
Hari minggu ini rencananya Lion akan membicarakan rencana pertunangannya dengan Kayla, kepada papah dan mamahnya.
Saat ini dia bersama Mala sedang menonton Tv setelah sarapan.
"Bubu, Lion rencananya mau ngelamar Kayla setelah lulus. Boleh, kan Bu?" tanya Lion pada Bubu yang sejaka tadi asik menonton acara masak memasak.
"Hah! Kenapa harus buru-buru sayang. Umur kamu masih muda, sebaiknya kamu fokus dulu sama kuliah kamu, lalu meniti karir. Setelah itu kamu baru boleh menikah."
"Iya Bubu, Lion menikahnya juga nanti setelah Kayla lulus kuliah, kalau Lion lulus SMA, cuma acara tunangan aja."
"Kamu itu, kenapa ngebet banget sih, sama Kayla? Emang kamu gak ada gitu cewek lain yang kamu taksir, yang umurnya lebih muda dari kamu?"
"Bubu pasti tahu alasannya kenapa aku suka sama Kayla, sosok Kayla seperti apa? Karena Bubu sangat mengenal Kayla. Terus kenapa Bubu harus bertanya seperti itu?"
"Bukan begitu, Bubu cuma khawatir kalau terjadi apa-apa sama kalian Bubu harus bagaimana? Kalian berdua kesayangan Bubu, rumah tangga itu tidaklah semudah yang kau bayangkan." Mala merasa khawatir dengan hubungan mereka jika nanti mereka mengalami masalah hubungan mereka akan menjadi buruk. Dia tidak bisa memilih atau memelihak siapapun mereka berdua adalah anaknya.
Jika bisa dia ingin mereka menikah dengan orang lain. Namun, mereka saling mencintai Mala tak ingin menghancurkan kebahagiaan anak-anaknya.
__ADS_1
"Bubu, tidak usah khawatir. Kami saling mencintai dan kami akan menjaga cinta kami, restui kami agar kami bahagia. Lion tahu rumah tangga itu tidaklah mudah, oleh karena itu kami butuh dukungan kalian. Selama ada kalian dan restu kalian insyaallah kami akan baik-baik saja."
"Semoga kalian bahagia."
"Terima kasih Bubu."
"Tapi Bu, Lion belum tenang karena Lion belum bicara sama Amah."
"Kamu harus bicara padanya, dan meminta izin pada Amah, untuk menikahi Kayla."
"Amah!" Lion dan Mala terkejut, semua terjadi begitu saja. Amah mendengarkan rencana mereka.
"Apa yang kalian rencanakan sebenarnya? Bagaimana seorang anak remaja ingusan, mau menikahi seorang wanita yang lebih tua darinya? Terlebih wanita itu adalah cucuku!" Amah melangkah menuju sofa dan duduk di sofa single.
"Oma, apa kabar?" Lion langsung berdiri dan mencium tangan Amah.
"Oma baik-baik saja, sehat wal afiat sampai Oma mendengar kabar barusan. Kepala Oma langsung pusing dan darah tinggi oma naik!" Mala dan Lion hanya diam saja. Mereka sangat paham menghapi Amah. Jangan pernah berdebat dengan Amah atau urusan akan panjang. Lion duduk kembali ke tempatnya.
__ADS_1
"Mana Hasbi?" tanya Amah dengan ketus.
"Sedang pergi Amah," jawab Mala.
"Telepon dia suruh pulang! Kita harus bicarakan ini. Bagaimana kalian mendidik anak, sampai anak SMA ngebet kawin?"
Lion hendak menimpali ucapan Amah tapi Kayla menahannya dengan menggenggam tangan Lion dan menggelengkan kepala.
"Iya Amah, Mala akan telepon Mas Hasbi." Mala mengambil ponselnya di atas meja. Dia lalu menelepon Hasbi dan menyuruhnya pulang karena ada Amah menunggu di rumah.
"Sudah Amah. Mas Hasbi akan segera pulang. Amah mau minum apa?"
"Kamu sudah berapa lama menjadi menantu? Minuman kesukaan Amah saja kamu tidak tahu?" Amah bicara dengan nada ketus. Pertanyaan yang tidak perlu di jawab, sebab Mala tahu itu hanya sindiran untuknya.
"Baiklah Amah, Mala ke bekakang dulu." Mala pergi ke dapur untuk menyiapkan minum buat Amah. Meninggalkan Lion berdua dengan Amah.
...----------------...
__ADS_1