Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 94


__ADS_3

FLASHBACK OFF.


"Ngapain juga kamu takut sama dia? Lagian kamu lebih kuat daripada dia, dia juga nggak punya kemampuan apa pun di bandingkan kamu," balas mami Erlena tak suka dengan Melvino, karena Melvino anak-Nya jadi penakut dan tidak mau kembali lagi ke rumah-Nya.


"Bukan itu mami. Tetapi takut perasaan Erlena tumbuh lagi saat kami bertemu dan itu yang akan menyebabkan Lena akan jatuh cinta lagi sama saja Lena masuk ke jurang yang sama," ucap Erlena sambil menghela napas kasar-Nya.


"Halah, jual mahal dong. Inti-Nya mami nggak suka kalau kamu masih ngejar-ngejar dia. Dia itu nggak tahu untung dan tidak memiliki rasa syukur. Masak anak mami yang cantik dan baik hati di sia-siakan. Mau dia apa sih? Atau jangan-jangan dia mau-Nya sama jablay? Atau dia menyukai sesama jenis? Hih," oceh mami Erlena ngegas seperti burung beo.


"Santai mi, nggak usah ngegas juga kali ha-ha-ha ngakak Lena dengan ocehan mami yang tidak masuk akal. Mana mungkin juga si Melvin gay atau suka sama jablay," ucap Erlena sambil terkekeh kecil.


"Ya kan, siapa tahu memang benar bagaimana hayu?" goda mami Erlena.


"Ya, kalau memang benar ya sudah. Lena nggak peduli," balas Erlena malas.


"Jadi kapan kamu mau ke Indonesia?" Tmtanya mami Erlena antusias.


"Mami kok senang banget kalau Lena mau ke Indonesia? Emang di sana ada apa? Ada yang spesial kah?" tanya Erlena sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Cuman rindu saja sih, masak orang tua yang melahirkan anak-Nya nggak boleh rindu dan mengharapkan anak-Nya untuk balik lagi ke Indonesia," jawab mami Erlena santai.


"Ya sudah, minggu depan kita pulang ke Indonesia." Final Erlena sambil menghela napas panjang nya.


"Oke deh, siap bosku laksanakan," patuh mami Erlena sambil hormat.

__ADS_1


Mereka berdua pun tertawa bersama.


"Ada apa nih? Kok pada ketawa?" tanya papi Erlena bingung.


"Minggu depan kita pulang ke Indonesia yey. Akhir-Nya anak kita nurut sama orang tua-Nya yang orang tua-Nya juga rindu di Indonesia," ucap mami Erlena kegirangan.


"Masak selama ini Lena nggak pernah nurut sama orang tua sih? Kan selama ini Lena nurut sama orang tua? Apa yang kalian perintahkan pasti Lena bakalan lakukan-Nya cepat dengan hati yang tulus?" tanya Erlena tak percaya dengan ucapan sangat mami-Nya.


"Ya, sebenar-Nya kamu selalu nurut sama orang tua cuman kamu nggak nurut sama orang tua satu kali ini saja huh. Masa gitu saja nggak paham sih," jawab mami Erlena sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


"Owh, terus pekerjaan desainmu bagaimana? Apa kah kamu berhenti?" tanya papi Erlena sambil duduk di tepi ranjang anak-Nya.


"Lena kuliah di sana saja pi, Lena juga nggak bakalan berhenti untuk bekerja mencari uang. Jadi Lena tetap melanjutkan pekerjaan desain-Nya," jawab Erlena santai.


"Loh kok? Kan kamu sudah tamat kuliah? Jadi ngapain kuliah lagi?" tanya mami Erlena bingung terhadap anak-Nya.


"Kuliah kok di pakai main-main sih Len, mending kamu fokus sama pekerjaan desainmu saja, dari pada bikin diri kamu sendiri menjadi repot," ucap papi Erlena memberi saran.


"Lena akan melaksanakan dua-dua-Nya." balas Erlena singkat.


"Oke," sahut mami dan papi Erlena pasrah.


......................

__ADS_1


Di sisi lain Melvino dan sahabat-Nya dan sahabat Erlena sedang kuliah ditempat UI (Universitas Indonesia).


"Hanya ini kenangan yang kau berikan untukku," ucap Melvino di dalam hati sambil menatap sendu ke arah jam tangan yang diberikan oleh Erlena saat diri-Nya ulang tahun.


"Akan ku jaga sepenuh hatiku. Walaupun banyak cewek yang lebih cantik darimu.Aku tidak akan pernah tergoda. Karena apa? Karena sepenuh hatiku sudah di ambil olehmu dan hatiku hanya milikmu saja. Akan kupastikan itu," ucap Melvino sambil menelungkupkan kepala-Nya di meja dengan lipatan tangan-Nya.


"Melvin! Sendiri mulu Lo ah!" Teriak suara cempreng milik cowok tengil itu benar-benar menganggu Melvino, yang membuat-Nya berdecak kesal.


"Zaky! Lu teriak lagi gue jadiin nasi bakar lu!" Seru Melvino galak dengan mata elang-Nya.


Zaky mengerucutkan bibir-Nya dengan mengedipkan mata-Nya berulang kali. Yang menurut teman-teman-Nya itu benar-benar sangat menggelikan.


"Gue kan manusia? Bukan nasi bakar, mana bisa gue jadi nasi bakar?" tanya Zaky polos.


Pletak.


Tiba-tiba ada sebuah jitakan yang mendarat di kepala Zaky yang membuat-Nya meringis sambil membentak sang penjitak.


"Sakit kambing!" Bentak Zaky sambil mengelus-elus kepala-Nya.


"Maka-Nya jangan sok polos. Mulut lu tuh bacot banget sih, nggak tahan gue untuk menjitak pala lu," balas Raja santai.


"Loh lagian si Melvin tadi, kata-Nya gue mau di jadikan nasi bakarkan," Zaky kembali berucap membuat Raja dengan cepat memotong ucapan Zaky.

__ADS_1


"Itu sih lu yang bodoh, tolol. Melvin tadi sudah emosi sama tingkah laku lu. Coba lu pikir pakai otak lu! Jangan dengkul lu! Masa iya lu mau di jadikan nasi bakar. Ya Lord! Sahabat gue goblok-Nya minta ampun!" Umpat Raja kesal.


Zaky yang mendengarkan umpatan Raja langsung melototkan kedua bola mata-Nya dan hendak membalas umpatan di Raja.


__ADS_2