Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 17


__ADS_3

"Yang gue mau? Adalah lu pindah ke sekolah gue saja. Nggak ada yang lain kok," jawab Erlena sambil tersenyum tipis.


"Hah? For what?" tanya Bimo bingung.


"Setelah lu pindah ke sekolah gue, gue mau lu jadi asisten gue bagaimana, menarik bukan?" sahyt, Erlena sambil menjentikkan jari-jari-Nya.


"Oke. Gue mau, nama sekolah lu apa emang-Nua?" tanya Bimo pasrah dia Merutuki diri-Nya sendiri, dia yang membuat taruhan. Namun, dia juga yang kalah, sial banget hidup-Nya ini.


"SMA Gumilang, lu pasti tahu bukan," jawab Erlena sambil tersenyum miring melihat ke arah Bimo.


"Wah! Lumayan tuh, banyak cecan njir. Gue setuju banget inti-Nya! Nggak terlalu sia-sia juga sih gue kenal elu," seru Bimo dengan mata yang berbinar.


"Dih, gue kasih tahu ya kalau orang-orang tuh yang kenal sama gue selalu beruntung. Mereka tidak pernah mengatakan bahwa semenjak mengenal gue mereka tidak merasa sia-sia," ucap Erlena sambil berdecih.


"Dih, kepedean lu tuh. Langsung kepala besar," sindir Bimo sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


"Ya jelas lah, kalau nggak pede berarti bukan Erlena nama-Nya," balas Erlena sambil mengibaskan rambut-Nya di depan wajah-Nya si Bimo.


"We, anjir. Rambut lu tuh nah bikin repotin wajah gue," ucap Bimo sambil mengucek-ngucek mata-Nya.


"Lah, terus? Gue harus peduli gitu sama lu!? Jangan berharap deh, gue akan selalu jahat sama lu dan nggak akan baik ketika bersama lu," balas Erlena sambil mengedipkan mata sebelah-Nya.


"Lu nggak perlu peduli sama gue, gue juga nggak mau di pedulikan sama nenek lampir," pungkas Bimo sambil menatap sinis ke arah Erlena.


"Wah, minta di tabok nih Len," riuh Sean, Devan dan Alex.


"Lu tuh ya bikin emosi saja, gue kan cuman lagi becanda doang kampret. Nggak usah di bawa hati deh! Dasar baperan!" Marah Erlena sambil mengacak pinggang-Nya.


"Loh, gue nggak baperan loh. Gue juga lagi becanda doang. Lu kali dasar baperan!" Sahut Bimo sambil tersenyum miring.


"Tahu ah, gue ngalah sama anak babi," ucap Erlena sambil menghela napas kasar-Nya.


"Lu bilangin gue babi hah? Mulut lu tuh di jaga jadi cewek," balas Bimo sambil menatap tajam ke arah Erlena.


"Sean," panggil Erlena tanpa menghiraukan ucapan dari Bimo.


"Apa, Len?" tanya Sean menahan tawa-Nya di dalam hati karena wajah-Nya si Bimo memerah karena ucapan-Nya tak di balas oleh si Erlena.


"Gue tadi ada bilang anak babi kepada Bimo kah?" tanya Erlena polos.


"Nggak Len, ha-ha-ha," jawab Sean yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Habis sih cecan mulu yang ada di pikiran elu!" sungut Devan dengan tatapan menusuk.


"Biarin, suka-suka gue lah!" balas Bimo singkat.


"Yes! Semoga dapat cecan aamiin. Gue nggak sabar menunggu hari besok ha-ha-ha," ucap Bimo kegirangan dalam hati.


"Mau gue yang daftarin atau lu sendiri?" tawar Erlena sambil menaikkan sebelah alisnm-Nya.


"Lu saja deh len, nggak ngerepotin elu kan?" ucap Bimo.

__ADS_1


"Nggak lah, apa sih yang nggak buat asisten gue," goda Erlena sambil terkekeh kecil.


Bimo hanya mengendikkan bahunya dan memutarkan kedua bola matanya.


"Ehh kita kan belum kenalan, nama kalian semua siapa?" tanya Bimo.


"Nama gue Sean, sahabat Lena," jawab Sean.


"Nama gue Alex, sahabat Lena," jawab Alex.


"Nama gue Devan, kesayangannya lena," jawab Devan sambil tersenyum tipis.


"Oh, oke, nama gue Bimo," ucap Bimo.


"Sudah tahu kali!" ucap mereka berempat serentaknya.


"Ha-ha-ha," tawa mereka semua.


