Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 56


__ADS_3

"Serius nggak lu tuh? Gue nggak salah dengarkan apa yang di katakan sama lu, lu lagi nggak becanda kan sama ucapan lu barusan? Jangan becanda deh, gue nggak mau nanti jadi salah paham walaupun gue sama dia belum terlalu dekat sih, jadi beneran nih?" tanya Erlena ragu yang di akhiri dengan bibir yang menggetar.


"Iya beneran Lena! Masak iya gue bohong sama lu? mana berani juga gue dan gue pun juga lagi nggak becanda Len, kan lu tahu sendiri kalau gue nggak pernah bohong kecuali gue berbohong demi kebaikan, masak gitu saja masih belum mengenali diri gue sendiri padahal sudah lama loh hih!" Jawab Kevin sambil bergidik ngeri.


"Ya mana tahu saja cuy, kalau lu bohong sama gue. Eh, tetapi tadi kata lu. Kalau lu bohong pasti demi kebaikan kan?" tanya Erlena sambil mengerjapkan kedua bola mata-Nya.


"Iyalah kalau berbohong demi kebaikan itu nggak apa-apa kok kalau menurut gue," jawab Kevin santai.


"Oh, berarti lu sekarang bohong nih cerita-Nya sama gue?" tanya Erlena kembali sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Hah, maksud-Nya elu apa sih Len?" tanya balik Melvino yang masih ling-lung otak-Nya dengan pertanyaan yang di buat oleh Erlena.


"Lu bohong sama gue kalau yang lu tadi cari informasi tentang si Melvino hah? Oh, jadi lu beneran bohong nih cerita-Nya sama gue?" tanya si Erlena sambil mengacak pinggang-Nya.


"Hah, ya enggak mungkin lah Len. Gue bohong sama elu, orang gue saja cari-Nya sampai sedalam mungkin kok," jawab Kevin sambil mengutuk bibi-Nya.


"Oh, berarti gue salah paham ya sama elu?" tanya Erlena lagi sambil menggaruk tengkuk leher-Nya yang tidak gatal itu.


"Iya, inti-Nya gue nggak bohong kok sama elu," jawab Kevin meyakinkan si Erlena agar percaya dengan diri-Nya.


"Oke, terima kasih banyak. Nanti gue traktir deh lu semau lu dan sepuas-Nya elu. Kalau lu punya doi juga ajak aja sama kita berjalan bersama-sama ke Mall!" Ucap Erlena santai sambil tersenyum lebar.


"Sama-sama Len, tetapi nggak perlu kali lu traktir gue, lagian ini tugas gue juga bukan!" Sahut Kevin menolak dengan halus.


"Eh, apa yang lu katakan? Gue nggak punya doi Len, lu sengaja ya ngejek gue? Ingat lu juga nggak punya doi jadi kita sama-sama diam dan menjaga perasaan," sambung Kevin sedikit menekankan kata-kata-Nya.


"Hilih, bicit. Emang gue pikirin gitu hah? Oh, iya dan satu lagi lu emang punya perasaan. Lu kan nggak punya hati nurani-Nya ha-ha-ha," balas Erlena yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Heh! Seterah elu! Inti-Nya jika lu ke pingin apa pun nanti gue kasih deh! Jadi lu minta saja ke gue tanpa sungkan. Gue kan banyak duit-Nya. Jadi lu nggak perlu khawatir!" Ucap Erlena sambil menyombongkan diri-Nya.


"Huft. Okelah sip, gue matikan dahulu ya telepon-Nya. Ini lagi di telepon emak sebab-Nya jadi gue takut di marahin sama emak gue!" Ucap Kevin cepat karena takut kena omelan dari sang emak.

__ADS_1


"Ha-ha-ha! Ya sudah, bye. Selamat tinggal kena serangan mau dari emak lu papay!" Pamit Erlena langsung mematikan telepon-Nya dan memasukkan ponsel-Nya di dalam tas ransel-Nya.


Erlena pun masuk ke arah gudang, yang masih ada teman-teman-Nya yang menunggu diri-Nya. Erlena memasuki gudang-Nya dengan senyum ceria-Nya, karena Adelia itu adalah adik kandung si Melvino.


