
25 menit kemudian Ucup telah sampai di markas 'Black white tiger'.
"Siapa kamu?" tanya penjaga sambil menatap kearah Ucup dengan tajam.
"Gue Ucup," jawab Ucup singkat.
"Ada apa kamu datang kemari?" tanya penjaga dengan tatapan menyelidik.
"Gue di suruh sama wakil ketua elu, datang ke sini," jawab Ucup santai sambil membawakan obat di plastiknya.
"Nih gue bawa obat untuk dia," dambung Ucup sambil menunjukkan obat yang ada di dalam plastik kepada penjaga.
"Oh baiklah, silakan masuk," ucap penjaga kikuk.
"Ya dari tadi seharusnya gue sudah masuk. Tetapi elu saja yang halangin gue untuk masuk," sungut Ucup kesal.
"Iya-iya maaf atuh, saya kan cuma jaga-jaga! Takutnya ada penyusup," balas penjaga sambil menggaruk-garukkan tengkuk lehernya.
"Iya sudahlah banyak bacot! Gue mau masuk dahulu, orang ganteng gini kok di curigakan sih ! Buram kali mata lu!" cecar Ucup dengan tangan yang ingin mencakar wajah si penjaga yang ada di hadapan-nya, lalu kemudian Ucup pergi meninggalkan penjaga yang terbengong mendengar ucapan di ucup.
"Loh? bukan-nya dari tadi, dia yang ngomel-ngomel sendiri ya? Emang aku salah apa? Hihh dia ganteng? Masih ganteng akulah kemana-mana," Gerutu penjaga sambil menggerai rambut-nya dengan tangannya.
SKIP.
"Sini gue obatin, Dasar jadi orang kok beban buat orang sih!" sarkas Ucup sambil mengoleskan salep di hidung Kevin.
__ADS_1
"Ya sorry bro! Hidung gue gatal, maka-nya gue garuk ekh malah terluka," ucap Melvino polos sambil meringis karena perih di hidungnya.
"Hm, nih sudah! Gue pulang terlebih dahulu," pamit Ucup sambil bangkit dari kursi.
"Siap! Terima kasih selalu ada untuk gue," teriak Melvino tulus saat Ucup sudah mulai menjauh.
"Sama-sama, bahkan lu yang sudah ttolonin hidup gue dari dia," ucap Ucup di dalam hati sambil tersenyum pedih saat mengingat kejadian itu.
SKIP.
"Ekh sudah jam 11 saja," ucap Erlena lirih saat melihat kearah jam TV.
"Kira-kira bagus-nya malam ini jam 12 atau besok pagi ya? Kalau besok, gue takut kalau ada orang yang pertama ucapin selamat ulang tahun untuk Elvin. Akhh bodo lah! Mending malam ini ha-ha-ha biar gue jadi yang pertama ucapin-nya," ucap Erlena ngomong kepada diri-nya sendiri.
"Bentar gue ingat-ingat dahulu deh, shhhh ayok berpikirlah otak!" ucap Erlena sambil mengetuk-ngetuk kepala-nya di atas meja-nya.
"Ahhh," desah Erlena.
"Nahkan baru ingat kayak suara Adelia, tetapi gue tungguin dahulu deh informasi-nya dari Kevin biar nggak salah paham," ucap Erlena senang lalu lanjut membaca novel romansa.
"Avvvv baper aji gile huhhh," ucap Erlena sambil mengibaskan wajah-nya dengan tangan-nya.
Tring
Tring
__ADS_1
Tring.
Alarm pun berbunyi yang artinya sudah pukul 12 malam.
"Nah sekarang sudah jam 12, saat-nya kita chat Elvin!" seru Erlena bersemangat.
"Elvin?" sapa Erlena saat sudah melihat bahwa Melvino dari tadi online.
"Y, " jawab Melvino singkat.
"Aku boleh kekamarmu sebentar?" tanya Erlena.
"Ngapain?" tanya Melvino balik.
"Ya ada deh secret," ucap Erlena dengan emot tersenyum lebar sambil memamerkan gigi putih-nya.
"Brp lm?" tanya Melvino singkat.
"Eumm sekitar 10 menit saja kok, boleh ya ya ya?" jawab Erlena sedikit memaksa.
"Hm," jawab Melvino.
"Oke deh tungguin Lena ya," titah Erlena yang di akhiri dengan emot mencium.
Melvino hanya read pesan dari Erlena, entah mengapa hati-nya sedikit gelisah dengan bercampur menghangat ketika membaca pesan dari Erlena.
__ADS_1