Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 33


__ADS_3

"Ayuk, kita berangkat!" ajak mami Erlena sambil menyeret koper milik-Nya.


"Siap mamiku sayang!" ucap Erlena dan papi Erlena dengan tangan yang memberi hormat.


Mami Erlena hanya diam saja melihat tingkah laku suaminya dan anaknya. Diri-Nya Langsung meninggalkan Erlena dan papi Erlena menuju ke arah mobil.


"Ya elah, kita di tinggal," ucap papi Erlena di buat sesedih mungkin.


"kita? Papi saja kali!" sergah Erlena dengan nada yang mengejek lalu mengikuti maminya ke arah mobil.


"Huft..... sabar-sabar, untung sayang sama kalian berdua. Kalau nggak sayang sudah gue gempar tuh satu-satu," ucap papi Erlena sambil mengelus-elus dadanya.


"Heh! Buruan nggak usah lambat kayak siput! Buruan cepat!" teriak mami Erlena sambil mengecak pinggangnya.


"Eh, ada tahi ayam di muka jelek mami!" latah papi Erlena.


"Dasar suami nggak ada otak!" teriak mami Erlena dengan hati yang dongkol.


SESAMPAI MEREKA DI BANDARA.......


"Hai, guys!" sapa Erlena sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Hai, juga Len!" sapa balik mereka semua.


"Ihh Tante nggak di salim nih?" seru mami Erlena merajuk.


"Ekh... Ada Tante.." ucap mereka baru tersadar jika ada orang tua Erlena ikut bersama mereka.

__ADS_1


"Maaf ya tan, Kita lupa hehe," ucap Zaky sambil menggaruk tengkuk lehernya.


"Iya Tan..." ucap mereka semua.


"Sudah-sudah mi, nggak usah kayak anak kecil. Ingat umur!" titah papi Erlena sambil merangkul bahu mami Erlena.


"Heh!! Kamu tuh yang harus ingat umur!" peringat mami Erlena sambil melepaskan rangkulan papi Erlena Dan menunjuk papi Erlena dengan jari telunjuknya.


"Ha? Aku?" jawab papi Erlena sambil menunjukkan dirinya sendiri.


"Iya lah! Kamu saja kalau tidak ada eErlena suka manja-manja sama aku, sering peluk-peluk aku di mana pun aku berada huh!" sungut mami Erlena sambil memalingkan wajahnya.


"Ha-ha-ha," tawa sahabat Erlena dan sahabat Melvino.


"Mampus!" lirih papi Erlena yang merasa malu.


"Ekh, iya buruan woy!" titah Zayn sambil menarik kopernya dan menarik tangan Zanna.


"Ayjk!" Seru mereka semua kecuali Melvino, hanya diam dan mengikuti langkah mereka.


DI DALAM PESAWAT......


Erlena duduk di paling belakang dan duduk bersandar di dekat kaca pesawat sambil memejamkan matanya. Melvino pasrah karena duduk di sebelah Erlena, Melvino menatap wajahnya Erlena.


Erlena yang sudah tertidur sejak tadi karena dia sudah mulai mengantuk saat hendak pergi ke bandara. Melvino tanpa sadar menaikkan sudut bibirnya ke atas. Kemudian Melvino mengelus-ngelus rambut Erlena yang lembut dan harum strawberry.


Mami Erlena melihat tingkah laku Melvino terhadap anak kesayangannya, mengulas senyum indah nya.

__ADS_1


"Mami berharap semoga Melvino bisa membuka hatinya untuk kamu ya sayang," ucap mami Erlena di dalam hati sambil berdoa untuk kebahagiaan anaknya.


"Mami,pst..pst... mi!" panggil papi sambil menggoyangkan bahu istrinya.


"Apa pi?" tanya Mami Erlena sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


Papi Erlena yang melihat istrinya seperti itu merasa gemas, dia merasa beruntung karena mami Erlena memilih diri nya di bandingkan perjodohan yang di pilih orang tua mami Erlena.


"Yang di sebelah Lena itu, cowok yang di taksir Erlena kah mi?" tanya papi Erlena.


"Iya Pi.." jawab mami Erlena singkat.


"Kok jawabnya singkat sih!" seru papi Erlena tidak suka jika istri-Nya menjawab singkat.


"Aku tuh ngantuk papi...." jawab mami Erlena sabar menghadapi tingkah laku suaminya seperti anak kecil.


"Owh ngantuk.. bilang dong! Sini senderan di bahu papi," titah papi Erlena sambil menepuk-nepuk pundaknya dan menarik kepala istrinya untuk bersandar.


"Hm," deham mami Erlena.


Mami Erlena pun bersandar di pundak suaminya dan memejamkan matanya. Papi Erlena mengulas senyum bahagianya.


"Ya Allah semoga keluarga kami akan terus seperti ini, hamba berjanji tidak akan mengkhianati istri hamba ya Allah. Semoga anak hamba Erlena Ive sara akan selalu bahagia dan mendapatkan cinta tulus dari seseorang. Semoga sampai tujuan dengan selamat, lindungi kami semua ya allah aamiin yra," ucap papi Erlena berdoa di dalam hati sambil mengelus-ngelus rambut istrinya dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Mami Erlena merasa nyaman, hingga tanpa sadar dia memeluk suami-Nya dengan erat.


"Lu tuh sebenarnya cantik Len, tetapi, mengapa lu selalu mengejar-ngejar gue? Sedangkan gue selalu menyakiti hati lu terusmenerus. Tetapi lu selalu sabar menghadapi gue, maaf Len gue nggak bisa membalas perasaan lu," ucap Melvino di dalam hati sambil mencium kening Erlena.

__ADS_1


Melvino dari dahulu hingga sekarang masih saja menggunakan gengsinya, dia pun masih belum mengerti dengan perasaan-Nya. Melvino hanya takut Erlena akan merasa tambah sakit jika bersama Melvino.


__ADS_2