Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 36


__ADS_3

"Mengapa lu akhir-akhir ini kayak menjauh dari gue atau ini hanya perasaan-Nya gue?" sarkas Melvino sambil menatap tajam ke arah Erlena.


"Nggak apa-apa sih. Aku sadar kalau aku selama ini terlalu berlebihan untuk mengejar mendapatkan cintamu yang akan membuat dirimu menjadi ilfil denganku. oleh sebab itu, aku sekarang mengejar Elvin ya sepantas-pantas-Nya saja he-he-he. Aku tahu kok selama ini kamu risih dengan keberadaan dan tingkah laku yang tak pantas menurutmu," jawab Erlena yang menatap sendu kearah kedua bola mata-Nya Melvino.


Melvino yang mendengar jawaban jujur dari Erlena, entah mengapa dia sedikit tidak suka dengan jawaban Erlena dengan tatapan sendu ke arah-Nya.


"Eumm baguslah!" sahut Melvino singkat.


"Tetapi hati gue berkata jika lu jangan sampai menyerah ataupun berpaling dari gue. Gue nggak mau hal itu akan terjadi," ucap Melvino di dalam hati-Nya sambil menatap dalam ke arah Erlena.


"Aku masuk ke kamar terlebih dahulu ya Vin, semoga besok kita masih bertemu papay?" pamit Erlena sambil menuju ke arah kamar-Nya.


"Hm," deham Melvino.


Erlena yang hendak memasuki kamar-Nya entah mengapa tiba-tiba dia merasa sedikit ketakutan, dia juga bingung apa yang terjadi. Mengapa pikiran dan hati-Nya terasa kalut, ketika hendak membuka pintu kamar-Nya.


Erlena berdoa terlebih dahulu sebelum memasuki kamar-Nya, dia membuka pintu-Nya secara perlahan. Seumur hidup-Nya diri-Nya tidak pernah membaca doa sebelum memasuki kamar-Nya.


Ceklek.


GELAP


Satu kata yang ingin Erlena ucapkan yaitu gelap gulita, Erlena sebenar-Nya ketakutan tetapi dia akan berusaha melawan penyakit takut-Nya itu. Dia pasti bisa dia yakin akan hal itu.


Perlahan-lahan tetapi pasti Erlena berjalan dengan tubuh yang menggetar lalu sampai.


Erlena menyalakan lampu-Nya dan semua ruangan pun menjadi terang.


Erlena pun mengedarkan pandangan-Nya ke arah lain sambil memutar-mutarkan seluruh tubuh-Nya agar dia tahu bahwa itu hanya perasaan-Nya saja bukan yang nyata seperti hal yang di bayangkan oleh-Nya.


"Lord, Huft," terdengar helaan napas lega-Nya Erlena.


"Nggak ada apa-apa kok.Tetapi mengapa hati gue masih resah? Aneh banget sih!" ucap Erlena sambil bertanya kedalam hati-Nya sendiri.


TIBA-TIBA.

__ADS_1


Suara percikan air menyala di dalam kamar mandi, sangat terdengar jelas di dalam gendang telinga Erlena. Sontak Erlena memalingkan wajah-Nya ke belakang dan berlari menuju ke arah kamar mandi dengan sangat cepat.


Saat ingin membuka pintu kamar mandi tersebut, Erlena tidak bisa membuka pintu-Nya.


KREK


KREK


KREK


"Loh kok nggak bisa di buka sih?" tanya Erlena di dalam hati.


KREK


KREK


KREK


"Loh, kok tetap nggak bisa sih aneh banget. Padahal ini kamar gue sewa paling mewah dan kualitas-Nya terbaik. Sejak tadi pagi nggak kayak gini kok? Masih bisa di buka. Mengapa sekarang nggak bisa di buka ya?" ucap Erlena berperang dengan hati dan pikiran-Nya.


"Coba gue dobrak saja kali ya, siapa tahu bisa kan?" ucap Erlena dengan penuh keyakinan.


"Lah nggak bisa juga? Waduh! Apa gue minta tolong sama orang ya? Tetapi juga nggak enak minta tolong ke orang lain malam-malam begini, yang ada bikin mereka repot?" tanya Erlena yang menerka-nerka di dalam hati-Nya.


Ketika Erlena hendak keluar dari kamar tetapi Erlena tidak bisa membuka pintu-Nya. Bisa di katakan bahwa dia terkunci di dalam kamar sendirian.


"What! Mengapa gue bisa terkunci di sini! Sial!" umpat Erlena sambil memukul dinding hingga tangan-Nya berdarah.


"Hi-hi-hi, gadis nan cantik ini rupanya di sini?Hi-hi-hi," ucap seseorang yang memakai jubah hitam dan bersembunyi di gorden.



"Siapa di sana?" tanya Erlena dengan tubuh yang menggetar hebat.


"Lu jangan macam-macam ya sama gue, gue orang-Nya nggak pernah main-main loh ya," ancam Erlena dengan keringat dingin-Nya mengalir.

__ADS_1


"Hi-hi-hi kemarilah," jawab seseorang yang memakai jubah hitam.


"Kesini saja sayang! kemarilah!" ajak seseorang yang memakai jubah putih sudah keluar dari kamar mandi.



"Nggak! Nggak! Gue nggak mau, lu siapa hah! Jangan macam-macam sama gue!" ancam Erlena dengan air mata yang berlinang.


"Hai, kamu pasti Erlena ha-ha-ha," tebak seseorang yang berjubah putih dengan suara yang di samarkan.


"Iya loh dia itu Erlena!" balas seseorang yang berjubah hitam dengan suara yang di samarkan.


"Sayang! kamu tahu? Bahwa kedua orang tuamu ada di genggaman tanganku ha-ha-ha," ucap seseorang yang berjubah putih dengan suara beratnya.


"Siapa lu! Jangan pernah lu membawa kedua orang tua gue! Kalau lu punya masalah sama gue, nggak usah lu bawa-bawa orang tua gue! Ngerti nggak sih lu!" bentak Erlena lalu mengelap tangisan nya dan menguatkan hatinya.


"Ha-ha-ha sayang! Sayang! Kau tahu! Bahwa orang tuamu itu sudah mati di gantungan pohon," ucap seseorang yang berjubah putih dengan suara beratnya.


"Nggak mungkin! Lu bercandakan! Gue nggak percaya?" bentak Erlena dan di akhiri pertanyaannya.


"Loh! Kamu nggak percaya sama aku yang? Aku serius! Akanku pastikan kamu akan menikah dengan diri ku saja dan kau selamanya untukku!" bentak balik seseorang yang berjubah hitam dengan suara yang di samarkan.


Luruh sudah Erlena tidak bisa menahan bendungan air matanya, semakin kencang tangisan Erlena ketika mendengar kabar bahwa orang tuanya meninggal dan dia akan menikah secara paksa tanpa mengenal orang yang ada di hadapannya.


"Mami papi, hiks... Hiks."t angis Erlena sambil meraung-raung memanggil kedua orang tuanya.


4menit kemudian....


"Ha-ha-ha! Hehh gue bercanda!" ucap seseorang yang berjubah hitam telah membuka topeng dan jubahnya itu.


"Ha-ha-ha kasihan sekali kau nak," ucap seseorang yang berjubah putih di ikuti membuka topengnya dan jubahnya.


"ELU!" pungkas Erlena sambil menunjuk seseorang dengan jari telunjuknya.


__ADS_1



__ADS_2