Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 105


__ADS_3

"Gila coy! Tiap hari jadi artis gue ha-ha-ha." Zaky tertawa di akhir ucapannya


"Ho'oh benar sekali apa yang dikatakan oleh Zaky." Zayn menganggukkan kepala tanda setuju.


"Kita duduk di mana ini?" tanya Zayn.


"Disana saja," Jawab Zaky sambil menunjukkan tempat duduk yang ingin mereka tempati.


Melvino dan raja hanya diam tanpa memperdulikan teriakan mahasiswi yang berada dikantin. Menurut mereka itu sangat membosankan.


......................


"Ehh, kalian tahu tidak apa yang membuat mereka sangat berisik sekali?" Tanya Erlena penasaran mengapa saat pintu masuk kantin yang berada disebelah kiri itu sangat berisik. Membuat Erlena merasa terganggu atas teriak kan mahasiswi.


"Ohh yang itu toh..." Belum sempat Zanna menjawab pertanyaan dari Erlena sudah di putus karena Devina datang membawa nampan yang berisi makanan mereka semua.


"Makanan kalian sudah sampai." Seru Devina dengan senyum an cerah nya.


"Nanti saja di lanjut kan, sebaik nya kita sekarang makan terlebih dahulu." Ucap Erlena sambil menyantap makanan yang sudah di pesan nya, diikuti yang lain nya.


SKIP.


"Mana ya Mahasiswi baru nya?" Tanya Zayn penasaran.


"Itu loh dia duduk bareng pacar kita." Jawab Zaky sambil menunjuk kan ke arah tempat mahasiswi baru yang sempat membuat nya penasaran.


Zayn pun mengikuti arah yang ditunjuk kan oleh Zaky, alangkah terkejut nya diri nya saat melihat siapa mahasiswi baru nya. Raja pun sama alangkah terkejut nya saat melihat mahasiswi baru tersebut.


"Ehh, ini gue nggak salah lihat kan ja?" Tanya Zayn terbengong sambil melihat mahasiswi baru.


"Nggak Cok! Kok dia bisa disini?" Tanya Raja yang entah kepada siapa.


"Apa sih kalian itu? berisik tahu nggak!" Seru Melvino merasa kesal atas sikap para sahabat nya.

__ADS_1


"Anjrit!" Latah Raja.


"Vin! Coba lu lihat kesana!" Ucap Zayn sambil menepuk - nepuk bahu nya Melvino.


"Apa sih? Ganggu! Nggak mau gue!" Tolak Melvino kasar.


"Lihat dahulu deh! Daripada lu menyesal untuk ke dua kali nya!" Sungut Zayn merasa kesal dengan Melvino.


"Hah!" Hela napas kasar nya Melvino lalu mengikuti arah pandangan nya ke mahasiswi baru tepat kearah meja kantin yang berada ditengah - tengah kantin bersama pacar sahabat nya yang baru selesai makan.


Deg


"Itu dia." Gumam Melvino dengan raut wajah yang menyesal. Gumam an Melvino masih bisa didengar oleh ke tiga sahabat nya.


Zaky, Zayn, dan Raja masih melihat mahasiswi baru tersebut sesekali melihat wajah cantik nya pacar mereka.


SKIP.


"Jadi tadi itu kenapa?" Tanya Erlena yang masih penasaran.


"Hm, dia adalah Melvino dkk." Jawab Zanna dengan malas.


Deg.


"Dia?" Gumam Erlena yang masih bisa didengar oleh ke tiga sahabat nya itu.


"Lu kan bertahun - tahun sudah di Jerman, pasti sudah lupa kan dia kan." Ucap Amanda santai.


"Jangan sampai lu kayak dahulu lagi! Gue nggak akan biar kan itu terjadi!" Tekad Devin dengan tegas.


"Iya." Balas Erlena dengan lesu.


"Sudah lah, lu nggak usah ingat - ingat dia lagi!" Tukas Devina.

__ADS_1


"Iya heh." Ucap Erlena dengan malas.


Ketika Erlena bangkit dari tempat duduk nya alangkah terkejut nya diri nya. Tubuh Erlena merasa kaku. Saat merasa kan ada sepasang lengan kekar yang melilit di pinggang ramping nya ke samping dan mendapat kan 'Dia.'


'Dia' adalah orang yang ingin sekali dia hindari, kini tepat berada disamping nya sambil memeluk pinggang nya.


"I love you, I really - really miss you." Ucap pria tersebut dengan lembut sambil menaruh dagu nya diatas bahu nya Erlena. Tubuh Erlena menegang seketika karena mendengar ucapan pria yang ada dibelakang nya.


Hati nya merasa kan damai sekali ketika mendengar kata - kata yang menurut nya sangat manis dan lembut. Dia rindu dengan pria yang ada dibelakang nya itu.


Para penghuni kantin merasa terkejut saat mendengar ucapan yang sangat lembut, yang dikeluar kan oleh laki - laki yang tampan itu.


Mereka sangat tahu bahwa lelaki yang memeluk mahasiswi baru tersebut tidak pernah berdekatan dengan seorang perempuan.


Apalagi laki - laki tersebut tidak pernah berdekatan seintim itu dengan perempuan manapun. Kecuali bunda dan adik nya.


Ya, adik nya yang bernama Adelia adik kelas mereka.


Tidak hanya pada penghuni kantin saja. Sahabat laki - laki yang memeluk mahasiswi baru dan sahabat perempuan tersebut sama terkejut nya dengan atas tingkah laku laki - laki tersebut. Kecuali dua orang diantara mereka.


Siapa kah laki - laki yang berani memeluk pinggang ramping nya Erlena? Ya, dia adalah Melvino King Apta. Sosok laki - laki yang ingin dia hindari selama ini untuk melupakan laki - laki tersebut.


Sadar bahwa Erlena masih dipeluk oleh laki - laki tersebut. Erlena pun menjauh kan diri nya dari Melvino agar jauh dari dia dan tidak seintim itu. Kemudian Erlena meneriaki didepan wajah nya Melvino, karena dengan lancang nya dia memeluk diri nya.


"Lo apa - apa an ba***at!" Teriak Erlena didepan wajah Melvino. Teriak an yang dilakukan oleh Erlena membuat seisi penghuni kantin merasa terkejut, karena tidak ada seorang perempuan pun yang berani membentak sosok Melvino yang teramat sangat kejam.


"Sayang, kamu....?" Tanya Melvino bingung atas teriak an Erlena yang diberi kan untuk nya.


Plak.


Belum sempat Melvino ingin melanjutkan pertanyaan nya. Terlebih dahulu diri nya ditampar oleh gadis yang sangat dia cintai dan sangat dia sayangi dari dahulu.


Lagi dan lagi tingkah laku nya Erlena terhadap Melvino membuat seisi kantin dibuat melongo atas keberanian yang dilakukan oleh Erlena terhadap Melvino yang di takuti oleh semua orang.

__ADS_1


__ADS_2