
"Assalamualaikum, mami papi Erlena pulang yuhuu," ucap Erlena.
"Wa'alaikum salam, Lena," jawab kedua orang tua Erlena.
"Nak, ganti baju dahulu gih.....Bau," perintah papi Erlena sambil menutup hidungnya.
"Isss, bau dari mana? Orang Lena harum kok," imbuh Erlena sambil mengendus-endus Pakaiannya.
"Sudah-sudah.... Mandi sana Len, besok sudah sekolah kan? Buruan kita makan pas selesai kamu mandi," titah mami Erlena dengan nada cepat.
"Oke mam," sahut Erlena melenggang pergi.
Erlena bergegas untuk mandi. Kemudian dia mengganti baju tidur, setelah itu Erlena turun ke bawah dan makan bersama keluarga.
"Lena, bagaimana sekolahmu?" tanya papi Erlena.
"Baik-baik saja Pi," jawab Erlena santai.
"Kamu nggak macam-macamkan di sekolah?" tanya papi dengan tatapan menyelidik.
"Tidak lah pi, Masa gitu saja nggak percaya, kilah Erlena dengan tatapan sayu.
"Tidak kok, papi cuma nggak mau kamu jadi anak nakal lagi, cukup di sekolah yang kemarin... Kamu saja sampai di keluarkan dari sekolah, karena selalu melanggar peraturan," cibir papi Erlena.
"Iya-iya Pi." balas Erlena lirih.
"Papi mami, Lena mau ke kamar, Lena mau langsung tidur sudah lelah," pamit Erlena sambil membersihkan sisa makanan yang ada di meja makan.
"Iya Lena," jawab kedua orang tua Erlena.
ADELIA POV.
"Kak Melvin mau lanjut di sekolah mana nanti?" tanya Adelia penasaran.
"Tidak tahu," jawab Melvino singkat.
"Gini saja vin, mending kamu sekolah di SMA Gumilang saja, sekalian jagain adik kamu," mutlak ayah.
"Ya sudah seterah ayah saja, Melvin ikut-ikut saja," jawab Melvino dingin.
"Ya sudah, mulai besok kamu sudah mulai sekolah, karena kamu sudah ayah daftarkan," tangkas ayah.
"Lah ayah sudah daftar kan Melvin? kapan?" tanya Bunda merasa bingung, karena dia selalu di dekat ayah pas kerja, tetapi dia tidak tahu kapan ayah mendaftarkan Melvin sekolah.
"Kemarin bunda," jawab ayah lemah lembut.
"Owh," balas bunda.
"Ohh iya Bun, mau Adel ceritakan tidak? yang namanya kakak polos?" tanya Adelia kepada bunda.
"Ohh iya-iya coba ceritakan." jawab bunda penasaran dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Ada apa sih Del? siapa kakak polos?" tanya ayah merasa bingung karena istrinya sangat antusias saat ingin tahu siapa kakak polos yang dimaksud oleh Adelia.
Melvino hanya diam sambil menyimak pembicaraan mereka.
"Jadi.... Kakak polos itu namanya Lena," jawab Adelia.
Melvino seketika menegang tubuhnya karena namanya sama seperti orang yang selalu mengejar-ngejar dirinya.
"Nama lengkap nya?" tanya Melvino dingin.
"Erlena Ive sara," jawab Adelia seketika bingung, karena baru kali ini kakanya bertanya tentang seorang cewek.
"Emang mengapa kak? Kakak kenal," seloroh Adelia dengan tatapan menyelidik.
"Tidak apa-apa, aku tidak mengenalnya," sahut Melvino santai.
"Lanjut Del," desak bunda yang sudah mati-matian menahan rasa penasarannya.
"Nah, waktu itu Adel tidak sengaja menabrak kak lena, kira adel... Adel bakal di marahin karenakan setiap kalau Adel tidak sengaja menabrak orang pasti di marahin," tutur Adelia.
"Terus kamu di apain?" tanya ayah khawatir.
"Nggak di apa-apain, awalnya sih dia kayak dingin gitu. Karena, adel melihat matanya tajam banget kayak leser ha-ha-ha, tetapi, dugaan Adel salah, ternyata dia lemah lembut orangnya," jawab Adelia antusias.
"Masih sama saja sifatnya si gadis bodoh ha-ha-ha," ucap Melvino dalam hati.
"Terus-terus." tambah bunda.
"Terus akhirnya kami berceritalah sebelum kak Lena pulang, Adel minta nomor ponselnya," sambung Adelia.
"Tadinya Adelia yang mau traktir, tetap,i karena kak Lena maksa jadinya kak Lena deh yang bayarin. Intinya dia baik banget deh," lontar Adelia sambil tersenyum.
"Owh," sahut kedua orang tua Adelia dan Melvino.
"Sudahkan Bun, lelah nih Adel cerita," ucap Adelia sambil meneguk air putih karena lelah bercerita.
"Iya, lain kali ajak dia ke sini ya," titah bunda yang tak terbantahkan.
"Iya bunda," patuh Adelia.
"Ya sudah, Adel mau tidur dahulu ya, besok udah mulai sekolah lagi," pamit Adelia.
"Iya,"jawab mereka.
Mereka semua pun tidur karena hari sudah malam.
ADELIA OFF.
"Hoaammmmm, sudah pagi uhkhh." Ucap Erlena sambil meregangkan otot nya dan mengucek ngucek mata nya.
"Ahh mending siap - siap aja deh daripada telat lagi barabe, apa lagi ada mami sama papi huft." Ucap Erlena sambil bergegas untuk mandi kemudian memakai pakaian sekolah.
__ADS_1
Erlena sarapan bersama orang tua nya selesai mereka sarapan... papi berangkat kerja, mami membersih kan rumah, dan aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil baru ku.
ANGGAP SAJA MOBIL NYA SEPERTI INI...
BRUM BRUM BRUM..........
All:
"*WAHHHH."
Suasana pun menjadi riuh.
"Siapa tuh?" tanya cowok pertama.
"Nggak tahu, juga gue," jawab cowok kedua."
"Mudahan cogan," ucap cewek pertama.
"Cogan Mulu yang ada di pikiran elu," sungut cowok ketiga.
"Biarin saja kali, wlekkk😝," balas cewek pertama.
"Udah woy! Kita lihat saja terlebih dahulu!" tandas Cowok pertama.
"Iya-iya galak amat sih jadi cowok," decit cewe kedua dengan tatapan menggemaskan.
"Nggak usah kayak gitu tuh muka!" geram cowok kedua dengan nada gemas.
"Emang mengapa?" timpal cewek kedua dengan tatapan intimidasi.
"Gemesin uhh," ucap cowok kedua sambil mencium pipi cewek kedua.
"Ihhh! Jangan cium-cium di depan umum ihh," ucap cewek kedua malu-malu karena dilihat semua orang.
"Iya-iya sayang," lirih cowok pertama.
BLUS.
Oke jadi cowok kedua dan cewek kedua itu pacaran ya udah 1 tahun.
SKIP.
Erlena pun sampai di sekolahnya, kemudian keluar dari mobilnya dengan elegan. Kemudian menutup pintunya dengan kunci mobil.
Erlena mengedarkan tatapannya ke semua orang bingung, ternyata dari tadi dia di perhatikan.
"Wahhh ternyata Erlena oyyy," ucap cowok kelima antusias.
"Cewek gua itu," ucap cowok ke enam.
__ADS_1
"Ngarep lu, muka pas-pasan mau pacarin Lena yang notabenenya orang kaya mimpi sana," ejek cewe ketiga.
"Ha-ha-ha," tawa semua orang*.