
Setelah itu mereka pulang dengan perasaan yang bahagia, akhirnya aku bisa bermanja-manja dengan orang tuaku lagi YES! Pikir Erlena.
Kedua orang tua Erlena tersenyum melihat anak perempuannya yang merasakan kebahagian, mereka berjanji akan menjaga senyum anaknya dan tidak akan meninggalkan anak kesayangan mereka, janji mereka terhadap diri sendiri.
SESAMPAI DI RUMAH....
"Assalamualaikum," salam Erlena saat membuka pintu rumahnya.
"Wa'alaikum salam non," jawab salam bibi.
"Halo, bibi apa kabar?" tanya mami Erlena.
"Wah! Nyonya sudah pulang, saya baik-baik saja nyonya, kalau nyonya dan tuan bagaimana kabarnya?" tanya bibi balik.
"Alhamdulillah, kami baik-baik saja Bi..." jawab papi Erlena.
"Syukur lah." Timpal bibi dengan senyum tipis.
"Ahh iya, apakah Lena membuat bibi merasa kerepotan?" tanya mami Erlena penasaran.
"Tidak, nyonya," jawab bibi singkat.
"Oke deh. Sayang, mami sama papi ke kamar dahulu ya, mau istirahat," pamit mami Erlena.
Papi hanya menganggukan kepalanya tanda menyetujui ucapan mami.
"Iya mi," balas Erlena singkat.
Mami dan papi sudah memasuki kamar mereka, bibi sudah di dapur untuk membereskan kotoran yang ada. Erlena pun langsung duduk di sofa empuk sambil bermain dengan ponselnya.
TIBA-TIBA.......
Ting.
Terdengar suara pesan dari seseorang.
Erlena pun langsung melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya, setelah melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya ternyata Adelia.
Erlena langsung membuka chatnya kemudian Erlena segera membalas pesan dari Adelia.
CHATTING ERLENA DENGAN ADELIA.
"kak lena, apa kabar?" tanya Adelia
"Baik," jawab Erlena singkat.
"Kak lena, apakah kita bisa bertemu lagi?" tanya Adelia dengan emot mata yang berkaca-kaca.
Erlena yang membaca pesan dari Adelia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil tersenyum.
"Bisa, di mana," jawab Erlena.
"Di restoran xxxxx," jawab Adelia.
"Oke, jam berapa maunya?" tanya Erlena.
"Jam 1 siang bisa?" Menjawab pertanyaan dari Erlena.
__ADS_1
"Jam 1? Aku tidak bisa, kalau jam setengah lima bisa?" tawar Erlena.
"Ohh, bisa-bisa kak," jawab Adelia setuju.
"Sebelum kita bertemu jangan memanggilku kakak, tetapi alangkah bagusnya kau memanggilku Lena saja." perintah Erlena.
"Baik Len," jawab Adelia.
Read.
ADELIA POV.
"Yess! Bertemu sama Lena yuhuu!" girang Adelia.
KINI SUDAH PUKUL SETENGAH LIMA.
"Ohh ya ampun! pasti Lena nungguin aku haduh, aku harus cepat-cepat nih," ucap Adelia sambil memilih pakaian yang cocok yang akan di pakainya, setelah itu dia memasangkan pakaian yang telah di temukan.
"Lebih baik, aku minta izin dahulu, sama bunda," guman Adelia berkata dengan dirinya sendiri.
Adelia turun dari tangga dengan senyum yang mengembang karena dia akan bertemu dengan kakak polos nan cantik.
"Ada apa kamu senyum-senyum sendiri Del?" tegur bunda sambil menatap heran kepada anaknya.
"Tidak bun, ohh iya, aku pamit ya bun mau pergi," pamit Adelia.
"Mau ke mana emangnya kamu?" tanya bunda penasaran karena anaknya biasanya paling malas kalau ingin keluar dari rumah.
"Mau bertemu kakak polos Bun, aku mau ke restoran xxxx," jawab Adelia santai.
"Hah? Kakak polos? Siapa Del?" tanya bunda penasaran.
"Ya sudah hati-hati," Peringat bunda terhadap anaknya.
"Iya bundaku sayang," ucap Adelia langsung pergi.
Adel langsung memasuki mobil yang sudah dia pesan melalui aplikasi Grab.
SETELAH SAMPAI DI RESTORAN XXXX......
"huft sampai juga..... di mana ya Lena?" tanya Adelia di dalam hati.
"Ahh lebih baik gue telepon Lena," putus Adelia.
TELEPON...
"Halo Len kamu di mana? Aku sudah sampai," terang Adelia sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Erlena.
"Tunggu, di tempat duduk kamu, aku akan menyusulmu....Aku habis membeli sesuatu." jawab Erlena santai.
"Baik lah, aku menunggumu," balas Adelia.
"Hm," deham Erlena lalu mematikan telepon secara sepihak.
TUT TUT TUT.
"What! Di matikan, wah parah nih! Lena masak tidak mengatakannya terlebih dahulu sih huhhhh," keluh Adelia kesal sambil mengedumel sendiri dan mengelus-elus dadanya.
__ADS_1
"Sabar-sabar, orang sabar di sayang cogan." ucap Adelia.
ADELIA OFF.
"Huft, gue harus cepat-cepat ini," ucap Erlena kepada dirinya sendiri sambil menggenggam Vapenya.
Erlena langsung berlari, lalu sampailah Erlena di restoran.
"Sorry, aku terlambat," ucap Erlena meminta maaf atas kedatangannya yang terlambat.
"Iya, santai zaja Len," jawab Adelia lemah lembut.
"Ya sudah, pesan makananny dahulu ya," saran Adelia.
"Ya," jawab Erlena singkat.
"Mbak, saya pesan ini ya, Len kamu mau pesan yang mana?" tanya Adelia.
"Samain saja kayak kamu," jawab Erlena.
"Oke, mbak saya pesan nasi goreng dua dan teh anget dua ya," ucap Adelia.
"Baik mbak, tunggu sebentar ya," balas pelayan.
"Iya," jawab Adelia.
"Kamu punya saudara?" tanya Adelia.
"Tidak, aku hanya anak tunggal," jawab Erlena.
"Owh, kamu tadi beli apa Len?" tanya Adelia kepo.
"Vape," jawab Erlena santai sambil mendaratkan kakinya ke atas meja.
"What! Serius lu memakai begituan!" teriak Adelia terkejut.
Semua orang yang sedang makan tiba-tiba terhenti sambil menengok ke arah Erlena dan Adelia.
"Sorry," ucap Erlena dingin sambil menatap tajam ke semua orang.
Mereka semua bergidik ngeri melihat tatapan tajam dari Erlena.
"I...Iya.." sahut mereka gugup.
SETELAH PESANAN DATANG.....
"Iya emang mengapa?" tanya Erlena sambil memegang Vapenya, lalu menyimpan di saku celananya.
"Nggak apa-apa, emang kamu nggak di marahin sama orang tuamu?" tanya Adelia sedikit penasaran dengan kehidupan Erlena.
"Nggak lah, orang aku nggak ketahuan," jawab Erlena sambil tersenyum miring.
Adelia yang melihat senyum miring Erlena itu sangat ketakutan. Kemudian Adelia hanya cengengesan.
"Yuk, kita makan," ajak Erlena.
"Oke," patuh Adelia.
__ADS_1
Setelah mereka menghabiskan waktu makan bersama, Erlena yang membayar pesanan makanan mereka tadi.
Awalnya Adelia sudah berniat untuk mentraktir Erlena, tetapi dia hanya pasrah karena Erlena memaksa agar Erlena lah yang membayarnya.Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.