bilang cinta Lion, emangnya Kakak mulai kapan jatuh cinta sama Lion?"


"Bukan biasa saja. Tetapi berusaha biasa saja, padahal perasaan Kakak suka deg-degan di depan Lion, makanya Kakak kebanyakan menghindar."


"Mulai umur Kakak tujuh belas tahun, berarti kelas sebelas. Saat itu Lion lima belas tahun berarti kelas sembilan. Lion kan tinggi De, orangnya juga dewasa punya karismatik sendiri Kakak suka bawaannya kalem dan berwibawa." Wajah Kayla merah ketika menceritakan perasaannya pada Lion, matanya berbinar membayangkan Lion.


"Memangnya di sekolah Kakak, minimal di kelas tidak ada cowok yang seperti Lion, gitu? secara kalian kan seumuran."


"Tidak ada, walaupun seumuran, sikap mereka pecicilan tidak dewasa."


"Itu mah, Kakak aja yang emang udah suka sama Lion jadi semua cowok di bandingin sama Lion," sindir Alfa. Kayla terkekeh mendengarnya.


"Udah ah, sana gih! Kamu ganggu Kakak mengerjakan tugas aja."


"Satu lagi Kak! Dari mana Kakak tahu, kalau itu perasaan cinta? Kan bisa aja, itu cuma kagum atau sayang sama adik."


"Iya juga sih. Tetapi kan kalau cuma kagum atau sayang sama adik, gak akan ada perasaan canggung kalau dekat Alfa atau kangen padahal baru ketemu."

__ADS_1


"Wah, gimana kalau Lion sama Kakak satu Ayah , perasaan kalian adalah perasaan terlarang."


"Alhamdulillah kita tidak satu darah. Udah, ah! Sana pergi."


"Iya Kak, selamat mengerjakan tugas. Apa perlu aku panggil Lion buat bantuin? Dia kan pintar."


"Alfa, keluar! Jangan ledekin Kakak terus." Kayla mengusir Alfa dan mendorongnya keluar kamar. Alfa terkekeh dan mencolek pipi Kayla, Alfa lalu keluar. Kayla langsung menutup pintu.


Alfa mengambil ponsel dalam saku celananya. "Halo, gimana? Sudah dengar kan, suara Kakak gue?" tanya Alfa pada seseorang di telepon.


"Oke, makasih banyak. Rindu gue udah terobati. Thanks Al, gue tutup ya. Titip kesayangan gue."


"Kesayangan lo itu Kakak gue," ucap Alfa.


"Iya gue tahu. Udah ya gue juga mau belajar buat masa depan gue sama Kakak lo, bye." Sambungan telepon terputus. Alfa terkekeh "Orang kalau jatuh cinta udah kaya anak kecil. Gak punya malu." Alfa kemudian mematikan ponselnya dan pergi ke kamarnya.


Sedangkan Lion menghela nafas panjang begitu ponselnya mati. Hatinya masih sedih mendengar penolakan Oma untuk kesekian kali. Karena itu dia ingin mendengar suara Kayla dan mendengar perasaan Kayla untuk menguatkan hatinya.


Omanya tetap tidak setuju walau Papah Hasbi dan Bubu sudah berusaha memberi penjelasan pada Oma agar Oma mengerti. Lion sampai bersumpah bahwa bukan harta yang dia inginkan. Dia tidak perduli pada harta Papah Hasbi.


Oma memberi syarat jika Lion ingin tetap menikahi Kayla. Lion harus melepaskan keluarganya, artinya Lion harus keluar dari rumah tanpa fasilitas dari Hasbi. Dia harus melepaskan nama Al mubarak dari namanya secara hukum.


Lion juga harus berusaha sendiri, membiayai sekolah dan keperluannya sendiri. Bagi Lion itu masalah mudah, toh dia sudah punya usaha sendiri. Namun, untuk menjauh dari Papa Hasbi dan Bubu itu adalah suatu hal yang berat, Meski pun begitu dia akan tetap melakukannya untuk membuktikan pada Omanya bahwa dia bukan mengincar harta.


...----------------...


Selamat menunaikan ibadah puasa untuk umat Muslim.


Terima kasih sudah membaca ceritaku. Terima kasih banyak 💖💖 sudah memberi like, komen dan favoritnya. Juga sudah memberi hadiah serta votenya. Semoga berkah. Semoga apa yang kalian berikan di balas oleh Allah SWT dengan rizki yang berlimpah Amiiin.

__ADS_1


__ADS_2