
......................
"Len," panggil mami Erlena.
"Hm," deham Erlena sambil menaikkan sebelah alis-Nya.
"Kamu ada rencana nggak mau balik lagi ke Indonesia gitu? Ini sudah dua tahun loh kamu di sana, lama banget afuh?" tanya mami Erlena lembut.
"Malas mamiku yang cantik jelita, soal-Nya Lena sudah nyaman di negara sini. Kayak enak saja ternyata di negara yang pernah Lena impikan" jawab Erlena berbohong sambil memejamkan kedua mata-Nya.
"Masak kamu nyaman di negara orang mending di sini deh balik ke Indonesia saja lebih enak dan nyaman juga kok," balas mami Erlena sambil mengusap-usap kedua tangan-Nya.
"Loh, sudah Lena bilang kalau Lena sudah nyaman di negara sini, Lena pun sudah banyak memiliki teman yang baik mi. Coba percaya aja deh sama Lena," ucap Erlena lagi-lagi berbohong.
"Jangan bohong Len, mami juga tahu kalau kamu berbohong sama mami. Mami nggak suka di bohongin tahu nggak, mami tahu kamu juga nggak betah kan tinggal di sana apa lagi itu di negara orang," pungkas mami Erlena sambil menatap tajam ke arah anak-Nya.
"Kan lagian di sana kamu di jaga sama anak buah dan Kevin kan, jadi buat apa lagi kamu tinggal di sana?" tanya mami Erlena dengan menuntut.
"Iya sih, cuman malas saja gitu kalau kesana. Lena takut mami," jawab Erlena khawatir jika dia di sana akan bertemu dengan Melvino.
Bagaimana bisa mami Erlena sudah mengetahui jika Erlena adalah ketua 'BLACK WHITE TIGER'?
FLASHBACK ON
Disebuah apartemen Erlena sedang duduk di ruangan santai-Nya, Erlena sedang berbicara bersama Kevin.
"Apa kabar-Nya Len?" tanya Kevin sambil menyesap teh hangat-Nya.
"Baik dong, kalau lu bagaimana kabar-Nya sudah lama banget kita tidak bertemu lagi?" tanya Erlena sambil melihat suasana yang indah di jendela.
"Baik juga kok. Eh lu sudah lupakan Melvin atau belum nih cerita-Nya?" tanya Kevin sambil menatap dalam ke arah Erlena.
__ADS_1
"Sudah sih, cuman dua puluh lima persen-Nya gue masih rindu dengan sifat dingin-Nya saja kok," jawab Erlena santai sambil tersenyum tipis.
"Itu mah nama-Nya belum melupakan dia sepenuh-Nya, masak sudah satu setengah tahun belum melupakan dia sepenuh-Nya," pungkas Kevin sambil tersenyum sinis.
"Iya, susah ****** melupakan dia. Gue berjuang mendapatkan hati-Nya dia saja butuh empat tahun lama-Nya. Tetapi apa? Gue nggak dapat hasil apa pun yang ada makan hati mulu tiap hari kalau bertemu dengan dia ha-ha-ha," keluh Erlena yang di akhiri tawa-Nya.
"Sabar Len, lu pasti akan mendapatkan seseorang yang beruntung memiliki lu dan lu akan bahagia jika bersama-Nya. Gue yakin si Melvin menyesal apa yang telah dia lakukan sama lu," ucap Kevin memberi semangat kepada Queen-Nya.
"Menyesal? Nggak mungkin lah! Bisa saja dia sudah sama cewek lain secara dia sudah nggak cinta lagi sama gue," ucap Erlena tak percaya.
"Sudah lah, ngapain juga kita bahas dia. Kita tuh lagi bahas markas kita ogeb!" Sambung Erlena sambil menekankan kata 'ogeb'.
"Huh, gue nggak bego juga kali," sungut Kevin.
"Nah, berarti tetap bego dong," sahut Erlena sambil mengangkat sebelah alis-Nya.
"Loh? Mana bisa begitu," ucap Kevin mengerutkan dahi-Nya.
"Orang tua lu masih belum mengetahui jika lu adalah ketua 'BLACK WHITE TIGER'?" tanya Kevin serius.
"Belum, gue nggak berani ngomong dahulu, nanti saja tunggu waktu yang tepat," jawab Erlena serius.
"Mending lu tuh jujur deh, mulai sekarang. Takut-Nya orang tua lu tahu dari orang lain dan itu membuat orang tua lu terkejut dan akan merasakan kecewa yang teramat besar sama lu. Emang-Nya lu mau kayak gitu?" ucap Kevin memberi saran.
"Ya, nggak gitu juga sih huh, tau ah," balas Erlena malas.
Erlena dan Kevin tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka. Mereka terlalu terbawa suasana yang sangat serius, sehingga tidak menyadari bahwa ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Masalah itu menurut gue nanti saja, gue mau fokus sama Rangga dahulu," balas Erlena santai.
"Loh? Apa hubungan-Nya Rangga sama orang tua lu?" Tanya Kevin heran.
__ADS_1
"Gini loh, mami sama papi gue kan belum tahu kalau gue punya anak angkat. Gue takut mereka nggak menerima Rangga. Sedangkan mami dan papi gue itu gampang kalau mau kasih tahu yang sebenarnya," jawab Erlena detail.
"Gue cuman belum siap menerima semua itu sangat sulit bagi gue," sambung Erlena menatap sendu ke arah Rangga yang sedang minum susu dengan baby sitter.
"Itu sih terserah lu. Gue selalu mendukung keputusan elu," final Kevin.
"Hm," deham Erlena.
Seseorang yang dibelakang pintu pun langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Jadi kamu menyembunyikan ini semua dari mami dan papi?" tanya mami Erlena sedikit kecewa.
Erlena dan Kevin langsung menoleh ke arah belakang. Mereka berdua sama-sama terkejut melihat kedatangan orang tua Erlena.
Erlena langsung mendekati mami dan papi-Nya.
"Maafin Lena, papi mami. Lena cuman belum siap untuk mengungkapkan-Nya," ucap Erlena lirih.
"Jadi kamu punya anak angkat?" tanya papi Erlena tak percaya.
"Iya Pi," jawab Erlena lirih.
"Bagus lah. Kalau kamu menolong anak itu berarti kamu mempunyai hati nurani yang sangat besar," ucap mami Erlena sambil tersenyum.
Erlena, Kevin, dan baby sitter melihat senyuman Mami Erlena menjadi bingung.
"Emang-Nya mengapa mi? Lena nggak paham. Maksud-Nya menolong anak itu apa?" tanya Erlena sambil menaikkan sebelah alis-Nya.
"Mami sama papi sudah mengetahui kejadian itu, mami sama papi cuman ingin kamu jujur kepada kami," ucap papi sambil tersenyum tipis.
"Oh, maafkan Lena yang nggak jujur sebelum-Nya," Ucap Erlena.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa. Kami mengerti kok," ucap papi dan mami bersamaan.