"Sudah-sudah, gue balik dahulu ya," pamit Erlena.


"Iya, hati-hati Len," peringat mereka serentak.


Erlena mengendarai motornya menuju ke arah cafe miliknya.


"kak Siska," panggil Erlena sambil melambaikan tangannya.


"Iya len, ada apa?" tanya Siska sambil menghampiri ke tempat duduk Erlena.


"Tolong ambilkan berkas-berkas keuangan dong, Lena mau lihat," sahut Erlena meminta tolong terhadap Siska.


"Hm," deham Erlena singkat.


"Nih dek," ucap Siska sambil menyodorkan berkasnya.


"Thanks," ucap Erlena.


"Yo," jawab Siska.


Erlena langsung melihat berkas-berkas keuangan, dia takjub cafe miliknya semakin bertambahnya pengunjung yang datang, apalagi keuangan perbulan semakin meningkat.


DI MEJA LAIN........


"Eh bro, lu sudah punya cewek di sana?" tanya Zaky.


"Belum," jawab Melvino singkat.


"Oh, eh btw lu kenal sama Lena?" tanya Zayn.


"Kenal, mengapa?" tanya balik Melvino.


"Sebab gue lihat dia tidak pernah berdekatan dengan cowok lain, kecuali ketiga teman cowoknya." Jawab Zaky.

__ADS_1


"Oh, nggak peduli juga gue," ucap Melvino singkat.


"Eh coba lihat itu Lena kan? sama sekretari pemilik cafe ini?" tanya Zayn.


"Eh, iya yah, ada hubungan apa mereka, sepertinya Lena sangat serius membaca berkasnya," sahut Zaky sambil memperhatikan erlena yang duduk di sana.


"Nggak usah di pikirin tuh cewek, pulang," ucap Melvino.


"Iya," jawab Zaky, Zayn, dan Raja.


DI DALAM MOBIL MELVINO.........


"Ada hubungan apa gadis bodoh sama sekretaris cafe itu?" tanya Melvino penasaran di dalam hatinya.


"Ah lebih baik gue tanya sama anak buah gue," ucap Melvino di dalam hati.


DI CHATTING ANAK BUAH......


"Tolong kamu cari ada hubungan apa si gadis itu bersama sekretaris pemilik cafe xxxx," ucap Melvino.


"Baik bos, tunggu 5 menit," jawab anak buah.


5 menit kemudian.......


"Bos, saya tidak bisa mendapatkan informasi tersebut," ucap anak buah dengan pelan.


"Mengapa!? Kamu tidak bisa mencari satu gadis seperti dia! Dia hanya gadis biasa seperti umumnya! Biasanya kamu bisa mendapatkan informasi dengan cepat! Tetapi, apa? Ah, sudah lah!" bentak Melvino sambil menjambak rambutnya.


"Maaf bos, sepertinya gadis tersebut menutup informasinya dengan rapat, sebenarnya tadi saya bisa mendapatkan informasi tersebut. Tetapi, saya ketahuan bos jadi informasinya di kunci lagi," sahut anak buah meminta maaf karena tidak bisa mendapatkan secuil informasi apapun.


"Hm, ya sudah!" ucap Melvino.


"Maaf, bos, sekali lagi," ucap anak buah.


OFF.


"Hm, mengapa tidak bisa di temukan, padahal dia orang biasa. Siapa sebenarnya gadis bodoh itu?" tanya Melvino sendiri kepada hatinya.


"Sampai-sampai anak buahku saja tidak bisa menemukan secuil informasi apapu," sambung Melvino di dalam hati.


"Ahh sudah lah! Bodo amat!" ucap Melvino sambil memukul setir mobilnya.


"Len, tadi ada yang ingin mengambil informasi tentang lu," ucap Siska memberitahu Erlena.


"Ha? Siapa yang berani mengambil informasi tentang gue?" tanya Erlena penasaran.


"Menurut gue, yang ada di dekat elu, atau sekitar elu," jawab Siska santai.


"Tetapi, siapa!? Ahh bodo amat! Akan tetapi, sudah lu kunci lagikan informasinya?" tanya Erlena kembali.


"Sudah dong! Dia sebenarnya sudah membuka kunci data-data lu, tetapi, dia kalah cepat sama gue. Gue sudah tahu duluan, jadi gue kunci deh Ha-ha-ha," ucap Siska tertawa di akhir cerita nya.

__ADS_1


"Syukur lah, gue balik dahulu ya," pamit Erlena.


"Iya," ucap Siska sambil tersenyum lebar.


__ADS_2