Untung saja malam kemarin, dia tidak salah paham dengan Melvino jika salah paham mungkin Erlena tidak akan ada di sini. Melainkan berdiam diri di kamar-Nya sambil merenung.


"Mengapa lu senyum-senyum saat dapat telepon tadi Len?" tanya Amanda penasaran.


"Nggak! Gue cuman lagi senang saja sih nggak ada yang lain!" Jawab Erlena singkat sambil menatap kedua bola mata-Nya Melvino.


"Siapa yang telepon elu? Laki-kah? kah Cewek?" tanya Zanna sambil menaikan sebelah alis-Nya.


"Laki-laki!" Jawab Erlena singkat tanpa dia sadari bahwa hati Melvino terasa panas. Jika yang menelpon Erlena adalah seorang laki-laki.


"Sudah? mau sampai kapan kita di sini terus. Mau tunggu sampai tahun depan hah?" tanya Melvino dingin.


"Sudah Elvin! Yuk, kita keluar! Habis itu Elvin traktir kita semua untuk makan. Karena Lena sudah lapar sangat. Perut Lena di dalam cacing-cacing-Nya berkata bahwa dia sangat lapar nih kruyuk!" Jawab Erlena antusias sambil mengusap-usap perut-Nya yang terasa lapar.


"Kayak suara ayam saja Lu tuh Len," uca Raja.


"Iya nanti hamil anaknya Elvin," sahut Erlena sambil menutup mulutnya dengan kedua bola matanya membulat.


Melvino hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat tingkah laku si Erlena yang polos. Melvino langsung pergi tanpa sepatah kata pun.


"Loh, kita di tinggal man!" Sungut raja.


"Hissss sabar-sabar! Kalau nggak sabar yang ada nanti nggak di traktir lagi hah!" Ucap Zaky sambil mengelus dadanya dan di akhiri napas panjangnya.


"Bee! Yuk, kita pergi dari sini!" Ajak Raja sambil menarik tangannya Amanda dengan lembut.


"Dasar! Raja singa! Untung sayang!" Ucap Amanda di dalam hatinya.

__ADS_1


"Sudah yuk, kita pergi dari sini!" Ajak Erlena sambil pergi dari gudang tadi.


Mereka pun keluar dari gudang sambil melewati paku-paku yang berserakan di lantai akibat rencana mereka.


Sesampai mereka di ruang tamu mereka pun langsung duduk tanpa menyadari keberadaan mami dan papi Erlena.


"Huft... Letih juga ya!" Ucap Zayn sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Humm!" Jawab mereka semua kecuali Melvino, mami dan papi Erlena.


"eEkhmm! Ekhmm!!" Kode papi Erlena.


Mereka pun menengok kearah samping dan mereka terkejut ada kedua orang tua Erlena.


"Eh, mami papi. Sejak kapan sampai-Nya?" tanya Erlena basa basi.


"Basi!" Jawab mami Erlena malas.


"Nasi-Nya basi?" balas Erlena polos.


"Bukan nasi! tetapi ah, sudah lah nggak usah basa basi!" Sungut mami Erlena.


"Otakmu, kayak-Nya hilang deh len?" sarkas papi Erlena kesal.


"Hah, otak Lena hilang?" tanya Erlena sambil memegang kepalanya dan berangan-angan di udara.


"Goblok! Anak siapa ini huh!" Umpat mami Erlena di dalam hati.


"Jangan bodoh dahulu Len! Tadi papi cuman bercanda kok! ya kan pi?" ucap mami Erlena sambil menatap tajam kearah papi Erlena.


"Eum, uya.." sahut papi Erlena merinding.

__ADS_1


"Owh! Kirain otak Lena hilang! Maka-Nya Lena cari dahulu! Kalau otak Lena hilangkan bisa di cari dahulu baru di pasang lagi deh!" Ucap Erlena polos sambil tersenyum lebar.


Semua yang di sana mendengarkan perbincangan keluarga tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepala-Nya. Merasa terhibur karena tingkah Lena yang bodoh dan polos.


__ADS_2