
Hasbi memperkerjakan 2 ART untuk Fathi satu untuk Mala 1. Pagi ini ART di rumah Fathi mulai bekerja. Namanya Mbok Jumi. Umurnya baru 45 tahun.Mbok Jumi cukup cekatan.
Setelah semua pekerjaannya beres Mbok Jumi mengajak main Kayla. Dia suka bermain dengan Kayla. Anaknya cantik, lucu, gemesin banget. Mbok Jumi tidak menginap ia akan datang sekitar jam 7 dan pulang jam 5.
Saat ini Fathi sedang menikmati makan siangnya bersama Kayla dan Mbok Jum. Mereka makan bersama satu meja.
" Bu..biar Kayla saya saja yang suapin. Saya sudah selesai makannya."
" Bener Mbok sudah selesai, kalau mau nambah, nambah aja Mbok gak apa-apa. Biar Kayla sama saya ."
" Udah kok Bu. Ibu yang belum makan. Sini biar Kayla saya yang suapin." Mbok Jum menggendong Kayla.
" Makasih ya Mbok." Fathi mulai makan.
Hasbi sedang makan siang di Restoran dekat kantornya. Ia makan sambil menelepon seseorang.
" Apa kabar Mala?" Tanya Hasbi.
" .............."
" Syukur Alhamdulillah. Kamu sabar ya. Nanti kita ketemu hari Minggu dan seminggu Mas akan tinggal sama kamu."
" ............."
" Iya, Mas tahu. Tapi kan sudah ada yang menemani kamu. Sabar ya. Kamu kalau bosan dirumah mau ke rumah Amih atau jalan -jalan Mas ijinin. Tapi hati-hati nanti kita akan beli mobil supaya bisa kamu pakai kalau mau ke luar. Sementara kamu naik mobil on line aja dulu ya. Tapi kalau mau pergi Foto mobil sama plat no terus wajah supirnya juga. Jangan lupa GPS kamu nyalain. Mas tutup dulu teleponnya mau makan siang dulu. Kamu jangan lupa makan . Assalamu'alaikum ." Hasbi menutup teleponnya.
Mala merasa senang karena, Hasbi menelponnya. Ia jadi semangat untuk makan siang. Mala makan siang sendiri tidak bersama ART nya.
Mala berencana akan ke rumah Amih tapi sebelumnya ia akan jalan -jalan dulu dan membelikan Amih sesuatu.
Setelah sholat dzuhur Mala pergi dengan naik mobil on line, tidak lupa dia mengirim Foto supir, mobil dan plat nomer. Sesuai perintah Hasbi. Mala memakai gaun bunga selutut. Penampilannya terlihat Fresh dan cantik.
Sekitar pukul 3 sore Mala sampai di rumah Amih. "Assalamu'alaimum."
Amih melihat ke luar. Kebetulan pintu depan terbuka. Amih yang melihat Mala langsung bangun.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam . Mala apa kabar ?" Mala mwncium tangan Amih lalu mencium pipi Amih kanan kiri.
" Alhamdilillah baik Amih. Amih sama Apih apa kabar ?"
" Alhamdulillah baik. Kamu dari mana cantik sekali ?" Tanya Amih seraya mengusap rambut Mala.
Mala tersenyum." Dari rumah memang sengaja mau ke tempat Amih. Di rumah sepi Mala bosan. Ini Mala beli kue untuk Amih. "
" Wah...Terima kasih Mala. Seharusnya kamu tidak usah repot. Kamu datang ke sini aja Amih udah senang. Amih juga kesepian di rumah. Kamu sering-sering main ke sini kalau tidak ada Hasbi di rumah." Seru Amih .
" Iya Amih.."
" Sebentar ya Mala. Amih ke belakang dulu simpan ini." Amih menunjuk bungkusan dari Mala. Amih ke dapur memanggil ART nya untuk memotong kue dan membuatkan minum untuk Amih dan Mala.
Sementara di rumah Fathi. Fathi kedatangan tamu yang heboh.
" Aduh Sis..lo ngapain sih nanya terus ? Pusing gue dengernya !" Gerutu Fathi.
" Ya udah makanya jawab biar gue gak nanya terus. Jadi lo juga gak bakal pusing. " Sisca tidak menyerah ia sangat penasaran. Pasalnya tadi saat makan siang. Fathi meneleponnya dan menyuruhnya untuk main ke rumah barunya. Tentu saja harus dengan membawa pesanan tuan rumah.
