
SESAMPAI DI BANDARA......
"Loh, ngapain kita di bandara Len?" tanya Devina dengan raut wajah kebingungan.
"Jemput seseorang kan sudah gue bilang," jawab Erlena santai.
"Ya gue tahu, maksud gue lu mau jemput siapa Bambang!" Tukas Devina dengan nada kesal.
"Hehh gue bukan Bambang monyet! " bentak Erlena tak terima karena ejekan dari Devina.
"Hmmm, jawab buruan ah! Nggak usah berbelit-belit!" sarkas Devina.
"Si Zanna sama Amanda udah datang to*ol," balas Erlena.
"What! Mengapa mereka nggak kasih tahu gue, kalau mereka sudah balik," lirih Devina sebal sambil mengerucutkan bibirnya 2 cm.
"Mana aku tahu," ucap Erlena sambil mengendikkan bahunya.
"Sudah lah, yuk kita tunggu mereka," Ajak Devina tidak menyadari bahwa dari tadi mereka sudah menunggu kedatangan Zanna dan Amanda.
"Kayaknya otak lu perlu di cuci deh, jangan kayak otak udang," sarkas Erlena, ingin sekali dia mencakar wajahnya Devina.
"Lah mengapa di cuci, aneh lu," ucap
Devina polos.
"Dari tadi! Kita sudah nungguin kedatangan mereka Vina," gemas Erlena sambil menghembuskan napasnya sambil memijat pelipisnya.
"Ohh, iya yah," balas Devina sambil cengengesan.
"Hm," deham Erlena singkat.
5 menit kemudian............
"Mana sih mereka? Lama banget datangnya," keluh Devina.
"Bentar gue telepon Zanna dahulu," ucap Erlena sambil mengambil ponselnya yang ada di dalam kantung bajunya.
ERLENA PUN MENELPON ZANNA.
"Halo, Zanna," sapa Erlena.
"Iya, Lena lu di mana sih? Dari tadi kami nungguin elu," ucap Zanna di seberang sana.
__ADS_1
"Iya oy! Buruan," titah Amanda ikut menyambar omongan zanna.
"Dari tadi! gue sama Vina sudah nungguin elu, elunya di mana?" tanya Erlena dingin.
"Ehhh, iya-iya sorry Len, kami sudah di luar bandara, dekat cafe xxxx," jawab Zanna ketakutan kalau Lena marah bisa-bisa habis riwayat hidupnya.
"Astagfirullah! Dari tadi kami nungguin lu di tempat makan, ya sudah tunggu gue sama Vina," balas Erlena ketus.
"Iya Len, sorry hehe," ucap Zanna merasa bersalah.
TUT TUT TUT.
"Di mana mereka?" tanya Devina singkat karena dia lelah menunggu kedatangan mereka.
"Buruan! Nggak usah banyak tanya, ikutin gue," ucap Erlena dingin.
"Hm," deham Devina singkat.
SETELAH SAMPAI DI CAFE XXXX......
Erlena dan Devina melirik ke arah ke sana kemari untuk mencari keberadaan mereka. Akhirnya mereka melihat keberadaan mereka, Erlena dan Devina pun langsung berjalan ke arah meja makan tersebut.
"Heyo!" tegur Devina sambil merebut minuman Amanda dengan tiga kali tegukan langsung habis.
"Salah kalian! Dari tadi lu sudah di tungguin lu berdua. Tetapi, kalian di sini enak-enakkan." sengit Devina sambil menatap tajam ke arah Zanna dan Amanda.
"Ya sorry, sudah bikin kalian lelah menunggu kami," balas Zanna.
"Hm," deham Erlena.
"Tolong pesankan gue minuman juz strawberry," titah Erlena meminta tolong.
"Oke," patuh Zanna.
"Pelayan!" panggil Zanna.
"Iya mbak, ada apa?" tanya pelayan dengan ramah.
"Saya pesan juz strawberry ya," ucap Zanna.
"Sama juz alpukat mbak, sekalian," sambar Devina.
"Oke, jadi juz strawberry satu dan juz alpukatnya satu, ya mba," ucap pelayan sambil mencatat pesanan kami.
__ADS_1
"Iya mbak, terima kasih," ucap Zanna.
"Iya mbak, saya permisi," pamit pelayan sambil menundukkan tubuh nya lalu pergi.
"Apa kabar?" tanya Erlena singkat.
"Alhamdulillah, kami baik," jawab Amanda.
"Syukurlah," balas Erlena.
"Eh, kalian sekolah di mana?" tanya Zanna.
"Di sekolah SMA Gumilang," jawab Devina.
"Oh, oke hari ini gue daftar di sekolah yang sama kayak kalian," ucap Zanna.
"Gue juga," ucap Amanda.
"Sip, mantap," balas Erlena sambil tersenyum tipis.
"Makin hari, lu makin cantik ya Len," takjub Zanna dengan mata yang berbinar.
"Biasa saja," jawab Erlena dengan wajah andalannya yaitu datar.
"Ini mbak, pesanan nya," ucap pelayan yang tadi.
"Ohh, iya mbak terima kasih," ucap Erlena berterima kasih.
"Iya mbak sama-sama, selamat di nikmati saya pergi dahulu," pamit pelayan langsung pergi.
Mereka pun berbincang - bincang tentang masa lalu mereka, sampai-sampai mereka tertawa. Mereka melepas rindu selama 4,5 tahun.
Bayangkan 4,5 tahun lama sekali bukan? Sifat mereka tidak pernah berubah.
💙Sahabat adalah seseorang yang selalu ada di sampingmu, ketika kamu sakit untuk melihat ke belakang, atau takut melihat ke depan.
🤍Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yang tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh.
🖤Setiap orang berbeda, unik dengan caranya. Kamu harus menghargainya, tapi tak berarti kamu harus menyukai semuanya.
❤️Persahabatan yang didasari oleh keikhlasan hati dan kasih sayang, akan melahirkan keabadian dalam kebersamaan.
Mereka pun pulang masing-masing dengan hati yang senang atau gembira, karena telah bertemu kesekian lama tahunnya, akhirnya mereka bisa bertemu dengan sahabat sejati mereka.
__ADS_1