
"Lu mau nggak jadi pacar gue?" tanya Zaky dengan lembut sambil mengeja kata-kata yang dia lontarkan.
"Gue mau!" jawab Devina dengan lembut sambil mengeja kata-kata yang dia jawab, padahal hatinya sangat senang dan berbunga-bunga.
"Serius!?" pungkas Zaky dengan mata yang berbinar.
"Iyaaaaa......" sahut devina sambil tersenyum manis.
"Aaaaaa Gila! Gue senang banget!" teriak Zaky dengan suara yang memenuhi tempat cafe.
Grep.
Zaky langsung memeluk Devina dengan sangat erat dan menaruh dagunya di bahu Devina.bDevina juga tidak menolak pelukan dari Zaky yang sekarang menjadi kekasihnya.
Cup.
Zaky mencium kening Devina dengan sangat lembut sambil menutup matanya. Devina juga menutup matanya dan menikmati kecupan yang di kasih oleh Zaky.
2 menit kemudian.....
Devina langsung melepaskan pelukannya karena dia tidak tahan lagi, pipinya bersemu kemerahan seperti buah Cherry.
Saat pelukannya di lepas langsung saja dia melihat ke arah Devina yang sudah resmi menjadi kekasihnya.Ternyata oh ternyata pacarnya itu sedang mengalami malu dengan pipi yang bersemu merah.
Satu kata yang ada di dalam benak hati nya yaitu..... Gemas.
"Mengapa di lepas pelukannya sayang?" tanya Zaky yang berniat menggoda pacarnya.
"Ishhhh.... Nggak peka!" jawab Devina dengan nada yang manja dan bibir yang mengerucut.
"Ha-ha-ha..." tawa Zaky terbahak-bahak sampai-sampai perutnya ikut terguncang.
"Jangan godain gue tuh loh!" sungut Devina sambil menatap tajam ke arah Zaky.
"Iya-iya sayang maafin aku ya," ucap Zaky dengan lembut.
"Iya kali ini di maafin," ucap Devina.
__ADS_1
"Eh, gue pulang dahulu ya?" pamit Devina.
"Nggak boleh!" sahut Zaky.
"Mengapa? Ini sudah jam 17.50 loh," peringat Devina yang habis melirik jam tangannya.
"Kamu nggak boleh ngomong lu gue lagi, harus aku kamu kalau sama aku!" ucap Zaky mutlak.
"Ihh alay tahu!" sungut Devina sebal.
"Harus atau kamu nggak boleh pulang!" ancam Zaky santai sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Ish, iya deh!" ucap Devina menurut.
"Oke let's go Kita pulang!" ajak Zaky sambil menggandeng tangan Devina.
"Let's go!" seru Devina dengan senyum merekah.
Zaky pun mengantar Devina pulang, setelah Devina memasuki kawasan rumahnya langsung saja Zaky pulang ke rumah dengan hati menggebu dan bahagia.
KEADAAN MELVINO DI RUMAH.....
"Wa'alaikum salam anak bunda!" teriak Bunda Melvino dengan senyum tipis.
"Ayah mana Bun?" tanya Melvino sambil melirik ke sana ke mari untuk mencari keberadaan ayahnya itu.
"Ayahmu sakit Vin," jawab bunda Melvino sambil memakan buah yang ada di tangannya.
"Loh kalau ayah sakit, mengapa bunda santai-santai saja?" tanya Melvino sedikit emosi.
"Santai vino, ayah kamu hanya demam biasa.Kata dokter, ayahmu kurang istirahat saja," jawab bunda Melvino sambil menatap anaknya yang mudah emosi.
"Ouh bilang dong! Kan Melvino khawatir sama ayah!" sungut Melvino sebal.
"Makanya jangan cepat terbawa erosi," peringat bunda Melvino sambil menatap ke arah melvino dengan kedua bola mata yang tajam.
"Emosi Bun! Bukan erosi!" peringat balik Melvino dengan senyum kemenangan.
__ADS_1
"Sudah diam kamu! Salah dengar kali kamu! Orang bunda ngomong emosi kok bukan erosi!" ucap bunda Melvino mengelak.
"Halah, terserah bunda! Vino letih!" ucap Melvino sambil membawa tasnya.
"Hei! Mau ke mana kamu Vin!" teriak bunda Melvino.
"Ke kamarlah, masa mau ke kandang singa!" teriak balik Melvino.
"Kurang ajar!" sungut bunda Melvino pelan.
"Sabar-sabar orang sabar dapat laki lagi!"ucap bunda Melvino sambil mengelus- elus dadanya.
"Ngomong apa! sekali lagi?" tanya ayah Melvino tegas.
"Ekhhh.... ada..... ayah he-he-he," ucap bunda Melvino sambil menggaruk tengkuk lehernya padahal tidak sama sekali gatal.
"Ngomong apa tadi! Coba ulangi!" Titah ayah Melvino kembali sambil menatap tajam ke arah istrinya.
"Nggak ada kok.Ayah...." ucap bunda Melvino mengelak.
"Kamu tadi bilang sabar-sabar orang sabar dapat laki lagi," ucap ayah Melvino yang mengulangi ucapan istrinya tadi.
"Tuh tahu, ngapain tanya lagi!" pungkas bunda Melvino keceplosan.
"Tuh kan! Ah tahu ah!" ucap ayah Melvino merajuk.
"He-he-he maafin bunda ya yah, bunda cuman bercanda kok," ucap bunda Melvino sambil mencium pipi suaminya.
"Iya deh, lain kali jangan di ulangi! Ayah nggak suka intinya bunda cuman milik ayah!" ucap ayah Melvino posesif.
"Huuh, keluar lagi sifat posesifnya," ucap bunda Melvino di dalam hati.
"Iya yah!" ucap bunda Melvino sambil tersenyum tipis.
"Oke yuk ke kamar!" ajak ayah Melvino sambil merangkul bahu istri tercintanya.
"Yuk!" jawab bunda Melvino sambil memegang tangan suaminya.
__ADS_1
"Arghh, bucin. Aku iri hiks... " teriak author.