Di sinilah dia sekarang. Duduk lesehan, di depan Tv rumah baru Fathi sambil makan mpe-mpe Favorit mereka. Kayla sedang tidur di samping Fathi.
" Sampe segitunya lo buat menghibur diri lo sendiri. Membohongi diri sendiri dan orang lain. Seolah lo tuh kuat tegar dan bahagia. Padahal hati lo sedang merasakan luka, rapuh dan bimbang. Gue kenal lo luar dalam. Gue yakin lo sedang berusaha meyakinkan diri lo sendiri kalau lo mampu dan bisa bahagia menjalani poligami ini. Kalau lo merasa baik-baik aja dan yakin, lo gak bakal minta pisah rumah. Ini pasti usaha terakhir lo untuk meyakinkan diri lo . Iya kan ?" Sisca menatap Fathi lekat.
Fathi terhipnotis tatapan Sisca. Kata-kata Sisca semuanya benar. Ini adalah perjuangan terakhirnya. Apalagi setelah mendengar ucapan Amih tadi pagi tentang perceraraian .
" Hah..lo memang yang paling tahu gue luar dalam. Lo tuh kaya cermin gue. Tanpa gue cerita lo tahu yang gue rasain." Fathi memeluk Sisca.
" Lo tuh cewek yang luar biasa Fath. Lo kuat, tangguh." Sisca melepaskan pelukannya.
" Kalau gue yang jadi lo gue akan minta cerai, dari awal. Tapi lo gak. Dengan hati lapang lo terima pernikahan mereka lo bahkan tinggal serumah dengan mereka. Gue salut ama lo. Dan kalau misal lo udah gak kuat itu wajar Fath. Hati lo itu bukan terbuat dari besi dan baja. Lo gak usah sok kuat dan memaksakan diri. Lo akan tersiksa seperti itu. Lo juga berhak bahagia Fath. Bahagia yang sesungguhnya dari hati lo bukan cuma topeng. Cara bahagia itu dengan menjauh dari hal-hal yang membuat lo terluka. Bukan menghindar tapi menyelesaikan dengan baik semua masalah di hati lo."
" Bagaimana caranya menyelesaikan dengan baik?"
" Tanya diri lo sendiri, sholat istikharoh, Dia yang tahu semua jalan keluar dari masalah lo. Serumit apapun Allah punya jawabannya. Minta petunjukNya Fath." Fathi tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
" Makasih Sisca Teguh. Lo emang sahabat gue yang bijak banget ."
" Rese lo ngatain gue Sisca Teguh." Protes Sisca.
" Itu pujian cantik ."
" Nah kalau cantik emang bener...Makasih." Fathi terkekeh.
Kayla terbangun. Sisca senang akhirnya ia bisa bermain dengan Kayla.
***
Pukul setengah 7 Hasbi datang. Mbok Jum sudah pulang sejak pukul 5. Fathi sudah memasak makan malam. Kini mereka sedang makan setelah tadi sholat berjamaah.
" Sayang... nanti hari minggu kita ke mana ya? Jalan -jalan atau makan-makan di rumah?" Tanya Hasbi di sela makannya.
" Kenapa udah mikirin hari minggu aja? Masih lama Mas. Kangen ya sama Mala. Tanya dong sama dia maunya nanti ngapain hari minggu?" Saut Fathi .
" Aku udah telepon tadi. Mala bilang terserah Kak Fathi aja." Jawab Hasbi tenang . Tanpa melihat perubahan raut wajah Fathi.
" Oh...jadi telepon-teleponan sama Mala."
" Iya tadi di kantor. Aku khawatir jadi aku telepon Mala menanyakan kabarnya." Ucap Hasbi. Fathi manggut-manggut.
" Wajar sih secara dia istri kamu, Pasti kamu khawatir sama istri yang jauh di sana? " Sindir Fathi.
" Iya. Kalian berdua istri aku. Aku akan berusaha adil kepada kalian berdua."
Fathi tidak menanggapi perkataan Hasbi ia melanjutkan menyuapi Kayla.
...----------------...
Terima kasih pembaca setiaku...rasanya bahagia banget kalian terus membaca cerita author. Memasukkan cerita author ke dalam list favorit kamu ❤❤
Terima kasih likenya, komen juga hadiah dan vote nya. 😘😘
__ADS_1
Apalah arti tulisan author tanpa pembaca dan dukungan kalian. Semoga hari ini semua bahagia ya. Yang sakit semoga cepat sembuh. Ingat tetap semangat berpikir positif. 😙😙😙😙
💙💙 Love You All 💙💙