Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 66


__ADS_3

SKIP.


"Lu ngapain juga pacaran di tempat umum?Apa lagi lu buat emosi gue, lu pada nggak malu apa di lihat semua orang yang tadi ada di sana hah?" bentak Erlena sambil menatap tajam ke arah Devina dan Zaky.


"Maaf Len, kami kira tadi lampu-Nya masih warna merah," ucap Devina sambil meremas jaket-Nya dan menundukkan kepala-Nya karena takut melihat wajah-Nya si Erlena yang sedang marah.


"Iya. Len sorry kami nggak sengaja dan nggak tahu bakalan terjadi seperti ini," ucap Zaky merasa bersalah apa yang telah dia lakukan bersama Devina.


"Ya, iyalah kalian nggak tahu kejadian ini bakalan terjadi kalau kalian nggak enak-enak pacaran. Kalau mau pacaran tahu tempatlah seengak-Nya, jangan kayak tadi nggak punya urat malu emang-Nya kalian itu hah?" tanya Erlena marah sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.


"Sudah Len, nggak usah marah lagi. Buruan Kita masih ada urusan," ucap Kevin mengingatkan.


"Huft...Kali ini kalian selamat. Karena gue ada urusan, Ingat! Lain kali jangan di ulangin kembali, itu dapat merugikan orang lain!" Peringat Erlena setelah menghembuskan napas kasarnya.


"Iya Len, terima kasih," patuh Devina dan Zaky.


"Hm, ya sudah gue pergi dahulu," pamit Erlena sambil memasuki mobil nya.


"Saya juga pamit dahulu," pamit Kevin sambil mengklakson mobilnya lalu pergi dari kawasan tersebut.


"Kamu tahu dia siapa?" tanya Devina.


"Entahlah, kok kamu tanya aku? Seharusnya aku yang tanya kamu," jawab Zaky.


"Tetapi yang aku tanyakan. Kamu kenal nggak sama yang cowok di sebelahnya si Erlena? Aku merasa familiar sama tuh cowok?" tanya Devina sambil mengetuk dagunya.


"Eum, iya sih....." jawab Zaky sambil mengingat siapa cowok yang di sebelah Erlena.

__ADS_1


"What!" Teriak Zaky merasa kaget.


"Zaky goblok!" Latah Devina merasa kaget saat mendengar teriakan Zaky.


"Itu wakil ketua 'BLACK WHITE TIGER'," ucap Zaky setelah mengingat sosok wakil ketua 'BLACK WHITE TIGER'.


"Nah kan, bisa-bisanya si Lena dekat sama orang yang menurutku sedikit berbahaya," ucap Devina khawatir dengan sahabatnya.


"Semoga saja, Lena baik-baik saja. Jangan mikir negatif teruslah," ucap Zaky menenangkan hati pujaan hatinya.


"Iya aamiin," sahut Devina yang mulai tenang.


......................


"Nah ini, gubuknya," ucap Kevin memberi tahu kepada Erlena.


"Yuk masuk, jangan melamun di sini. Nggak baik," peringat Kevin sambil berjalan meninggalkan Erlena.


"Iya.." ucap Erlena tersadar dari lamunannya.


"Assalamualaikum nenek, permisi," ucap Erlena sambil menundukkan kepalanya agar tidak terkena kayu di atas kepalanya.


"Wa'alaikum salam cu," sahut nenek sambil berjalan kearah tempat Erlena.


"Duduk dahulu cu, mohon maaf atas ketidak nyamanan-Nya," ucap nenek merasa bersalah kepada kami semua saat kita duduk di lantai tanah.


"Iya nggak apa-apa nek. Oh iya nek, nenek kenal sama penculik Rangga?" tanya Erlena tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Kenal cu," jawab nenek khawatir dengan cucunya.


"Namanya?" tanya Erlena penasaran.


"Bimo," jawab nenek.


"Ha? Nama lengkapnya nek?" tanya Erlena sekali lagi.


"Bimo Alvaro Laskar," jawab nenek.


"Sialan tuh anak! Perasaan tuh anak nggak kayak gitu. Jadi selama ini gue dekat dengan seorang penculik? Sial, sial, sial!" Umpat Erlena di dalam hatinya.


"Saya akan berusaha untuk mencari keberadaan Rangga ya nek," ucap Erlena lembut sambil mengelus punggung nenek yang sudah berumur sekitar tujuh puluhan.


"Terima kasih banyak cu, sudah berkenan untuk menolong nenek," ucap nenek terharu dengan kebaikan Erlena.


"Iya," jawab Erlena singkat.


Mereka pun berbincang-bincang sambil berdiskusi bagaimana caranya agar bisa menemukan si penculik tersebut. Setelah itu anggota Erlena pamit untuk pergi dari kawasan gubuknya nenek. Untuk menjalankan rencana-Nya.


......................


"Gue telepon si Bimo, nanti gue pura-pura ajak ketemuan di belakang taman yang tersembunyi oke?" ucap Erlena sambil mengambil ponselnya di dalam saku celananya.


"Oke, nona," jawab mereka serentak sambil tersenyum miring, membayangkan bagaimana cara menyikapi si penculik handal itu.


"Kita kesana terlebih dahulu, nanti kalian jangan berisik agar dia tidak mencurigai kita oke!?" Titah Erlena sambil menatap tajam ke arah anggotanya.

__ADS_1


"Baik, nona," jawab mereka semua serentak.


__ADS_2