Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 51


__ADS_3

"Huft... Ada gerangan apa sama gue ini? Gue nggak pernah tuh merasakan hal ini! Apa lagi saat Erlena memeluk gue, rasa-Nya sangat nyaman dan hati gue berdebar sangat cepat?" tanya Melvino di dalam hati sambil memijat pelipisnya.


"Kemana ponsel gue ya?" tanya Melvino sambil mencari keberadaan ponsel-Nya.


"Nah! Akhir-Nya bertemu juga nih ponsel gue hah!" seru Melvino sambil tersenyum kemenangan.


Melvino pun membuka kunci password ponsel-Nya lalu Melvino membuka pencarian di Google.


Melvino pun mengetik di pencarian google dengan hati yang berdetak sangat kencang.


"Mengapa kita merasakan debaran jantung saat kita berdekatan dengan diri-Nya?" tanya Melvino setelah itu langsung keluar semua penjelasan-Nya.


"Hah, bagaimana bisa, ini pasti salah! Iya ini pasti salah, nggak mungkin cuy!" teriak Melvino terkejut.


Pipi merah, keringat dingin, dan jantung berdetak cepat

__ADS_1


Sebelum kencan di mulai, anda mungkin menyadari bahwa detak jantung lebih cepat dari normal dan tangan Anda akan banyak berkeringat. Bukan cuma karena gugup, tetapi itu sebenar-Nya merupakan efek dari stimulasi adrenalin dan norepinephrin, kata Dr. Kirk. “Ini akan menyebabkan sensasi fisik dan hasrat untuk memfokuskan perhatian Anda kepada orang yang membuat Anda jatuh cinta,” kata-Nya sih begitu.


"What! Masak gue bisa jatuh cinta sama Lena sih, ini mungkin atau bisa gue percaya nggak sih hah?" Seru Melvino merasa terkejut jika dia jatuh cinta sama orang yang dia hindari selama ini.


"Tidak mungkin! Ini salah! Gue nggak boleh jatuh cinta sama gadis bodoh itu! Sialan!" umpat Melvino sambil membantingkan ponsel-Nya di atas kasur-Nya.


"Untung saja nggak di lantai, kalau iya habis sudah tuh!" gumam author kesal.


"Kayaknya hati gue lagi sedeng nih, haduh kok bisa sih! Gue butuh air hangat!" Rutuk Melvino sambil mengedumel kepada diri-Nya sendiri.


Melvino pun masuk kekamar mandi dan memasukan seluruh tubuh-Nya ke bathub.


Itu lah yang di rasakan Melvino, akan tetapi di dalam pikiran-Nya tiba-tiba terlintas wajah Erlena yang tersenyum, raut wajah yang sedih, yang selalu memberikan dia bekal setiap pagi saat di sekolah, yang selalu memperlihatkan senyum-Nya saat Melvino berkata kasar dengan-Nya, selalu berusaha tegar menghadapi watak Melvino yang kasar.


Entah mengapa saat kejadian Erlena berdekatan dengan Bimo hati-Nya selalu memanas sekaligus sakit. Melvino paling tidak suka jika Erlena mendekati laki-laki apalagi akrab.

__ADS_1


Kalau Erlena tersenyum lebar dan jika berdekatan dengan diri-Nya, saat itu juga hati-Nya bahagia dan merasakan ada kenyamanan.


Ketika Erlena mengucapkan, kalau kado hadiah-Nya di buka saat dia pergi jauh dari diri-Nya. Sebenar-Nya Melvino sudah mengetahui bahwa gerak-gerik Erlena sudah mencurigakan. Dia juga sebenar-Nya tidak bersikap bodo amat, hati-Nya tidak suka saat mendengarkan ucapan itu. Kesal, marah, sesak, mendidih itu yang di rasakan oleh Melvino. Intinya campur aduklah.


"Hah! Perasaan apa ini? Mengapa gue nggak pernah merasakan perasaan ini jika berdekatan dengan cewek lain atau bunda dan Adel? Gue masih bingung dengan hati gue sendiri, mengapa perasaan gue seperti ini?" tanya Melvino sambil menatap ke arah cermin yang ada di depan bathtub.


"Mengapa hati gue merasakan sakit jika dia sedih atau menangis karena diri gue, gue tahu kalau gue salah sudah melakukan yang pernah gue lakukan? Mengapa juga gue merasakan bahagia jika dia tersenyum karena gue atau dia selalu mendekatkan diri kepada gue tuh rasa-Nya senang banget sih?" tanya Melvino kembali sambil mengacak-acak rambut basah-Nya.


"Ah, sudah lah! Lebih baik gue menyelesaikan mandi gue, baru gue mau lihat-lihat bungkus kado hadiah-Nya dari Lena," gumam Melvino menyelesaikan mandi-Nya dan sikat gigi.


Kemudian Melvino mengelap seluruh tubuh-Nya dan mengeringkan rambut-Nya yang basah ini.


Melvino segera mengambil pakaian-Nya dan memakai pakaian yang di ambil-Nya sambil becermin.


"Pantasan banyak cewek yang ngejar-ngejar gue yakan? Ternyata gue saja ganteng banget cuy. Maka-Nya si Lena selalu mengejar-ngejsr cinta-Nya dari gue. Tetapi dia juga nggak mandang gue ganteng sih, tetapi emang gue ganteng kali ya. Bodo amat lah," ucap Melvino narsis.

__ADS_1


"Mereka nggak tahu saja sifat gue yang kasar, dan tidak pernah lembut kepada siapa pun ha-ha-ha!" Ucap Melvino di dalam hati yang di akhiri tawa-Nya.


"Hanya Lena lah yang kuat dan tahan dengan watak gue yang buruk ini! Gadis bodohku!" Lirih Melvino sambil menatap sayu di cermin.


__ADS_2